<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments for Aiki Kenkyukai</title>
	<link>http://www.aiki-kenkyukai.com</link>
	<description>Pusat Pendidikan Seni Bela Diri Aikido</description>
	<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 16:54:51 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>Comment on PERATURAN PENGAMBILAN UJIAN YUDANSHA by harry</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2009/10/12/peraturan-pengambilan-ujian-yudansha/#comment-111</link>
		<dc:creator>harry</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 06:51:58 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2009/10/12/peraturan-pengambilan-ujian-yudansha/#comment-111</guid>
		<description>Salam kenal buat semua pecinta seni beladiri di tanah air dan di mana saja berada...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal buat semua pecinta seni beladiri di tanah air dan di mana saja berada&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kesamaan Filosofi Aikido dengan Meditasi Lintas Agama by ARIE P</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/06/11/kesamaan-filosofi-aikido-dengan-meditasi-lintas-agama/#comment-110</link>
		<dc:creator>ARIE P</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 04:58:54 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/06/11/kesamaan-filosofi-aikido-dengan-meditasi-lintas-agama/#comment-110</guid>
		<description>Konsep aikido sejalan dengan Islam the way of life konsep ada dan tidak ada sejalan dengan Kalimat Syahadat : "Laaillah Ha Illallah " artinya Laa = Tidak ada (kosong) Illah = Tuhan Allah SWT Illallah= Selain Allah (Ada). Aikido sejalan dengan Islam intinya dalam menghadapi apapun manusia tidak boleh memilih namun selalu siap menghadapi apapun.Bagi seorang muslim meditasi dilakukan sehari 5 kali dalam sholat (Yang Wajib) dan disepanjang hari dimanapun (Sunnah). Semoga ajaran Osensei bisa menjadi seindah aajaran Muhammad SAW</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Konsep aikido sejalan dengan Islam the way of life konsep ada dan tidak ada sejalan dengan Kalimat Syahadat : &#8220;Laaillah Ha Illallah &#8221; artinya Laa = Tidak ada (kosong) Illah = Tuhan Allah SWT Illallah= Selain Allah (Ada). Aikido sejalan dengan Islam intinya dalam menghadapi apapun manusia tidak boleh memilih namun selalu siap menghadapi apapun.Bagi seorang muslim meditasi dilakukan sehari 5 kali dalam sholat (Yang Wajib) dan disepanjang hari dimanapun (Sunnah). Semoga ajaran Osensei bisa menjadi seindah aajaran Muhammad SAW</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Liputan Gashuku Aiki Kenkyukai 2009 &#8220;Aiki Camp&#8221; by siti</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2009/07/29/liputan-gashuku-aiki-kenkyukai-2009-aiki-camp/#comment-108</link>
		<dc:creator>siti</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 08:58:57 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2009/07/29/liputan-gashuku-aiki-kenkyukai-2009-aiki-camp/#comment-108</guid>
		<description>Saya peserta Gashuku dari KL, Malaysia.  Saya rasa amat gembira dengan Aikicamp.  Aikidoka di Indonesia amat bertuah kerana mempunyai Sensei seperti Sensei Hakim.  Manfaat kan kehadiran beliau.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya peserta Gashuku dari KL, Malaysia.  Saya rasa amat gembira dengan Aikicamp.  Aikidoka di Indonesia amat bertuah kerana mempunyai Sensei seperti Sensei Hakim.  Manfaat kan kehadiran beliau.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Untuk Apa Kita Belajar Aikido? by master forex</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/06/11/untuk-apa-kita-belajar-aikido/#comment-107</link>
		<dc:creator>master forex</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 13:40:56 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/06/11/untuk-apa-kita-belajar-aikido/#comment-107</guid>
		<description>aikido course lewat youtube dgn guru imanul hakim sensei, sangat bermangfaat buat gw</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aikido course lewat youtube dgn guru imanul hakim sensei, sangat bermangfaat buat gw</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Liputan Khusus by master forex</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/05/10/liputan-khusus/#comment-106</link>
		<dc:creator>master forex</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 13:35:15 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/05/10/liputan-khusus/#comment-106</guid>
		<description>thanks atas sharing videonya di youtube, skrang gw lebih ngerti apa itu aikido</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>thanks atas sharing videonya di youtube, skrang gw lebih ngerti apa itu aikido</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Liputan Seminar Ikuhiro Kubota Shihan by Rio</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2009/07/05/liputan-seminar-ikuhiro-kubota-shihan/#comment-105</link>
		<dc:creator>Rio</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 04:38:45 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2009/07/05/liputan-seminar-ikuhiro-kubota-shihan/#comment-105</guid>
		<description>“untuk dapat berkembang dengan baik , kita harus meniru/mengkopi guru/Sensei kita”  (Kubota)
------
Rio :
Ya benar, kita harus mencontoh/mengkopi guru/sensei kita. Pertanyaannya adalah siapakah sensei kita ? sensei sejati ?

