<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments for Aiki Kenkyukai</title>
	<link>http://www.aiki-kenkyukai.com</link>
	<description>Pusat Pendidikan Seni Bela Diri Aikido</description>
	<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 03:56:27 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>Comment on Aiki no Kokoro (Jiwa dari Aiki) Bagian 1 by hagni</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/10/01/aiki-no-kokoro-jiwa-dari-aiki-bagian-1/#comment-61</link>
		<dc:creator>hagni</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 17:52:24 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/10/01/aiki-no-kokoro-jiwa-dari-aiki-bagian-1/#comment-61</guid>
		<description>“tidak ada musuh dalam aikido saya” ini yang paling susah, klo  sudah berhadapan dengan lawan bawaannya emosi dan pengen ngalahin lawan, minimal njitak-lah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>“tidak ada musuh dalam aikido saya” ini yang paling susah, klo  sudah berhadapan dengan lawan bawaannya emosi dan pengen ngalahin lawan, minimal njitak-lah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Dunia Nyata dan Lingkungan Dojo. by raini munti</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/31/dunia-nyata-dan-lingkungan-dojo/#comment-60</link>
		<dc:creator>raini munti</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 05:01:05 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/31/dunia-nyata-dan-lingkungan-dojo/#comment-60</guid>
		<description>awalnya gw ikut aikido cm bwt olahraga aj, sblmny gw jg pnh dger aikido dan soal filosofiny yg beda dgn bela diri laen yakni memanfaatkan tenaga lawan, artinya aikido itu g nyari mslh. stlh bnr2 terjun k dlm aikido tnyt bkn hy utk bela diri, tpi jg mlatih mentalitas pribadi spt tdk egois, sombong, sok tahu. aikido melatih kita utk menahan emosi..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>awalnya gw ikut aikido cm bwt olahraga aj, sblmny gw jg pnh dger aikido dan soal filosofiny yg beda dgn bela diri laen yakni memanfaatkan tenaga lawan, artinya aikido itu g nyari mslh. stlh bnr2 terjun k dlm aikido tnyt bkn hy utk bela diri, tpi jg mlatih mentalitas pribadi spt tdk egois, sombong, sok tahu. aikido melatih kita utk menahan emosi..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Tahap -Tahap Harmonisasi by sumarman</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/tahap-tahap-harmonisasi/#comment-58</link>
		<dc:creator>sumarman</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 19:49:52 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/tahap-tahap-harmonisasi/#comment-58</guid>
		<description>Dalam Islam, seorang manusia terdiri dari 3 (tiga) unsur, yaitu jasad (hardware), roh (software) dan jiwa (brainware). Manusia hidup (bergerak dengan sadar) jika ketiga unsur tersebut menyatu; manusia tidur (tidak sadar) ketika jiwanya diambil oleh Allah SWT (Al-Qur'an Surah Az-Zumar ayat 42); dan manusia mati ketika Allah memisahkan ketiganya (Al-Qur'an Surah As-Sajdah ayat 11).
Dengan demikian, jelaslah bahwa yang dimaksud dengan pengendalian diri adalah MELATIH JIWA sehingga dapat menjadi jiwa yang tenang, dan hanya jiwa yang tenang yang akan masuk ke dalam Surga Allah; dan untuk bisa tenang adalah dengan selalu ingat kepada Allah (dengan memikirkan alam semesta).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam Islam, seorang manusia terdiri dari 3 (tiga) unsur, yaitu jasad (hardware), roh (software) dan jiwa (brainware). Manusia hidup (bergerak dengan sadar) jika ketiga unsur tersebut menyatu; manusia tidur (tidak sadar) ketika jiwanya diambil oleh Allah SWT (Al-Qur&#8217;an Surah Az-Zumar ayat 42); dan manusia mati ketika Allah memisahkan ketiganya (Al-Qur&#8217;an Surah As-Sajdah ayat 11).<br />
Dengan demikian, jelaslah bahwa yang dimaksud dengan pengendalian diri adalah MELATIH JIWA sehingga dapat menjadi jiwa yang tenang, dan hanya jiwa yang tenang yang akan masuk ke dalam Surga Allah; dan untuk bisa tenang adalah dengan selalu ingat kepada Allah (dengan memikirkan alam semesta).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on “Ai” Harmonisasi by sumarman</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/%e2%80%9cai%e2%80%9d-harmonisasi/#comment-57</link>
		<dc:creator>sumarman</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 19:30:42 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/%e2%80%9cai%e2%80%9d-harmonisasi/#comment-57</guid>
		<description>Harmonisasi alam akan selalu terjaga, karena tidak ada satupun makhluk di alam semesta ini yang melanggar kodratnya masing-masing. Harmonisasi manusia masih perlu kita pertanyakan, kenapa? Listrik alam adalah DC (searah), sedangkan listrik manusia adalah AC (bolak balik). Oleh karena itu, kemenangan bagi seorang manusia adalah ketika dia mampu menyesuaikan listrik ACnya dengan medan-medan listrik yang ada disekitarnya, baik yang dikeluarkan oleh alam (DC) maupun oleh   manusia lainnya (AC). Untuk itu, manusia dituntut untuk dapat BERADAPTASI dengan mendeteksi seberapa besar voltase/ohm/watt medan listrik yang ada disekitarnya. Medan listrik tersebut dalam kehidupan sehari-hari dapat berwujud apapun, oleh karena itu, manusia juga dituntut untuk dapat menterjemahkan wujud tersebut ke dalam angka-angka volt/ohm/watt. 
