Seminar Aikido Yoshinobu Takeda Shihan

March 3, 2007

Editorial November’06

Budo dalam Pekerjaan

Banyak cara seseorang dapat melihat pekerjaan yang digelutinya. Umumnya, sebuah pekerjaan dapat dilihat sebagai sumber mata pencaharian atau penghasilan. Dapat juga dinilai sebagai perwujudan eksistensi ke-diri-an. Mungkin juga untuk membuktikan status sosial diri orang tersebut di masyarakat. Dari cara-cara umum untuk melihat pekerjaan ini, muncul pula perilaku-perilaku dalam menjalankan pekerjaan yang sesuai dengan bagaimana orang yang bersangkutan melihat pekerjaannya.

Pada saat seseorang melihat pekerjaannya lebih sebagai sumber penghasilan atau cara mendapatkan kekayaan, maka perilaku-perilaku dalam menjalankan pekerjaannya akan didasari pemikiran seperti perhitungan untung rugi, keuntungan apa yang dapat diraih dengan melakukan pekerjaan A, bagaimana saya harus melakukan pekerjaan ini agar profit yang saya dapat maksimal. Sebisa mungkin dalam melakukan pekerjaan ini tidak mau rugi baik secara materi maupun imateri, dan semacamnya.

Pada saat seseorang melihat pekerjaannya lebih sebagai perwujudan eksistensi ke-diri-an maka perilaku bekerjanya akan didasari dengan pemikiran yang sifatnya egosentris, bagaimana saya harus melakukan pekerjaan ini agar saya dapat lebih diakui sebagai seorang yang ahli dibidang saya. Begitu juga pada saat seseorang melihat pekerjaannya sebagai pembuktian status sosial maka pemikiran seperti bagaimana saya bisa mengkokohkan posisi saya diperusahaan, bagaimana saya bisa menjadikan diri saya terpandang orang-orang dilingkungan pekerjaan saya dan semacamnya akan mewarnai perilaku bekerja orang tersebut.

Perilaku bekerja seperti diatas bila tidak diarahkan dengan baik justru dapat menjadi bumerang yang akan berakibat buruk pada kompetensi dalam melakukan tugas dan pekerjaan. Sudah banyak contoh dalam keseharian kita yang menunjukkan hal ini. Coba kita lihat saja kasus yang masih marak hingga sekarang tentang lumpur panas di daerah jawa timur yang persoalannya tak kunjung selesai dan semua pihak bersikap lepas tangan dan yang kalaupun ada yang menyelesaikan terkesan mengerjakannya dengan setengah hati. Memang tidak ada gunannya menuding dan menimpakan kesalahan bila semua sudah terjadi, namun ada baiknya kita mengambil pelajaran dari kejadian disekitar kita.

Budo mengajarkan tentang bagaimana seseorang wajib menunaikan tugas dan mengemban tanggung jawab dengan sepenuh hati. Dan seseorang yang menempa dirinya dalam Budo seharusnya selalu berusaha melihat pekerjaannya sebagai rizki dari Yang Maha Penyayang dan mensikapi rizki tersebut sebagai amanat dari Tuhan dan orang-orang yang mempercayakan pekerjaan itu pada dirinya. Sehingga perilaku bekerja yang muncul juga nantinya akan mencerminkan sikap dan cara pandang tersebut. Tentu akan lebih baik ketika semua orang bekerja dengan penuh rasa syukur atas pekerjaannya,dan melaksanakan pekerjaannya dengan sikap penuh tanggung jawab, dan menjadikan perilaku bekerja yang baik tersebut sebagai salah satu cara bersyukur atas nikmat-Nya.

Popularity: 16% [?]

Budo menurut saya memiliki makna yang luas dan universal yang dapat kita aplikasikan dimananapun kita berada dan beraktivitas sebagai jalan memberi makna dalam kehidupan di dunia.

Comment by Dedi Warda — October 6, 2007 @ 11:02 am

Harmoniskan dengan Komentar

   

Aikido Book Refference

 

Souvenirs