Sesuai perkataan Morihei Ueshiba, kalau mau mencontoh maka contohlah Tuhan, Tuhanlah sensei sejati dan hanya ada satu sensei. 

--------
Then, how can you straighten your warped mind, purify your heart, and be harmonized with the activities of all things in Nature? You should first make God's heart yours. It is a Great Love, Omnipresent in all quarters- and in all times of the universe. "There is no discord in love. There is no enemy of love." A mind of discord, thinking of the existence of an enemy, is no longer consistent with the will of God. 
----------

Make God's heart yours, jadikanlah hati Tuhan sebagai hatimu.

O'sensei itu sensei yang sekaligus bukan sensei karena ternyata dia sendiri belajar dari Tuhan. Tuhan lah sensei sejati, bukan Kubota, bahkan bukan O'sensei.

Bukti lainnya bisa kita lihat di pendiri silat cikalong aliran pancer bumi, esensi ilmunya sama dengan Aikidonya O'sensei, padahal mereka terpisah jarak dan waktu. Artinya apa ? mereka punya sensei yang sama, yakni harmoni atau kita menyebutnya Tuhan.

Salam,
Rio</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>“untuk dapat berkembang dengan baik , kita harus meniru/mengkopi guru/Sensei kita”  (Kubota)<br />
&#8212;&#8212;<br />
Rio :<br />
Ya benar, kita harus mencontoh/mengkopi guru/sensei kita. Pertanyaannya adalah siapakah sensei kita ? sensei sejati ?</p>
<p>Sesuai perkataan Morihei Ueshiba, kalau mau mencontoh maka contohlah Tuhan, Tuhanlah sensei sejati dan hanya ada satu sensei. </p>
<p>&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Then, how can you straighten your warped mind, purify your heart, and be harmonized with the activities of all things in Nature? You should first make God&#8217;s heart yours. It is a Great Love, Omnipresent in all quarters- and in all times of the universe. &#8220;There is no discord in love. There is no enemy of love.&#8221; A mind of discord, thinking of the existence of an enemy, is no longer consistent with the will of God.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Make God&#8217;s heart yours, jadikanlah hati Tuhan sebagai hatimu.</p>
<p>O&#8217;sensei itu sensei yang sekaligus bukan sensei karena ternyata dia sendiri belajar dari Tuhan. Tuhan lah sensei sejati, bukan Kubota, bahkan bukan O&#8217;sensei.</p>
<p>Bukti lainnya bisa kita lihat di pendiri silat cikalong aliran pancer bumi, esensi ilmunya sama dengan Aikidonya O&#8217;sensei, padahal mereka terpisah jarak dan waktu. Artinya apa ? mereka punya sensei yang sama, yakni harmoni atau kita menyebutnya Tuhan.</p>
<p>Salam,<br />
Rio</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Aikido: Kokoro No Budo by Rio</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/aikido-kokoro-no-budo/#comment-104</link>
		<dc:creator>Rio</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 10:23:30 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/aikido-kokoro-no-budo/#comment-104</guid>
		<description>Budo  : bu (武:ぶ), dō (道:どう) 

http://en.wikipedia.org/wiki/Budo
1)	Budō is a compound of the root bu (武:ぶ), meaning war or martial; and dō (道:どう), meaning path or way.
2)	The modern budō has no external enemy, only the internal enemy, one's ego that must be fought[3] (state of Muga-mushin).

..........
Morihei Ueshiba mendefinisikan Budonya  atau yang dia sebut true Budo sbb :

http://www.aikidoonline.com/archives/2003/feb/feat_0203_osensei_words2.html

Therefore to compete in techniques, winning and losing, is not true budo. True budo knows no defeat. "Never defeated" means "never fighting." 

There is no enemy for Ueshiba of Aikido. You are mistaken if you think that budo means to have opponents and enemies and to be strong and fell them. There are neither opponents nor enemies for true budo. True budo is to be one with the universe; that is, to be united with the Center of the universe

A mind to serve for the peace of all human beings in the world is needed in Aikido, and not the mind of one who wishes to be strong or who practices only to fell an opponent. 

True budo is a work of love. It is a work of giving life to all beings, and not killing or struggling with each other. 

Love is the guardian deity of everything. Nothing can exist without it. Aikido is the realization of love.