Apa yang terjadi jika seseorang sedang emosi (tegangan tinggi) dan kita juga melakukan hal yang sama (tegangan tinggi)? pastilah kerusakan akan terjadi, kenapa tidak kita pasang kabel ground aja (pelampiasan yang positif dan benar) dengan begitu kelebihan tegangan akan turun dengan sangat drastis, tidak terjadi kerusakan dan semua senang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Harmonisasi alam akan selalu terjaga, karena tidak ada satupun makhluk di alam semesta ini yang melanggar kodratnya masing-masing. Harmonisasi manusia masih perlu kita pertanyakan, kenapa? Listrik alam adalah DC (searah), sedangkan listrik manusia adalah AC (bolak balik). Oleh karena itu, kemenangan bagi seorang manusia adalah ketika dia mampu menyesuaikan listrik ACnya dengan medan-medan listrik yang ada disekitarnya, baik yang dikeluarkan oleh alam (DC) maupun oleh   manusia lainnya (AC). Untuk itu, manusia dituntut untuk dapat BERADAPTASI dengan mendeteksi seberapa besar voltase/ohm/watt medan listrik yang ada disekitarnya. Medan listrik tersebut dalam kehidupan sehari-hari dapat berwujud apapun, oleh karena itu, manusia juga dituntut untuk dapat menterjemahkan wujud tersebut ke dalam angka-angka volt/ohm/watt.<br />
Apa yang terjadi jika seseorang sedang emosi (tegangan tinggi) dan kita juga melakukan hal yang sama (tegangan tinggi)? pastilah kerusakan akan terjadi, kenapa tidak kita pasang kabel ground aja (pelampiasan yang positif dan benar) dengan begitu kelebihan tegangan akan turun dengan sangat drastis, tidak terjadi kerusakan dan semua senang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Dunia Nyata dan Lingkungan Dojo. by sumarman</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/31/dunia-nyata-dan-lingkungan-dojo/#comment-56</link>
		<dc:creator>sumarman</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 19:01:43 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/31/dunia-nyata-dan-lingkungan-dojo/#comment-56</guid>
		<description>Keselamatan seseorang terletak pada bagaimana cara dia menjaga lidahnya. semakin kasar apa yang kita ucapkan maka lawan bicara akan lebih kasar lagi dari apa yang kita ucapkan, semakin lembut yang kita ucapkan maka lawan bicara akan lebih lembut lagi dari apa yang kita ucapkan. Karena konsep KONFLIK adalah lakukan yang sama dan lebih, sedangkan konsep KOOPERATIF adalah lakukan pekerjaan sesuai dengan keahliannya masing-masing. Dalam hal ini, Aikido lebih cenderung pada konsep kooperatif, di mana uke terlalu banyak mengeluarkan tenaga dan emosi, sementara nage hanya menggunakan tenaga seperlunya dan tenang. Ketenangan (sabar) dapat dilakukan hanya dengan perhitungan yang matang (shalat), karena itu jadikanlah sabar dan shalat sebagai alat bantu dalam menghadapi apapun.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Keselamatan seseorang terletak pada bagaimana cara dia menjaga lidahnya. semakin kasar apa yang kita ucapkan maka lawan bicara akan lebih kasar lagi dari apa yang kita ucapkan, semakin lembut yang kita ucapkan maka lawan bicara akan lebih lembut lagi dari apa yang kita ucapkan. Karena konsep KONFLIK adalah lakukan yang sama dan lebih, sedangkan konsep KOOPERATIF adalah lakukan pekerjaan sesuai dengan keahliannya masing-masing. Dalam hal ini, Aikido lebih cenderung pada konsep kooperatif, di mana uke terlalu banyak mengeluarkan tenaga dan emosi, sementara nage hanya menggunakan tenaga seperlunya dan tenang. Ketenangan (sabar) dapat dilakukan hanya dengan perhitungan yang matang (shalat), karena itu jadikanlah sabar dan shalat sebagai alat bantu dalam menghadapi apapun.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Awase: Menyatukan Diri Dengan Segala Sesuatu by sumarman</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/awase-menyatukan-diri-dengan-segala-sesuatu/#comment-55</link>
		<dc:creator>sumarman</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 18:42:08 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/awase-menyatukan-diri-dengan-segala-sesuatu/#comment-55</guid>
