Sekilas kita akan bertanya-tanya mengenai judul tulisan ini, apa yang dimaksud dengan menyuarakan pengajaran Aikido? Aikido saat ini muncul sebagai trend di ibukota Jakarta dan sekitarnya sehingga membuat perkembangan Aikido maju dengan pesat. Banyak dojo-dojo yang berdiri dibawah naungan organisasi Aikido yang sudah ada maupun lisensi dari luar negri.
Banyaknya dojo yang berkembang tentunya memiliki metode pengajaran yang berbeda-beda, namun hal ini haruslah kita sikapi dengan bijaksana dan tidak malah menimbulkan jurang persaingan dan ajang kritik akan metode mana yang baik dan buruk. Setiap dojo ataupun komunitas Aikido memiliki metode pengajaran yang dianggap mewakili apa yang disampaikan oleh O’Sensei. Ke-bhineka-an tersebut tentu mempunyai tujuan yang sama yaitu menyebarkan Aikido sebagai ilmu bela diri dan juga sebagai sarana penyempurnaan diri (self assessment).
Terkadang kita sebagai praktisi Aikido yang lebih senior dan pengajar melupakan hal kedua tersebut, kita “melalaikan†apa yang diharapkan oleh O’Sensei maupun para pendahulu kita dalam membagi pengetahuan Aikido. Hal inilah yang menyebabkan praktisi Aikido yang masih junior menganggap Aikido hanyalah sekumpulan teknik yang dapat dipakai untuk melumpuhkan bahkan cenderung destruktif terhadap lawan mereka. Alangkah menyedihkan jika hal itu terjadi dalam jangka panjang dan tanpa disadari oleh praktisi bahwa yang mereka pelajari berlawanan dengan tujuan Aikido, tetapi malah akan membentuk mereka menjadi orang-orang yang mampu merusak tanpa belas kasih.
Hal utama yang sering kita lalaikan dalam mengajarkan Aikido kepada junior kita adalah pengetahuan akan “suasana hati†dalam latihan dan memberi pemahaman akan tujuan dalam melatih teknik Aikido. Disamping memberikan pengetahuan akan teknik, latihan juga menjadi sarana kita untuk menyampaikan apa yang sebenarnya harus mereka ketahui dalam Aikido. Aikido lebih dari sekedar bela diri, namun juga mengajarkan bagaimana kita berinteraksi dengan sesama kita dan menyikapi suatu konflik tanpa menimbulkan konflik baru. Terlalu terpaku pada teknik menyebabkan kita hanya berputar dalam lingkaran ego yang membuat kita tidak berkembang dalam pendewasaan teknik dan pemahaman Aikido yang kita pelajari.
Melatih Aikido bukanlah sekedar teknik dan fokus pada “seika tanden†semata, namun secara pribadi kita juga memiliki tanggung jawab moral akan apa yang kita ajarkan. Janganlah kita mengajarkan Aikido kepada junior kita sebatas pengetahuan akan kumpulan gerak, karena suatu saat jika mereka menemukan sebuah konflik misalnya perkelahian fisik dalam kehidupan mereka; maka hanya akan menjadi bumerang bagi kita jika mereka mengatakan bahwa “Aikido yang Saya tekuni selama ini tidak berhasil mengatasi konflik perkelahian†atau “Aikido yang diajarkan itu hanya bohong belaka dan cuma bisa dipakai di dojo sajaâ€. Marilah kita lebih bijak dalam menyampaikan Aikido kepada murid dan junior kita agar ilmu yang disampaikan tidak menjadi bumerang bagi kita dikemudian hari. Tulisan ini tidak bertujuan untuk menyinggung ataupun mendiskreditkan para pengajar Aikido dalam menyampaikan pengajaran Aikido-nya, namun hanyalah sekedar pengingat bahwa “Apa yang kita sebarkan sekarang akan kita tuai suatu saatâ€.
Popularity: 36% [?]