True budo is the loving protection of all beings with a spirit of reconciliation. Reconciliation means to allow the completion of every-one's mission
----------------------------------------------------

Akar kata Budo adalah dari Bu dan Do. Bu artinya perang atau beladiri. Do artinya jalan. Dalam perkembangan selanjutnya dikatakan bahwa Budo modern hanya memiliki musuh di dalam diri sendiri yakni ego yang harus dilawan.
Aikido adalah Budo atau dapat juga dikatakan Aikido lahir dari Budo.

Apakah Aikido berbeda dengan jalan pencerahan yang lainnya ? dari jalan spiritual lainnya  ?

Menurut saya, Aikido  tidak ada bedanya dengan jalan spiritual lainnya, jalan pencerahan lainnya.  Aikido akan berbeda bagi yang masih semata melihat perbedaan-perbedaan di permukaan, perbedaan-perbedaan di kulit-kulitnya saja.
Argumen yang mungkin dikemukakan adalah : “Aikido khan pakai waza, pakai jurus2 beladiri, sementara jalan spiritual lainnya tidak pakai waza, jadi beda dong..” 

Waza atau jurus adalah yang tampak di permukaan, yang tampak di kulit luar. Mari kita “kupas” langsung ke pertanyaan puncak/pamungkas saja yakni : ”apakah Aikido harus pakai jurus ? pakai tehnik ?” 

Dari perkataan O’sensei dan dari pengalaman di dojo, jawaban atas pertanyaan itu  adalah : Tidak. Aikido tidak harus pakai jurus/waza, Aikido tidak identik dengan jurus/waza. Yang paling sederhana bisa dilihat di zagi kokyu ho.

Morihei Ueshiba berkata sbb :
------------
Aiki is not a technique to fight with or defeat the enemy. It is the way to reconcile the world and make human beings one family.

When an enemy tries to fight with me, the universe itself, he has to break the harmony of the universe. Hence at the moment he has the mind to fight with me, he is already defeated. There exists no measure of time - fast or slow

I am not teaching you how to move your feet. I am teaching you how to move your mind. I am not teaching you martial arts. I am teaching nonviolence."
----------
Nah, kalau tidak harus pakai jurus, tidak harus pakai tehnik maka Aikido tidaklah berbeda dengan jalan spiritual lainnya, jalan pencerahan lainnya.

True enemy adalah di dalam diri sendiri, egoisme dan ini yang hendak dimenangkan melalui Aikido. Jalan spiritual lainnya, jalan pencerahan lainnya juga bicara hal demikian, jadi Aikido sama dengan jalan spiritual/pencerahan lainnya.
Aikido adalah Budo, true Budo. 

Budo adalah jalan perang, jalan beladiri.  Walau disebut jalan perang namun yang diperangi itu sebenarnya diri sendiri, oleh karena itu mind-set ke musuh (penyerang/uke) tidaklah pernah memerangi mereka. Tidak hendak memusnahkan mereka.

Kalau uke sudah menyerah/melepaskan koneksi (niat menyerang/melawan) maka nage tidak boleh menghajar atau meninju atau mencederai uke, punya niat untuk itu pun tidak boleh. Adalah salah apabila nage memililki niat menghajar, meninju atau mencederai uke yang sudah menyerah karena ini sudah dua kali salah dari ajarannya O’sensei. Sekali salah karena menghajar, kedua menghajar ketika menjadi harmoni (nage), harmoni tidak destruktif. 

Uke menyerah bisa diwujudkan dengan menepuk tangan/kaki ke matras dan/atau melepaskan keinginan melawan, melepaskan koneksi. 

Perlu diingat koneksi uke ke nage terjadi karena adanya niat destruktif dari uke, sehingga  uke tidak diminta untuk terus destruktif/melawan. 

Kalau untuk menunjukkan/mempertahankan koneksi uke maka itu tidak ada gunanya karena ketika uke menyerah atau melepaskan koneksi maka selesailah tugas nage, selesailah “tugas” harmoni.

Yang tidak boleh putus koneksinya adalah nage, nage terus musubi dengan uke, terus memperhatikan uke.

Morihei Ueshiba berkata :
pg. 26 - "True Budo is practiced not only to destroy an enemy, it must also make him, or his own will, gladly lose his spirit (seishin) to oppose you."  (from "Budo Training in Aikido" written by Ueshiba Morihei - published in 1933).


“Not only to destroy an enemy” artinya tujuan utama true Budo bukanlah menghancurkan musuh walau bisa digunakan untuk itu. True Budo adalah untuk membuat lawan secara sukarela melepaskan keinginannya untuk melawan/menyerang.
Kalau uke sudah menyerah/tidak melawan maka selesailah konflik di diri uke dan atas hal ini nage bersyukur.
.....................