		<description>Saya seorang Muslim, konsep awase pada Aikido dalam agama Islam biasanya kami sebut Tauhid. Namun, sedikit sekali yang dapat memahami konsep tauhid dalam kehidupan, karena sebagian besar memahami bahwa konsep tauhid hanya berkaitan dengan Allah (Tuhan Yang Maha Esa), padahal sudah jelas bahwa Tauhid berasal dari kata Wahhada yang berarti penyatuan, bagaimana Allah menyatukan siang dan malam, langit dan bumi, daratan dan lautan, air tawar dan air asin, hewan dan tumbuhan, dst. Keseimbangan hanya dapat tercipta jika semuanya mau manahan diri untuk ANTRI dan menunggu gilirannya dengan sabar dan tenang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya seorang Muslim, konsep awase pada Aikido dalam agama Islam biasanya kami sebut Tauhid. Namun, sedikit sekali yang dapat memahami konsep tauhid dalam kehidupan, karena sebagian besar memahami bahwa konsep tauhid hanya berkaitan dengan Allah (Tuhan Yang Maha Esa), padahal sudah jelas bahwa Tauhid berasal dari kata Wahhada yang berarti penyatuan, bagaimana Allah menyatukan siang dan malam, langit dan bumi, daratan dan lautan, air tawar dan air asin, hewan dan tumbuhan, dst. Keseimbangan hanya dapat tercipta jika semuanya mau manahan diri untuk ANTRI dan menunggu gilirannya dengan sabar dan tenang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Manfaat Aikido Bagi Saya by zulverdi</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/07/12/manfaat-aikido-bagi-saya/#comment-53</link>
		<dc:creator>zulverdi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 00:22:18 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/07/12/manfaat-aikido-bagi-saya/#comment-53</guid>
		<description>Seni Bela diri ini memerlukan kecerdasan, kerendahan hati, kedisiplinan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Seni Bela diri ini memerlukan kecerdasan, kerendahan hati, kedisiplinan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ukemi by raini munti</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/ukemi/#comment-52</link>
		<dc:creator>raini munti</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 04:03:29 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/ukemi/#comment-52</guid>
		<description>gw mrs ksulitan mjd uke,. dg mbc ini smoga bs mjd inspirasi yg baik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gw mrs ksulitan mjd uke,. dg mbc ini smoga bs mjd inspirasi yg baik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengalaman Berlatih Aikido by chris</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/10/01/pengalaman-berlatih-aikido/#comment-51</link>
		<dc:creator>chris</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 18:49:56 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/10/01/pengalaman-berlatih-aikido/#comment-51</guid>
		<description>Teman-teman Aikidoka..saya sebetulnya ingin berbagi pengalaman..namun karena lum tahu posting kemana jadi ya disini saja… saya baru saja berlatih aikido..masi awam banget..baru 6 bulan..sekarang ini saya mulai merasakan kesulitan..sulitnya itu bukan latihan di dojo, tapi dikehidupan sehari-hari. Yang paling sulit adalah untuk membentuk pikiran dan kerendahan hati yang benar yang kemudian bisa digunakan dalam mempelajari aikido dan kehidupan sehari-hari..pernah saya mencoba untuk menjajal ke dojo lain, namun tampaknya saya salah dalam menempatkan diri, hati, dan pikiran karena pernah belajar di dojo says..yang ada malah kesombongan saya dengan merasa lbh baik dan lbh mengerti aikido..padahal saya tidak lbh baik dari siapapun dan tidak lbh mengerti dari siapapun. Hasilny, saya tidak cuma malu tapi juga menyakiti hati teman saya. SAya jadi tertegur, saya ini belum apa-apa. Malu rasanya mengingat saat itu..Namun hari itu saya jadi ingat satu ajaran yang dulu Pernah saya baca dalam buku The Spiritual Foundation of Aikido, teNtang 10 evil of samurai..teman sebagai manusia kita sering kali sok tahu padahal tidak tahu, mengerti padahal tidak mengerti, dan yang terparah kita sombong dengan hal tersebut. Hari itu saya diajarkan hal tersebut..semoga pengalaman saya berguna bagi teman-teman Aikidoka. pada kesempatan ini saya juga ingin Minta maaf kepada Sensei saya karena telah membuat malu dan juga kepada Sensei dojo yang saya datangi atas kesombongan saya datang ke dojo Sensei juga kepada teman yang sudah saya sakiti.Trims, Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Teman-teman Aikidoka..saya sebetulnya ingin berbagi pengalaman..namun karena lum tahu posting kemana jadi ya disini saja… saya baru saja berlatih aikido..masi awam banget..baru 6 bulan..sekarang ini saya mulai merasakan kesulitan..sulitnya itu bukan latihan di dojo, tapi dikehidupan sehari-hari. Yang paling sulit adalah untuk membentuk pikiran dan kerendahan hati yang benar yang kemudian bisa digunakan dalam mempelajari aikido dan kehidupan sehari-hari..pernah saya mencoba untuk menjajal ke dojo lain, namun tampaknya saya salah dalam menempatkan diri, hati, dan pikiran karena pernah belajar di dojo says..yang ada malah kesombongan saya dengan merasa lbh baik dan lbh mengerti aikido..padahal saya tidak lbh baik dari siapapun dan tidak lbh mengerti dari siapapun. Hasilny, saya tidak cuma malu tapi juga menyakiti hati teman saya. SAya jadi tertegur, saya ini belum apa-apa. Malu rasanya mengingat saat itu..Namun hari itu saya jadi ingat satu ajaran yang dulu Pernah saya baca dalam buku The Spiritual Foundation of Aikido, teNtang 10 evil of samurai..teman sebagai manusia kita sering kali sok tahu padahal tidak tahu, mengerti padahal tidak mengerti, dan yang terparah kita sombong dengan hal tersebut. Hari itu saya diajarkan hal tersebut..semoga pengalaman saya berguna bagi teman-teman Aikidoka. pada kesempatan ini saya juga ingin Minta maaf kepada Sensei saya karena telah membuat malu dan juga kepada Sensei dojo yang saya datangi atas kesombongan saya datang ke dojo Sensei juga kepada teman yang sudah saya sakiti.Trims, Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Efektifkah Aikido? by HASNAN</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/efektifkah-aikido/#comment-49</link>
