Seminar Aikido Yoshinobu Takeda Shihan

August 11, 2007

Aiki Trip: Yogya!

        Akhir Juli lalu, Hakim Sensei mendapat undangan dari Aikikai Yogya untuk menghadiri semacam martial arts seminar dan coaching clinic yang diikuti oleh banyak cabang beladiri. Beliau berangkat bersama istri (Santi Sempai) dan beberapa murid senior (Eka Sensei, Hartanto Sensei, Erik Sempai dll) juga murid-murid setia (baca: tim penggembira) dari Cipete dan Mayapada. Berikut liputannya :
19-22 Juli 2007,
Rombongan dari dojo Cipete dan Tenkei mengadakan perjalanan ke Yogyakarta .

Kamis, 19 Juli 2007
8.00pm:     Kumpul di Stasiun Gambir.
Rombongan terdiri dari Neny, Pak Budhi, Ratna, Indri, Anto, Ade, Mas Adi, dan Galih. Hakim Sensei, Shanti Senpai, dan Eka Sensei sudah lebih dulu tiba di Yogya dengan menggunakan pesawat. Tepat sesuai jadwal, pkl. 8.45pm kereta Taksaka yang akan membawa kami ke Yogyakarta tiba dan siap berangkat. Sesaat sebelum berangkat sempat terjadi kepanikan karena ada salah satu anggota yang menghilang. Untung saja tepat pada waktunya anggota tersebut berhasil ditemukan dan kami pun bisa berangkat bersama-sama.

20 Juli 2007
06.20am:    Tiba di Stasiun Tugu, Yogyakarta .
Terlambat beberapa menit dari waktu yang dijadwalkan, akhirnya kami pun tiba dengan selamat di Yogyakarta . Dari Stasiun kami menuju ke daerah Gampingan, rumah Pak Budhi yang menjadi markas para pria. Di rumah Pak Budhi kami bergotong royong membersihkan rumah. Maklumlah rumah itu sudah hampir setengah tahun kosong. Setelah rumah beres, selanjutnya kami siap- siap sambil menunggu jemputan.
09.00am:     Kami berangkat ke rumah Shanti senpai di jl. Trimargo, Cemara Jajar untuk sarapan. Di sana para Sensei sudah menunggu. Selama di Yogya para sensei dan anggota rombongan yang wanita akan bermalam di rumah ini.
11.00am:    Rombongan dibagi dua. Para pria bersiap untuk menunaikan sholat Jumat. Yang perempuan pergi ke Malioboro untuk mencari batik. Dari Malioboro rencananya kami akan bertemu dengan rombongan pria di tempat makan yang telah disepakati. Seperti biasanya kalau berbelanja, kami melebihi waktu yang disepakati untuk bertemu di tempat makan. Ditambah lagi salah satu anggota rombongan (orang yang sama yang menghilang di Gambir) tiba-tiba menghilang saat kami sudah masuk mobil, siap untuk pergi. Ternyata orang itu sedang menawar  sesuatu. Terpaksa kami menunggu sebentar dan setelah orang itu menyelesaikan tawar menawar barulah kami pergi ke tempat makan siang.
Kami semua makan di rumah makan “Ayam Goreng Mbok Sabar”. Tiba di tempat makan siang para pria sudah menunggu dengan muka cemberut. Mereka sudah menunggu cukup lama di sana . Kami pun makan bersama. Menu andalan di rumah makan itu adalah ayam yang diolah dengan cara di bacem kemudian baru digoreng. Disajikan lengkap dengan sambal ulek yang ekstra pedas. Ditambah dengan ati-ampela bacem.
Rumah makan Mbok Sabar ini cukup terkenal di Yogya. Diantara pengunjung juga terlihat ada beberapa orang asing yang ikut menikmati enaknya ayam goreng Mbok Sabar.
Sore:     Kami semua pergi latihan ke Pura Wisata. Rombongan dari Jakarta berlatih bersama para Aikidoka dari Pura Wisata Aikido Dojo. Eka sensei memimpin latihan awal. Kami semua berlatih beberapa waza Irimi tenkan, Kokkyuhou dan pentingnya chuusin (centerline) di bawah pengawasan Eka sensei. Hakim Sensei menambahkan dengan menekankan pentingnya sikap badan rileks, meminimalkan konflik, dan ki direction.
Malam:     Kami makan malam bersama beberapa aikidoka Pura Wisata. Menu malam itu adalah sate sapi di alun-alun Karang di daerah Kota gede. Satenya dari daging sapi yang dimakan dengan lontong kuah. Disana kami menemukan teh poci pakai gula batu yang enak dan murah. Kami memesan empat poci, minum sampai puas, dan hanya membayar Rp. 7000 saja,WOW!.

21 Juli 2007
7.00am:     Rombongan pria tiba di Trimargo untuk sarapan. Anggota rombongan bertambah dengan datangnya mas Yusri. Dari sana rencananya kami akan menghadiri  “Martial Arts: Workshop and Coaching clinic” yang diadakan oleh Sekolah Tinggi Duta Wacana. Di acara itu berkumpul praktisi-praktisi beladiri dari Aikido, Kendo, Taekwondo, Ninjutsu, Wadoryu, Mix martial arts, pencak silat, dan Thai Boxing. Hakim sensei menjadi salah satu pengisi acara workshop itu. Di sini Aikidoka mendapatkan pengalaman belajar dari berbagi dan mengajarkan waza kepada non- aikidoka. Para aikidoka dari Jakarta dan Yogya juga menyempatkan diri untuk ikut dalam coaching clinic silat sewaktu sesi pencak silat.
Sore:    Kami berkeliling kota . Kami pergi ke Bakpia pathok, Dagadu, dan Kenji Martial Art Shop. Sehabis shoping, kami pun pergi lagi ke Pura Wisata untuk latihan.
Malam:    Kami kembali melakukan wisata kuliner. Kali ini tujuan kami adalah “Bakmi Pele” di alun-alun selatan. Sesudah makan kami pun pulang untuk istirahat karena besok pagi harus bersiap pulang ke Jakarta .
22 Juli 2007
09.00am:    Keluar dari Trimargo menuju stasiun Tugu. Rombongan yang pulang terdiri dari Neny, Indri, Ratna, Ade, Anto, dan mas Adi. Yang lainnya akan pulang keesokan harinya. Kami menggunakan kereta Taksaka yang berangkat pkl. 09.30am.  Pkl. 06.20 pm kereta tiba di Stasiun Gambir.
Jakarta , we’re back!
Yogya, see you soon, mata aimashou..

Popularity: 87% [?]

Harmoniskan dengan Komentar

   

Aikido Book Refference

 

Souvenirs