Bagaimana dengan fighting spirit ? tidak mudah menyerah walau dalam keadaan terjepit ?

Semangat tidak mudah menyerah hanya boleh dilatih atau dimiliki ketika Aikidoka menjadi nage bukan ketika jadi Uke. 

Uke memberikan intensi, memberikan ki ke nage, agar nage bisa belajar, tapi uke TIDAK boleh belajar semangat pantang menyerah, kenapa ? karena :

1.	Uke adalah orang yang berada dalam posisi disharmoni, orang yang melawan universe. Dia memberikan dirinya alias berkorban menjadi posisi disharmoni. Posisi disharmoni tidak boleh dipertahankan terus menerus, karena itu posisi/semangat desktruktif.

2.	O’sensei bilang : the fight is finished before it is  begun. Perkelahian sebenarnya sudah selesai bahkan sebelum dimulai. Jadi uke tidak berlatih pantang menyerah, untuk apa ?


Pantang menyerah atau fighting spirit HARUS dilatih oleh nage, yakni yang berada dalam posisi harmoni. Walau tangan dipegang katate maupun ryokatate, walau leher tercekik, walau ada shomen atau yokomen yang mengancam, spirit tidak boleh menyerah.

Atau kalau dalam kehidupan nyata, walau cacat fisik, semangat berprestasi tidak boleh hilang, walau sudah ada vonis dokter semangat hidup harus tetap dipelihara dlsb.
Aikido dari Budo, true Budo. Semangat mengalahkan diri sendiri harus ada, harus dipelihara, bukan semangat merusak/destruktif atau semangat disharmoni ketika menjadi uke.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Budo  : bu (武:ぶ), dō (道:どう) </p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Budo" rel="nofollow">http://en.wikipedia.org/wiki/Budo</a><br />
1)	Budō is a compound of the root bu (武:ぶ), meaning war or martial; and dō (道:どう), meaning path or way.<br />
2)	The modern budō has no external enemy, only the internal enemy, one&#8217;s ego that must be fought[3] (state of Muga-mushin).</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
Morihei Ueshiba mendefinisikan Budonya  atau yang dia sebut true Budo sbb :</p>
<p><a href="http://www.aikidoonline.com/archives/2003/feb/feat_0203_osensei_words2.html" rel="nofollow">http://www.aikidoonline.com/archives/2003/feb/feat_0203_osensei_words2.html</a></p>
<p>Therefore to compete in techniques, winning and losing, is not true budo. True budo knows no defeat. &#8220;Never defeated&#8221; means &#8220;never fighting.&#8221; </p>
<p>There is no enemy for Ueshiba of Aikido. You are mistaken if you think that budo means to have opponents and enemies and to be strong and fell them. There are neither opponents nor enemies for true budo. True budo is to be one with the universe; that is, to be united with the Center of the universe</p>
<p>A mind to serve for the peace of all human beings in the world is needed in Aikido, and not the mind of one who wishes to be strong or who practices only to fell an opponent. </p>
<p>True budo is a work of love. It is a work of giving life to all beings, and not killing or struggling with each other. </p>
<p>Love is the guardian deity of everything. Nothing can exist without it. Aikido is the realization of love.</p>
<p>True budo is the loving protection of all beings with a spirit of reconciliation. Reconciliation means to allow the completion of every-one&#8217;s mission<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Akar kata Budo adalah dari Bu dan Do. Bu artinya perang atau beladiri. Do artinya jalan. Dalam perkembangan selanjutnya dikatakan bahwa Budo modern hanya memiliki musuh di dalam diri sendiri yakni ego yang harus dilawan.<br />
Aikido adalah Budo atau dapat juga dikatakan Aikido lahir dari Budo.</p>
<p>Apakah Aikido berbeda dengan jalan pencerahan yang lainnya ? dari jalan spiritual lainnya  ?</p>
<p>Menurut saya, Aikido  tidak ada bedanya dengan jalan spiritual lainnya, jalan pencerahan lainnya.  Aikido akan berbeda bagi yang masih semata melihat perbedaan-perbedaan di permukaan, perbedaan-perbedaan di kulit-kulitnya saja.<br />