		<dc:creator>HASNAN</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 10:43:34 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/efektifkah-aikido/#comment-49</guid>
		<description>Dalam memberikan jawaban terhadap pertanyaan : Apakah Aikido Efektif ?. Pertama sekali yang harus kita lakukan adalah bertanya : Efektif sebagai apa? Bela diri? Olah raga untuk kesehatan ?, dll.Mungkin kita tanpa sadar telah terjebak dalam pengalaman kita sehari-hari. Sejarah telah mencatat bahwa keunggulan teknik tidak selalu membawa kemenangan. Dalam salah satu episode sejarah, di Jepang, terjadi pertarungan antara Sasaki Kojiro dengan Miyamoto Mushasi. Dalam pertemuan sebelum pertarungan antara  keduanya, Mushasi dapat merasakan kedalaman teknik Kojiro, tetapi Mushasi tidak pernah merasakan akan kalah bila pertarungan terjadi. Puncaknya dalam pertarungan di sebuah pulau, Mushasi mengakui keunggulan dan ketinggian teknik lawannya. Tetapi sejarah telah mencatat bahwa Mushasi memenangkan pertarungan itu. Ketinggian dan kedahsyatan teknik Kojiro tidak mampu mengalahkan spirit yang dimiliki oleh Mushasi. Spirit dan pengalamannya mengantarkan Mushasi pada pemahaman tentang olah jiwa. Mushasi menjadikan jalan pedang yang dipilihnya sebagai pengasah jiwanya. Mari kita lihat Aikido apa adanya, teknik dan spirit yang dijelaskan secara filosofi. Seiring dengan perjalanan waktu, kita akan menyadari bukan kemenangangan dalam pertarungan itu yang hendak dicapai. Aikido seharusnyalah menjadikan praktisinya lebih lembut. Sewaktu ia membanting, bantingan itu bukanlah bantingan yang penuh   kebencian. Kalau ia melakukan bantingan itu dengan kebencian, maka berarti ia tidak mampu mengendalikan jiwanya. Aikido itu hendak menjelaskan bahwa Yang Maha Kuasa itu mempunyai sifat Jamal &#38; Jalal, Maskulin &#38; Feminin, Universal &#38; Parsial serta Hukum II Termodinamika.
Bila kita masuk kedalam "dunia ini" maka pertanyaan "Efektifkah Aikido" memang tidak relevan. Tanyakan saja kepada olah raga yang lain.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam memberikan jawaban terhadap pertanyaan : Apakah Aikido Efektif ?. Pertama sekali yang harus kita lakukan adalah bertanya : Efektif sebagai apa? Bela diri? Olah raga untuk kesehatan ?, dll.Mungkin kita tanpa sadar telah terjebak dalam pengalaman kita sehari-hari. Sejarah telah mencatat bahwa keunggulan teknik tidak selalu membawa kemenangan. Dalam salah satu episode sejarah, di Jepang, terjadi pertarungan antara Sasaki Kojiro dengan Miyamoto Mushasi. Dalam pertemuan sebelum pertarungan antara  keduanya, Mushasi dapat merasakan kedalaman teknik Kojiro, tetapi Mushasi tidak pernah merasakan akan kalah bila pertarungan terjadi. Puncaknya dalam pertarungan di sebuah pulau, Mushasi mengakui keunggulan dan ketinggian teknik lawannya. Tetapi sejarah telah mencatat bahwa Mushasi memenangkan pertarungan itu. Ketinggian dan kedahsyatan teknik Kojiro tidak mampu mengalahkan spirit yang dimiliki oleh Mushasi. Spirit dan pengalamannya mengantarkan Mushasi pada pemahaman tentang olah jiwa. Mushasi menjadikan jalan pedang yang dipilihnya sebagai pengasah jiwanya. Mari kita lihat Aikido apa adanya, teknik dan spirit yang dijelaskan secara filosofi. Seiring dengan perjalanan waktu, kita akan menyadari bukan kemenangangan dalam pertarungan itu yang hendak dicapai. Aikido seharusnyalah menjadikan praktisinya lebih lembut. Sewaktu ia membanting, bantingan itu bukanlah bantingan yang penuh   kebencian. Kalau ia melakukan bantingan itu dengan kebencian, maka berarti ia tidak mampu mengendalikan jiwanya. Aikido itu hendak menjelaskan bahwa Yang Maha Kuasa itu mempunyai sifat Jamal &amp; Jalal, Maskulin &amp; Feminin, Universal &amp; Parsial serta Hukum II Termodinamika.<br />
Bila kita masuk kedalam &#8220;dunia ini&#8221; maka pertanyaan &#8220;Efektifkah Aikido&#8221; memang tidak relevan. Tanyakan saja kepada olah raga yang lain.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Aiki Q&#038;A by alex</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/aiki-qa/#comment-43</link>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 13:19:52 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/aiki-qa/#comment-43</guid>
		<description>Sensei, saya bersedia kosongkan cangkir saya yang penuh ini. Tolong berikan nasihat untuk melatih Aikido yang baik!

