Sejak kelas 6 SD, saya sudah menekuni beladiri. Timbulnya keinginan berlatih beladiri, karena seringnya saya diganggu anak-anak yang lebih besar. Beladiri yang saya tekuni adalah karate dan jiu jitsu. Tapi setelah sekian lama saya berlatih, saya merasa tidak pernah merasakan ketenangan dalam seni beladiri. Hanya konflik internal saja yang saya rasa. Tidak pernah ada yang mau mengajarkan sisi rohani dari beladiri, hanya kepentingan kompetisi, kekuasaan yang diutamakan, sehingga kemajuan dalam seni terasa lambat.
Ketika mendapat informasi tentang aikido dari majalah jurus, saya cukup kaget, ketika Sensei Hakim berkenan mengijinkan saya mengenal aikido. Saya pikir saya akan masuk dalam lingkungan beladiri seperti yang lain, ternyata tidak. Sensei Hakim tidak hanya mengajarkan sisi teknik, tapi juga sisi filosofi / rohani, sehingga pengembangan jasmani dan rohani menjadi seimbang. Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Banyak hal berubah dari diri saya sejak mengenal aikido. Bahkan saya mengalami perkembangan yang lebih baik dalam beladiri karate dan jiu jitsu juga.
Tapi yang lebih utama, aikido mengajarkan ketenangan lewat konsep harmonisasinya. Kita dapat lebih mendengarkan suara hati kita yang sering tidak terdengar. Kita akan lebih menghargai sesama, menekan egoisme, lebih berani karena kita dapat merasakan keberadaan dan keagungan Sang Pencipta.
Armansyah,
Kalimantan Barat Aiki Kenkyukai Aikido Club
Popularity: 91% [?]
Seni Bela diri ini memerlukan kecerdasan, kerendahan hati, kedisiplinan.