Argumen yang mungkin dikemukakan adalah : “Aikido khan pakai waza, pakai jurus2 beladiri, sementara jalan spiritual lainnya tidak pakai waza, jadi beda dong..” </p>
<p>Waza atau jurus adalah yang tampak di permukaan, yang tampak di kulit luar. Mari kita “kupas” langsung ke pertanyaan puncak/pamungkas saja yakni : ”apakah Aikido harus pakai jurus ? pakai tehnik ?” </p>
<p>Dari perkataan O’sensei dan dari pengalaman di dojo, jawaban atas pertanyaan itu  adalah : Tidak. Aikido tidak harus pakai jurus/waza, Aikido tidak identik dengan jurus/waza. Yang paling sederhana bisa dilihat di zagi kokyu ho.</p>
<p>Morihei Ueshiba berkata sbb :<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Aiki is not a technique to fight with or defeat the enemy. It is the way to reconcile the world and make human beings one family.</p>
<p>When an enemy tries to fight with me, the universe itself, he has to break the harmony of the universe. Hence at the moment he has the mind to fight with me, he is already defeated. There exists no measure of time - fast or slow</p>
<p>I am not teaching you how to move your feet. I am teaching you how to move your mind. I am not teaching you martial arts. I am teaching nonviolence.&#8221;<br />
&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Nah, kalau tidak harus pakai jurus, tidak harus pakai tehnik maka Aikido tidaklah berbeda dengan jalan spiritual lainnya, jalan pencerahan lainnya.</p>
<p>True enemy adalah di dalam diri sendiri, egoisme dan ini yang hendak dimenangkan melalui Aikido. Jalan spiritual lainnya, jalan pencerahan lainnya juga bicara hal demikian, jadi Aikido sama dengan jalan spiritual/pencerahan lainnya.<br />
Aikido adalah Budo, true Budo. </p>
<p>Budo adalah jalan perang, jalan beladiri.  Walau disebut jalan perang namun yang diperangi itu sebenarnya diri sendiri, oleh karena itu mind-set ke musuh (penyerang/uke) tidaklah pernah memerangi mereka. Tidak hendak memusnahkan mereka.</p>
<p>Kalau uke sudah menyerah/melepaskan koneksi (niat menyerang/melawan) maka nage tidak boleh menghajar atau meninju atau mencederai uke, punya niat untuk itu pun tidak boleh. Adalah salah apabila nage memililki niat menghajar, meninju atau mencederai uke yang sudah menyerah karena ini sudah dua kali salah dari ajarannya O’sensei. Sekali salah karena menghajar, kedua menghajar ketika menjadi harmoni (nage), harmoni tidak destruktif. </p>
<p>Uke menyerah bisa diwujudkan dengan menepuk tangan/kaki ke matras dan/atau melepaskan keinginan melawan, melepaskan koneksi. </p>
<p>Perlu diingat koneksi uke ke nage terjadi karena adanya niat destruktif dari uke, sehingga  uke tidak diminta untuk terus destruktif/melawan. </p>
<p>Kalau untuk menunjukkan/mempertahankan koneksi uke maka itu tidak ada gunanya karena ketika uke menyerah atau melepaskan koneksi maka selesailah tugas nage, selesailah “tugas” harmoni.</p>
<p>Yang tidak boleh putus koneksinya adalah nage, nage terus musubi dengan uke, terus memperhatikan uke.</p>
<p>Morihei Ueshiba berkata :<br />
pg. 26 - &#8220;True Budo is practiced not only to destroy an enemy, it must also make him, or his own will, gladly lose his spirit (seishin) to oppose you.&#8221;  (from &#8220;Budo Training in Aikido&#8221; written by Ueshiba Morihei - published in 1933).</p>
<p>“Not only to destroy an enemy” artinya tujuan utama true Budo bukanlah menghancurkan musuh walau bisa digunakan untuk itu. True Budo adalah untuk membuat lawan secara sukarela melepaskan keinginannya untuk melawan/menyerang.<br />
Kalau uke sudah menyerah/tidak melawan maka selesailah konflik di diri uke dan atas hal ini nage bersyukur.<br />
&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Bagaimana dengan fighting spirit ? tidak mudah menyerah walau dalam keadaan terjepit ?</p>