Terima Kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sensei, saya bersedia kosongkan cangkir saya yang penuh ini. Tolong berikan nasihat untuk melatih Aikido yang baik!</p>
<p>Terima Kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Efektifkah Aikido? by bambang ali</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/efektifkah-aikido/#comment-42</link>
		<dc:creator>bambang ali</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Feb 2008 17:59:51 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/efektifkah-aikido/#comment-42</guid>
		<description>dear pak Alex,

Saya setuju dengan pendapat anda. Aikido TIDAK EFEKTIF untuk orang yang tidak mendisplinkan dirinya dengan benar(untuk menguasai, memahami, dan memaknai prinsip) dan tidak membuka pikirannya (setelah prinsip BENAR-BENAR diraih).

prinsip bermula dari sesuatu yang bersifat teoritis dan (mungkin) baku). Praktis adalah sifat kebergunaan (atau bisa digunakannya) prinsip / teori dalam memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Praktisi aikido tentu pertama kali harus faham tentang aikido di kelas (bisa dojo ataupun pengalaman langsung) untuk bisa mengaplikasi aikido (secara konsep, tehnik, filosofi) di kehidupan nyata.

saya memakai analogi sebagai berikut.

Seorang pengacara tentu harus faham ilmu hukum di yang dipelajari secara formal di universitas. setelah lulus kuliah, lalu magang, untuk mulai bersinggungan dengan kasus-kasus nyata (bukan cuma kasus simulasi dan ujian semesteran di bangku kuliah). 

ketika seseorang telah syah menjadi pengacara, ilmunya akan teruji dengan kasus nyata. Efektif atau tidak semua ranah ilmu hukum akan tergantung kreatifitas si pengacara baru.

Di sini terdapat penalaran, bahwa seorang praktisi hukum haruslah mendisiplinkan dirinya dengan ilmu hukun dengan pemahaman yang baik, sebelum dia "turun gunung" beraksi di meja hijau.

Aikido di dalam dojo adalah ilmu baku. praktisi aikido tidak boleh membuat penyimpangan terhadap kebakuan yang telah diajarkan. dalam kondisi baku, semua bisa terprediksi dan diikuti alurnya, sehingga semua plot tehnik berjalan dnegan baik.

dalam aplikasi, tidak ada kepastian tentang hal yang baku. Praktisi akan harus belajar untuk menghadapi ketidak bakuan (dalam hal ini beragamnya jenis serangan) sehingga mampu mengadaptasikan ilmu bakunya untuk keperluan aplikatif.

Kunci keefektifan aikido di dua ranah yang berbeda ini tentu tidak sama. Meskipun tentu saja, satu kunci efektif di satu ranah (dojo) harus dipegang terlebih dahulu sebelum berjuang untuk mendapatkan kunci kefektifan aikido di ranah aplikatif.

Salam damai

bambangaiki@yahoo.com


di dalam aplikasi nyata,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dear pak Alex,</p>
<p>Saya setuju dengan pendapat anda. Aikido TIDAK EFEKTIF untuk orang yang tidak mendisplinkan dirinya dengan benar(untuk menguasai, memahami, dan memaknai prinsip) dan tidak membuka pikirannya (setelah prinsip BENAR-BENAR diraih).</p>
<p>prinsip bermula dari sesuatu yang bersifat teoritis dan (mungkin) baku). Praktis adalah sifat kebergunaan (atau bisa digunakannya) prinsip / teori dalam memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Praktisi aikido tentu pertama kali harus faham tentang aikido di kelas (bisa dojo ataupun pengalaman langsung) untuk bisa mengaplikasi aikido (secara konsep, tehnik, filosofi) di kehidupan nyata.</p>
<p>saya memakai analogi sebagai berikut.</p>
<p>Seorang pengacara tentu harus faham ilmu hukum di yang dipelajari secara formal di universitas. setelah lulus kuliah, lalu magang, untuk mulai bersinggungan dengan kasus-kasus nyata (bukan cuma kasus simulasi dan ujian semesteran di bangku kuliah). </p>
<p>ketika seseorang telah syah menjadi pengacara, ilmunya akan teruji dengan kasus nyata. Efektif atau tidak semua ranah ilmu hukum akan tergantung kreatifitas si pengacara baru.</p>
<p>Di sini terdapat penalaran, bahwa seorang praktisi hukum haruslah mendisiplinkan dirinya dengan ilmu hukun dengan pemahaman yang baik, sebelum dia &#8220;turun gunung&#8221; beraksi di meja hijau.</p>
<p>Aikido di dalam dojo adalah ilmu baku. praktisi aikido tidak boleh membuat penyimpangan terhadap kebakuan yang telah diajarkan. dalam kondisi baku, semua bisa terprediksi dan diikuti alurnya, sehingga semua plot tehnik berjalan dnegan baik.</p>
<p>dalam aplikasi, tidak ada kepastian tentang hal yang baku. Praktisi akan harus belajar untuk menghadapi ketidak bakuan (dalam hal ini beragamnya jenis serangan) sehingga mampu mengadaptasikan ilmu bakunya untuk keperluan aplikatif.</p>
<p>Kunci keefektifan aikido di dua ranah yang berbeda ini tentu tidak sama. Meskipun tentu saja, satu kunci efektif di satu ranah (dojo) harus dipegang terlebih dahulu sebelum berjuang untuk mendapatkan kunci kefektifan aikido di ranah aplikatif.</p>
<p>Salam damai</p>
<p><a href="mailto:bambangaiki@yahoo.com">bambangaiki@yahoo.com</a></p>
<p>di dalam aplikasi nyata,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Efektifkah Aikido? by Alex</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/efektifkah-aikido/#comment-41</link>
		<dc:creator>Alex</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 04:32:57 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/efektifkah-aikido/#comment-41</guid>
		<description>Salam hormat saya untuk Admin dan bapak Bambang Ali Utomo.

Izinkan'lah saya, Alex, seorang pemula dalam Aikido (baru 2 tahun) ini ikut sedikit berkomentar.

