Editorial November’07

Aikido, Beladiri Yang Mengajarkan Mengikat Tali Kasih Sayang

Awal November kemarin, Komunitas Aiki Kenkyukai mengadakan acara Halal BiHalal di dojo pusat sportmall kelapa gading, anggota dari berbagai dojo datang, latihan bersama, dan setelah itu saling bersilaturahmi satu sama lain. Suasana yang dipenuhi dengan kehangatan, keakraban diantara para murid dan guru-guru baik sesama dojo dan antar dojo yang lain. Ini suatu pemandangan yang menurut saya jarang dapat ditemukan di kalangan beladiri yang sering kali di identikkan dengan kekerasan, pencapaian prestasi dan gelar “si nomor wahid”. Kalaupun ada keakraban seringkali terbatas pada kawan-kawan satu dojo, ini pun kadang sulit terjadi dengan adanya perasaan bersaing atau senioritas.
Seperti yang disampaikan O’Sensei tentang jiwa dari Aikido yaitu “Ban Yu Ai Go” yaitu jiwa/semangat untuk mencintai dan melindungi semua mahluk dan ciptaan-Nya. Didalam latihan pun, semangat yang harus kita kembangkan adalah semangat seperti ini. Dan dari latihan, kita terapkan filosofi tersebut hingga menjiwai kehidupan kita sehari-hari. Ini akan membentuk seorang aiki bushi (the warrior of aiki), menjadi pribadi yang berjuang di jalan kedamaian, kasih sayang dan cinta yang universal atau jika boleh meminjam istilah yang umum dewasa ini, Agent Of Peace. Dimanapun seorang Aiki Bushi berada dia senantiasa memancarkan cahaya kedamaian dan kasih sayang kepada setiap orang dan lingkungannya. Sehingga lingkungannya tergerak untuk berubah ke arah yang lebih baik sesuai yang digariskan-Nya.
Alangkah baiknya jika beladiri yang kita latih membentuk kita menjadi pribadi yang demikian, Aikido dengan filosofi yang didasari cinta universal sudah merupakan sarana yang tepat. Tinggal pertanyaannya, mau kah kita berjuang ke arah sana?

Popularity: 82% [?]

About the Author