<p>Semangat tidak mudah menyerah hanya boleh dilatih atau dimiliki ketika Aikidoka menjadi nage bukan ketika jadi Uke. </p>
<p>Uke memberikan intensi, memberikan ki ke nage, agar nage bisa belajar, tapi uke TIDAK boleh belajar semangat pantang menyerah, kenapa ? karena :</p>
<p>1.	Uke adalah orang yang berada dalam posisi disharmoni, orang yang melawan universe. Dia memberikan dirinya alias berkorban menjadi posisi disharmoni. Posisi disharmoni tidak boleh dipertahankan terus menerus, karena itu posisi/semangat desktruktif.</p>
<p>2.	O’sensei bilang : the fight is finished before it is  begun. Perkelahian sebenarnya sudah selesai bahkan sebelum dimulai. Jadi uke tidak berlatih pantang menyerah, untuk apa ?</p>
<p>Pantang menyerah atau fighting spirit HARUS dilatih oleh nage, yakni yang berada dalam posisi harmoni. Walau tangan dipegang katate maupun ryokatate, walau leher tercekik, walau ada shomen atau yokomen yang mengancam, spirit tidak boleh menyerah.</p>
<p>Atau kalau dalam kehidupan nyata, walau cacat fisik, semangat berprestasi tidak boleh hilang, walau sudah ada vonis dokter semangat hidup harus tetap dipelihara dlsb.<br />
Aikido dari Budo, true Budo. Semangat mengalahkan diri sendiri harus ada, harus dipelihara, bukan semangat merusak/destruktif atau semangat disharmoni ketika menjadi uke.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Aiki no Kokoro (Jiwa dari Aiki) Bagian 2 by Rio</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/11/13/aiki-no-kokoro-jiwa-dari-aiki-bagian-2/#comment-103</link>
		<dc:creator>Rio</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 02:55:02 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/11/13/aiki-no-kokoro-jiwa-dari-aiki-bagian-2/#comment-103</guid>
		<description>paradoks itu bukan cuma ada di aikido tapi juga di tempat-tempat lainnya. ini bisa dilihat pada analogi jari yang menunjuk ke bulan. yang bisa menghalangi manusia sampai ke bulan adalah si jari yang menunjuk bulan itu yakni ketika si manusia lebih memilih jari daripada bulan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>paradoks itu bukan cuma ada di aikido tapi juga di tempat-tempat lainnya. ini bisa dilihat pada analogi jari yang menunjuk ke bulan. yang bisa menghalangi manusia sampai ke bulan adalah si jari yang menunjuk bulan itu yakni ketika si manusia lebih memilih jari daripada bulan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Aiki no Kokoro (Jiwa dari Aiki) Bagian 2 by Rio</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/11/13/aiki-no-kokoro-jiwa-dari-aiki-bagian-2/#comment-102</link>
		<dc:creator>Rio</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 02:52:35 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/11/13/aiki-no-kokoro-jiwa-dari-aiki-bagian-2/#comment-102</guid>
		<description>kami waza mendapatkan 'hambatan' dari dalam dirinya sendiri yakni formalisasi waza, penyeragaman waza, standarisasi waza atau yang disebut dengan kihon . inilah paradoks yang ada di aikido.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kami waza mendapatkan &#8216;hambatan&#8217; dari dalam dirinya sendiri yakni formalisasi waza, penyeragaman waza, standarisasi waza atau yang disebut dengan kihon . inilah paradoks yang ada di aikido.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Aikido: Kokoro No Budo by Rio</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/aikido-kokoro-no-budo/#comment-101</link>
		<dc:creator>Rio</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 02:44:33 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/aikido-kokoro-no-budo/#comment-101</guid>
		<description>Setiap orang dengan tidak bergantung pada keadaan fisiknya dapat mencapai “kekuatan” sejati dari Budo. Kekuatan sejati tidak datang dari tubuh melainkan dari hati atau “Kokoro” anda masing-masing.
-------