Izinkan pula saya untuk mengutip pepatah cina “Jangan engkau menilai sesuatu sebelum engkau menjadi ahli dibidang itu”

Saya amat suka dengan pepatah ini, mungkin saya masih teralu muda untuk dapat ikut serta berkomentar dalam topik ini, karena menimbang pengalaman saya latihan baru dua tahun saja dan baru membaca sekitar 4 buku tentang Aikido salah satunya yang ditulis oleh Bapak Bambang Ali Utomo.

Tapi menurut pengalaman saya setelah cukup mahir di salah satu bidang, sebut saja bidang X. Semua buku wajib untuk menguasai bidang X itu terasa tidak memberikan solusi efektif untuk kebutuhan saya yang terkait dengan di bidang ini. Ini mungkin terkait dengan meningkatnya penguasaan saya di bidang X ini.  Saya semakin kegilaan untuk mencari sumber lain yang lebih advance, namun belum berhasil ditemui. Semua sumber baru setelah disimak sejenak sudah dapat dengan mudah ditelaah oleh saya karena dalam pandangan saya teralu standar. 

Pada titik ini saya telah kehabisan sumber.

Lalu saya bertanya pada diri saya sendiri, "Apakah cuman sampai disini kemampuan bidang X yang saya geluti?"

Pertanyaan itu begitu menggila dalam pikiran saya dalam beberapa pekan hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk berani berkreatif. Dan hanya itu kekuatan saya sampai saat ini, hanya berkreatif terus dan terus..sepertinya saya ingin mencapai puncak2 tertinggi dalam bidang X ini, tapi tanpa pernah saya ketahui dimana puncak tertinggi itu.

Saya sepakat dengan bapak Bambang "waza dalam perspektif dojo tidak AKAN efektif dalam persepektif keperluan praktis. perlu MODIFIKASI untuk bisa dikatakan efektif."

Dan proses Modifikasi dalam pandangan saya ialah proses Kreatif seperti pengalaman saya dalam Bidang X tadi. Namun dalam padangan saya proses Kreatif tidak seberapa penting dibandingkan dengan menguasai prinsip dasarnya terlebih dahulu.

Proses kreatif itu kuncinya cukup dengan membuka dan menerima diri kita dengan keberadaannya. Dengan keberadaanya maksudnya ialah dengan pemahannya terhadap prinsip, kondisinya, dan lain sebagainya.


Lalu Efektifkah Aikido?
(Dengan membandingkan pengalaman saya dibidang X terhadap Aikido)

Aikido TIDAK EFEKTIF untuk orang yang tidak mendisplinkan dirinya dengan benar(untuk menguasai, memahami, dan memaknai prinsip) dan tidak membuka pikirannya (setelah prinsip BENAR-BENAR diraih).


Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam hormat saya untuk Admin dan bapak Bambang Ali Utomo.</p>
<p>Izinkan&#8217;lah saya, Alex, seorang pemula dalam Aikido (baru 2 tahun) ini ikut sedikit berkomentar.</p>
<p>Izinkan pula saya untuk mengutip pepatah cina “Jangan engkau menilai sesuatu sebelum engkau menjadi ahli dibidang itu”</p>
<p>Saya amat suka dengan pepatah ini, mungkin saya masih teralu muda untuk dapat ikut serta berkomentar dalam topik ini, karena menimbang pengalaman saya latihan baru dua tahun saja dan baru membaca sekitar 4 buku tentang Aikido salah satunya yang ditulis oleh Bapak Bambang Ali Utomo.</p>
<p>Tapi menurut pengalaman saya setelah cukup mahir di salah satu bidang, sebut saja bidang X. Semua buku wajib untuk menguasai bidang X itu terasa tidak memberikan solusi efektif untuk kebutuhan saya yang terkait dengan di bidang ini. Ini mungkin terkait dengan meningkatnya penguasaan saya di bidang X ini.  Saya semakin kegilaan untuk mencari sumber lain yang lebih advance, namun belum berhasil ditemui. Semua sumber baru setelah disimak sejenak sudah dapat dengan mudah ditelaah oleh saya karena dalam pandangan saya teralu standar. </p>
<p>Pada titik ini saya telah kehabisan sumber.</p>
<p>Lalu saya bertanya pada diri saya sendiri, &#8220;Apakah cuman sampai disini kemampuan bidang X yang saya geluti?&#8221;</p>
<p>Pertanyaan itu begitu menggila dalam pikiran saya dalam beberapa pekan hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk berani berkreatif. Dan hanya itu kekuatan saya sampai saat ini, hanya berkreatif terus dan terus..sepertinya saya ingin mencapai puncak2 tertinggi dalam bidang X ini, tapi tanpa pernah saya ketahui dimana puncak tertinggi itu.</p>
<p>Saya sepakat dengan bapak Bambang &#8220;waza dalam perspektif dojo tidak AKAN efektif dalam persepektif keperluan praktis. perlu MODIFIKASI untuk bisa dikatakan efektif.&#8221;</p>
<p>Dan proses Modifikasi dalam pandangan saya ialah proses Kreatif seperti pengalaman saya dalam Bidang X tadi. Namun dalam padangan saya proses Kreatif tidak seberapa penting dibandingkan dengan menguasai prinsip dasarnya terlebih dahulu.</p>
<p>Proses kreatif itu kuncinya cukup dengan membuka dan menerima diri kita dengan keberadaannya. Dengan keberadaanya maksudnya ialah dengan pemahannya terhadap prinsip, kondisinya, dan lain sebagainya.</p>
<p>Lalu Efektifkah Aikido?<br />
(Dengan membandingkan pengalaman saya dibidang X terhadap Aikido)</p>
<p>Aikido TIDAK EFEKTIF untuk orang yang tidak mendisplinkan dirinya dengan benar(untuk menguasai, memahami, dan memaknai prinsip) dan tidak membuka pikirannya (setelah prinsip BENAR-BENAR diraih).</p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Editorial November&#8217;06 by Dedi Warda</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/editorial-november06/#comment-31</link>
		<dc:creator>Dedi Warda</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2007 04:02:09 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/editorial-november06/#comment-31</guid>
		<description>Budo menurut saya memiliki makna yang luas dan universal yang dapat kita aplikasikan dimananapun kita berada dan beraktivitas sebagai jalan memberi makna dalam kehidupan di dunia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Budo menurut saya memiliki makna yang luas dan universal yang dapat kita aplikasikan dimananapun kita berada dan beraktivitas sebagai jalan memberi makna dalam kehidupan di dunia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Efektifkah Aikido? by bambang ali utomo</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/efektifkah-aikido/#comment-30</link>
		<dc:creator>bambang ali utomo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Oct 2007 16:19:24 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.aiki-kenkyukai.com/2007/03/03/efektifkah-aikido/#comment-30</guid>
		<description>dear, aikikenkyukai admins,

