Seminar Aikido Yoshinobu Takeda Shihan

August 11, 2007

Editorial Agustus ‘07

Tingkatan Sabuk & Tanggung Jawab

Saya ingat suatu ketika saat  usai latihan, seorang kohai saya bertanya pada Hakim Sensei, “Sensei, saya kapan ujian naik tingkatnya?, ujian nanti boleh ikut ngga?” dan kontan pertanyaan ini direspon dengan senyuman dari sempai-sempainya termasuk saya, dan Hakim Sensei hanya menjawab “kamu tidak perlu pikir kapan ujian, yang penting fokus latihan saja.”.
Memang untuk orang awam mungkin akan bertanya-tanya apa salahnya mempertanyakan hal seperti diatas, bukankah wajar saja jika seseorang ingin tahu sejauh mana hasil latihan/belajar nya selama ini? memang tidak ada salah nya, tapi didalam Budo ujian bukan hanya sekedar sarana tolok ukur hasil latihan melainkan juga sebuah upacara pengukuhan bahwa seorang murid telah dianggap mampu oleh sang guru untuk mengemban tanggung jawab yang lebih berat yaitu sebagai seorang sempai (kakak dalam perguruan), jadi konsekuensi dari lulus ujian dan mengenakan sabuk yang lebih tinggi bukan hanya berarti dinyatakan kompeten dari segi teknis, tapi juga idealnya mampu mengemban tanggung jawab yang diamanatkan oleh Sensei-nya.
Semakin tinggi tingkatan sabuk seseorang dalam pendidikan Budo menandakan bahwa tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya oleh sang Sensei semakin besar, salah satunya adalah menjadi contoh bagi kohai-kohainya. Seorang sempai diharapkan untuk mampu menjadi contoh bagi kohainya paling tidak dari segi teknis namun tanggung jawab seorang sempai didalam pendidikan Budo tidak berhenti sampai disitu, Budo adalah sebuah jalan hidup, oleh karena itu seorang sempai dalam pendidikan Budo seharusnya dapat menjadi tauladan bagi kohai-kohainya didalam meniti jalan hidup sebagai seorang ksatria.
Selain itu semakin tinggi tingkatan sabuk seseorang dalam pendidikan Budo maka diharapkan makin mengerti apa esensi dari yang diajarkan oleh Sensei-nya dan memiliki rasa tanggung jawab dan rela berkorban untuk mendukung dan menjaga apa yang diperjuangkan oleh sang Sensei. Kontribusi paling kecil seorang murid kepada gurunya adalah menjaga hirarki keilmuan yang diterima ketika ia menyampaikannya kepada orang lain. Seorang sempai akan mengajarkan kepada kohainya apa yang dia dapatkan  dari Sensei-nya sebagaimana ia diajarkan, paling tidak secara esensial.
Inilah sebabnya didalam Aiki Kenkyukai murid yang ikut ujian terpilih dengan cara ditunjuk dan bukan mengajukan diri.

Sebagai penutup, saya ingin berbagi sebuah pernyataan yang Hakim Sensei sampaikan kepada saya “Didalam Budo, jangan sekali-kali meminta untuk diberi tanggung jawab (amanah), tapi jika amanah itu sudah diberikan kepada kamu, jangan sekali-kali melepaskannya, bahkan pada saat kamu tahu memegang teguh amanah tersebut layaknya menggenggam bara dengan tangan telanjang, jangan lepaskan.”

Popularity: 84% [?]

Harmoniskan dengan Komentar

   

Aikido Book Refference

 

Souvenirs