begitu sampai ke level no-touch, maka no-touch lah yang harus terus dilatih karena itulah yang sesuai dengan uraian di atas. latihan buat fisik didapatkan Aikidoka ketika menjadi uke.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap orang dengan tidak bergantung pada keadaan fisiknya dapat mencapai “kekuatan” sejati dari Budo. Kekuatan sejati tidak datang dari tubuh melainkan dari hati atau “Kokoro” anda masing-masing.<br />
&#8212;&#8212;-</p>
<p>begitu sampai ke level no-touch, maka no-touch lah yang harus terus dilatih karena itulah yang sesuai dengan uraian di atas. latihan buat fisik didapatkan Aikidoka ketika menjadi uke.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Efektifkah Aikido? by Iwan Kurniawan</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/efektifkah-aikido/#comment-100</link>
		<dc:creator>Iwan Kurniawan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 02:47:07 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/efektifkah-aikido/#comment-100</guid>
		<description>Dear Admin dan Bapak Alex,

Setuju sekali bila Aikido untuk kebutuhan praktis perlu untuk dimodifikasi karena banyaknya variasi serangan yang masuk dan dituntut untuk kreativitas tinggi untuk penyelesaian akhir suatu teknik.

Salam, 

Iwan Kurniawan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Admin dan Bapak Alex,</p>
<p>Setuju sekali bila Aikido untuk kebutuhan praktis perlu untuk dimodifikasi karena banyaknya variasi serangan yang masuk dan dituntut untuk kreativitas tinggi untuk penyelesaian akhir suatu teknik.</p>
<p>Salam, </p>
<p>Iwan Kurniawan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Untuk Apa Kita Belajar Aikido? by boni</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/06/11/untuk-apa-kita-belajar-aikido/#comment-99</link>
		<dc:creator>boni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 03:00:37 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/06/11/untuk-apa-kita-belajar-aikido/#comment-99</guid>
		<description>Belajar ilmu beladiri, seperti belajar matematika di universitas, kadang-kadang sering tergoda rasa ingin menonjolkan universitas mana yang paling baik.

Padahal intinya, kita belajar matematika. 
sebenarnya belajar matematika bisa dimana saja, bahkan di universitas yang mungkin tidak terkenal sama sekali.

Hasil belajar kita sangat tergantung dari diri kita sendiri : kesungguhan kita belajar, ketekunan kita belajar, semangat kita belajar, dan disiplin kita belajar.

Adalah lebih baik bagi kita untuk tidak tergoda untuk membanding-bandingkankan universitas mana yang lebih baik atau juga murid mana yang lebih menguasai matematika...

Masuklah ke dalam diri kita sendiri, tanyakan pada diri kita secara jujur apakah kita sudah belajar dengan sungguh-sungguh, apakah kita sudah belajar dengan tekun, ...semuanya hasilnya adalah untuk "keselarasan".

Hasil belajar kita bukan untuk dipertandingkan, tetapi untuk berkolaborasi dengan sesama dan alam menjadikan dunia tempat tinggal kita menjadi dunia yang lebih baik dan selaras.

Kalau memang anda tertarik dengan aikido dan mau belajar....tekunilah pilihan itu dan belajarlah dengan kesungguhan dan ketekunan, apapun hasilnya anda yang akan merasakannya dalam hati anda..

peace...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Belajar ilmu beladiri, seperti belajar matematika di universitas, kadang-kadang sering tergoda rasa ingin menonjolkan universitas mana yang paling baik.</p>
<p>Padahal intinya, kita belajar matematika.<br />
sebenarnya belajar matematika bisa dimana saja, bahkan di universitas yang mungkin tidak terkenal sama sekali.</p>
<p>Hasil belajar kita sangat tergantung dari diri kita sendiri : kesungguhan kita belajar, ketekunan kita belajar, semangat kita belajar, dan disiplin kita belajar.</p>
<p>Adalah lebih baik bagi kita untuk tidak tergoda untuk membanding-bandingkankan universitas mana yang lebih baik atau juga murid mana yang lebih menguasai matematika&#8230;</p>
<p>Masuklah ke dalam diri kita sendiri, tanyakan pada diri kita secara jujur apakah kita sudah belajar dengan sungguh-sungguh, apakah kita sudah belajar dengan tekun, &#8230;semuanya hasilnya adalah untuk &#8220;keselarasan&#8221;.</p>
<p>Hasil belajar kita bukan untuk dipertandingkan, tetapi untuk berkolaborasi dengan sesama dan alam menjadikan dunia tempat tinggal kita menjadi dunia yang lebih baik dan selaras.</p>
<p>Kalau memang anda tertarik dengan aikido dan mau belajar&#8230;.tekunilah pilihan itu dan belajarlah dengan kesungguhan dan ketekunan, apapun hasilnya anda yang akan merasakannya dalam hati anda..</p>
<p>peace&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Untuk Apa Kita Belajar Aikido? by boni</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/06/11/untuk-apa-kita-belajar-aikido/#comment-98</link>
		<dc:creator>boni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 02:44:41 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/06/11/untuk-apa-kita-belajar-aikido/#comment-98</guid>
		<description>Belajar aikido adalah belajar mengendalikan pikiran, belajar mengosongkan diri dan menyatukan diri kita dengan alam semesta. 

Kita diciptakan oleh Tuhan Sang Pencipta sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari alam semesta ini. 

Kita adalah bagian dari alam, 
Sebenarnya, pada awalnya hubungan antara manusia dengan alam selaras, tetapi dengan berbagai perkembangan yang diciptakan oleh manusia, keselarasan itu semakin tipis (berkurang).

Dengan belajar aikido kita kembali menyelaraskan diri dengan alam.

Keselarasan dengan alam bisa didekati dengan mengosongkan diri, mengendalikan diri, yang akan menghasilkan kerendahan hati.

Saya sendiri belajar aikido untuk menemukan hal-hal itu.