saya sangat tertarik membaca artikel ini.

saya ingin memberikan sedikit pendapat terhadap artikel ini, namun ada baiknya saya memperkenalkan diri saya.

nama saya bambang ali utomo, saya praktisi aikido indonesia aikikai dari solo. saya baru mengenal aikido 10 tahun terakhir.

EFEKTIF ? TIDAK EFEKTIF --- AIKIDO ITU?

menurut saya, jawabannya tergantung konteks situasinya.
saya akan membagi 3 konteks situasi pembelaan diri menjadi:
1. praktik bela diri aikido di dojo.
2. praktik bela diri aikido untuk keperluan praktis.
3. praktik bela diri aikido untuk pertandingan (karena aikido tidak dipertandingkan, saya tidak akan membahas ini).

1. praktik beladiri di dojo.
aikido pasti akan sangat efektif di dalam dojo, dimana setiap orang dianjurkan mencari harmoni dengan semua rekan berlatih. sangat tidak sopan jika didalam dojo seorang uke mengerjai nage, atau kohei mengerjai sempai, apalagi deshi dengan sensei. 

semua tehnik, menurut skenarionya masing-masing, PASTI akan berjalan dengan baik.


2. praktik bela diri aikido untuk keperluan praktis.

saya berpendapat, tehnik kihon ataupun oyo waza sekalipun yang secara baku dilatih di dalam dojo, akan sulit beradaptasi dengan keperluan praktis.

contoh:
1. praktisi tidak akan bisa memakai tehnik tanto tski kotegaeshi ala dojo dalam situasi penodongan/penusukan dalam kereta, dimana praktisi tidak akan sempat melakukan tenkan, atau irimi terlebih dahulu sebelum mengeksekusi kotegaeshi.

2. penodongan pisau di mobil. seorang praktisi aikido (pengemudi taksi misalnya) yang sedang berada dibelakang kemudi dan di todong lehernya dengan pisau dari belakang disertai ancaman perampokan.
tentu, tehnik semacam sankyou, atau sihonage tidak mungkin dieksekusi dalam keadaan duduk dibelakang setir mobil.

3. penodongan pistol. ada banyak arah penodongan pistol. depan, nelakang, samping. tehnik aikido apapun yang akan dieksekusi, maka tentunya sebaiknya dilakukan dalam hitungan 1 atau 2 detik untuk pelumpuhan pistol sebelum kalah timing dengan penarikan pelatuk.

menurut hemat saya, tehnik aikido baku di dalam dojo akan sulit sekali bekerja di sini. sehingga perlu modifikasi dari sekadar tehnik baku yang wajib diujikan.

mengapa saya lontarkan hal ini, saya adalah pecinta aikido, dan saya merasa bahwa tehnik aikido yang pernah saya lihat, pernah diajarkan oleh sensei saya, atau yang saya lihat diberbagai seminar, hanya berkutat di kolam "dojo" [baca: sekolah aikido].

karena kecintaan saya terhadap aikido, saya merasa harus jujur kepada diri saya sendiri bahwa aikido "baku" di dalam dojo memiliki banyak kelemahan dilihat dari sisi kebutuhan praktis.

karenanya saya mulai melihat aikido dari sudut pandang orang di luar aikido, atau dari kacamata bela diri lain, karena saya yakin, aikido pastilah bisa dipakai untuk keperluan praktis, bila di modifikasi, dan bila kita mengerti bagaimana sudut pandang outsider terhadap aikido.