Kekuatan yang kita bangun dalam diri kita adalah kekuatan fisik dan ketahanan stamina untuk menjalani kehidupan agar menjadi lebih baik, kekuatan untuk mencintai baik kawan maupun lawan, kekuatan untuk memperhatikan yang tertindas dan terabaikan...tindakan-tidakan tersebut memerlukan kekuatan yang dibangun dengan keselarasan dengan alam semesta

Peace.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Belajar aikido adalah belajar mengendalikan pikiran, belajar mengosongkan diri dan menyatukan diri kita dengan alam semesta. </p>
<p>Kita diciptakan oleh Tuhan Sang Pencipta sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari alam semesta ini. </p>
<p>Kita adalah bagian dari alam,<br />
Sebenarnya, pada awalnya hubungan antara manusia dengan alam selaras, tetapi dengan berbagai perkembangan yang diciptakan oleh manusia, keselarasan itu semakin tipis (berkurang).</p>
<p>Dengan belajar aikido kita kembali menyelaraskan diri dengan alam.</p>
<p>Keselarasan dengan alam bisa didekati dengan mengosongkan diri, mengendalikan diri, yang akan menghasilkan kerendahan hati.</p>
<p>Saya sendiri belajar aikido untuk menemukan hal-hal itu.</p>
<p>Kekuatan yang kita bangun dalam diri kita adalah kekuatan fisik dan ketahanan stamina untuk menjalani kehidupan agar menjadi lebih baik, kekuatan untuk mencintai baik kawan maupun lawan, kekuatan untuk memperhatikan yang tertindas dan terabaikan&#8230;tindakan-tidakan tersebut memerlukan kekuatan yang dibangun dengan keselarasan dengan alam semesta</p>
<p>Peace&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Untuk Apa Kita Belajar Aikido? by boni</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/06/11/untuk-apa-kita-belajar-aikido/#comment-97</link>
		<dc:creator>boni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 02:30:27 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/06/11/untuk-apa-kita-belajar-aikido/#comment-97</guid>
		<description>mengendalikan pikiran kita, mengendalikan kata-kata kita, mengendalikan tindakan kita agar tidak merusak alam semesta dan tetap menjaga hubungan keharmonisan dengan alam dan sesama, adalah suatu suatu tindakan nyata yang berguna untuk masyarakat. 

Bayangkan kalau 50% dari seluruh penduduk melakukan hal seperti itu, dunia tempat tinggal kita akan menjadi dunia tempat tinggal yang mehyenangkan, bahagia, dan selaras baik antar sesama manusia, dan dengan alam.

Masalah yang kita hadapi sekarang ini memang masalah pengendalian pikiran....karena tidak setiap orang mengendalikan pikirannya (napsu duniawi sering kali lebih memegang peranan dalam mengendalikan pikiran kita, sehingga muncul kata-kata dan tidakan yang tidak selaras).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mengendalikan pikiran kita, mengendalikan kata-kata kita, mengendalikan tindakan kita agar tidak merusak alam semesta dan tetap menjaga hubungan keharmonisan dengan alam dan sesama, adalah suatu suatu tindakan nyata yang berguna untuk masyarakat. </p>
<p>Bayangkan kalau 50% dari seluruh penduduk melakukan hal seperti itu, dunia tempat tinggal kita akan menjadi dunia tempat tinggal yang mehyenangkan, bahagia, dan selaras baik antar sesama manusia, dan dengan alam.</p>
<p>Masalah yang kita hadapi sekarang ini memang masalah pengendalian pikiran&#8230;.karena tidak setiap orang mengendalikan pikirannya (napsu duniawi sering kali lebih memegang peranan dalam mengendalikan pikiran kita, sehingga muncul kata-kata dan tidakan yang tidak selaras).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Untuk Apa Kita Belajar Aikido? by sandra</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/06/11/untuk-apa-kita-belajar-aikido/#comment-96</link>
		<dc:creator>sandra</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 04:08:08 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/06/11/untuk-apa-kita-belajar-aikido/#comment-96</guid>
		<description>wahh...memang aikido mempunyai nilai-nilai filosofis yang sangat indah. namun, apakah komunitas aikido ini telah merasa melakukan hal yang berguna untuk masyarakat setelah belajar aikido? misalnya apa? 
tolong di jawab ya...hehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wahh&#8230;memang aikido mempunyai nilai-nilai filosofis yang sangat indah. namun, apakah komunitas aikido ini telah merasa melakukan hal yang berguna untuk masyarakat setelah belajar aikido? misalnya apa?<br />
tolong di jawab ya&#8230;hehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