Steven Seagal sendiri saya lihat memodifikasi tehnik aikido kihon atau oyo standar dalam kurikulum yang pernah saya baca, sehingga bisa lebih applicable untuk "streets in America". dalam suatu wawancara, Seagal sendiri pernah dikecam sebagai "hard style" yang mungkin jauh dari akar filosofi aikido sebagai bela diri cinta kasih. (saya baca wawancara steven seagal dengan kent moyer di majalah Martial Art Legend). 

sebetulnya pembahasan ini akan bisa menjadi panjang dan lebar. namun demikian saya akan tutup saja dengan satu kesimpulan, waza dalam perspektif dojo tidak AKAN efektif dalam persepektif keperluan praktis. perlu MODIFIKASI untuk bisa dikatakan efektif.

namun demikian, sepanjang pengetahuan saya, di Indonesia, modifikasi tehnik semacam itu belum mendapat label halal. masih tabu!!!!

salam

bambangaiki@yahoo.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dear, aikikenkyukai admins,</p>
<p>saya sangat tertarik membaca artikel ini.</p>
<p>saya ingin memberikan sedikit pendapat terhadap artikel ini, namun ada baiknya saya memperkenalkan diri saya.</p>
<p>nama saya bambang ali utomo, saya praktisi aikido indonesia aikikai dari solo. saya baru mengenal aikido 10 tahun terakhir.</p>
<p>EFEKTIF ? TIDAK EFEKTIF &#8212; AIKIDO ITU?</p>
<p>menurut saya, jawabannya tergantung konteks situasinya.<br />
saya akan membagi 3 konteks situasi pembelaan diri menjadi:<br />
1. praktik bela diri aikido di dojo.<br />
2. praktik bela diri aikido untuk keperluan praktis.<br />
3. praktik bela diri aikido untuk pertandingan (karena aikido tidak dipertandingkan, saya tidak akan membahas ini).</p>
<p>1. praktik beladiri di dojo.<br />
aikido pasti akan sangat efektif di dalam dojo, dimana setiap orang dianjurkan mencari harmoni dengan semua rekan berlatih. sangat tidak sopan jika didalam dojo seorang uke mengerjai nage, atau kohei mengerjai sempai, apalagi deshi dengan sensei. </p>
<p>semua tehnik, menurut skenarionya masing-masing, PASTI akan berjalan dengan baik.</p>
<p>2. praktik bela diri aikido untuk keperluan praktis.</p>
<p>saya berpendapat, tehnik kihon ataupun oyo waza sekalipun yang secara baku dilatih di dalam dojo, akan sulit beradaptasi dengan keperluan praktis.</p>
<p>contoh:<br />
1. praktisi tidak akan bisa memakai tehnik tanto tski kotegaeshi ala dojo dalam situasi penodongan/penusukan dalam kereta, dimana praktisi tidak akan sempat melakukan tenkan, atau irimi terlebih dahulu sebelum mengeksekusi kotegaeshi.</p>
<p>2. penodongan pisau di mobil. seorang praktisi aikido (pengemudi taksi misalnya) yang sedang berada dibelakang kemudi dan di todong lehernya dengan pisau dari belakang disertai ancaman perampokan.<br />
tentu, tehnik semacam sankyou, atau sihonage tidak mungkin dieksekusi dalam keadaan duduk dibelakang setir mobil.</p>
<p>3. penodongan pistol. ada banyak arah penodongan pistol. depan, nelakang, samping. tehnik aikido apapun yang akan dieksekusi, maka tentunya sebaiknya dilakukan dalam hitungan 1 atau 2 detik untuk pelumpuhan pistol sebelum kalah timing dengan penarikan pelatuk.</p>
<p>menurut hemat saya, tehnik aikido baku di dalam dojo akan sulit sekali bekerja di sini. sehingga perlu modifikasi dari sekadar tehnik baku yang wajib diujikan.</p>
<p>mengapa saya lontarkan hal ini, saya adalah pecinta aikido, dan saya merasa bahwa tehnik aikido yang pernah saya lihat, pernah diajarkan oleh sensei saya, atau yang saya lihat diberbagai seminar, hanya berkutat di kolam &#8220;dojo&#8221; [baca: sekolah aikido].</p>
<p>karena kecintaan saya terhadap aikido, saya merasa harus jujur kepada diri saya sendiri bahwa aikido &#8220;baku&#8221; di dalam dojo memiliki banyak kelemahan dilihat dari sisi kebutuhan praktis.</p>
<p>karenanya saya mulai melihat aikido dari sudut pandang orang di luar aikido, atau dari kacamata bela diri lain, karena saya yakin, aikido pastilah bisa dipakai untuk keperluan praktis, bila di modifikasi, dan bila kita mengerti bagaimana sudut pandang outsider terhadap aikido.</p>
<p>Steven Seagal sendiri saya lihat memodifikasi tehnik aikido kihon atau oyo standar dalam kurikulum yang pernah saya baca, sehingga bisa lebih applicable untuk &#8220;streets in America&#8221;. dalam suatu wawancara, Seagal sendiri pernah dikecam sebagai &#8220;hard style&#8221; yang mungkin jauh dari akar filosofi aikido sebagai bela diri cinta kasih. (saya baca wawancara steven seagal dengan kent moyer di majalah Martial Art Legend). </p>
<p>sebetulnya pembahasan ini akan bisa menjadi panjang dan lebar. namun demikian saya akan tutup saja dengan satu kesimpulan, waza dalam perspektif dojo tidak AKAN efektif dalam persepektif keperluan praktis. perlu MODIFIKASI untuk bisa dikatakan efektif.</p>
<p>namun demikian, sepanjang pengetahuan saya, di Indonesia, modifikasi tehnik semacam itu belum mendapat label halal. masih tabu!!!!</p>
<p>salam</p>
<p><a href="mailto:bambangaiki@yahoo.com">bambangaiki@yahoo.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
