March 3, 2007
Editorial Februari’07
Memaksimalkan Manfaat Seminar
Apakah manfaat yang dapat diambil dari sebuah seminar aikido oleh pesertanya? Jawaban untuk pertanyaan ini memang sangat subyektif, ada yang mengatakan banyak mendapatkan manfaat, ada juga yang mengatakan sebaliknya. Kita turut bersyukur untuk para peserta yang selama ini selalu dapat banyak mengambil manfaat, namun tentunya adalah harapan semua peserta untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari setiap seminar yang diikuti bukan?. Sehingga muncul pertanyaan “bagaimana agar kita semua tanpa terkecuali dapat mengambil manfaat yang maksimal dari sebuah seminar?”
Pertama, tuluskan niat kita, dengan niat yang tulus untuk belajar maka kita akan bersedia membuka hati dan pikiran kita lebar-lebar pada saat mengikuti seminar. Kedua, “siapkan gelas kosong”, maksudnya adalah siapkan ruang dalam hati dan pikiran kita untuk menerima sesuatu apa adanya. Saat seminar kadang kala kita menerima pengetahuan yang benar-benar baru, atau paling tidak cara pandang baru terhadap sesuatu yang selama ini sudah kita pelajari, sesuatu yang baru ini mungkin saja tidak dapat langsung kita mengerti, oleh karena itu,biarkan ilmu itu tersimpan secara utuh, tanpa tercampur pemahaman-pemahaman lama yang kita miliki, sebelum kita memahami benar tentang sesuatu yang baru ini. Jika sudah paham, maka nantinya dapat kita tarik benang merah antara pemahaman baru ini dengan pemahaman lama yang kita miliki. Lalu baru putuskan apakah akan menggunakan pemahaman yang baru, yang lama, atau mengintegrasikan keduanya menjadi pemahaman yang lebih luas dan dalam.
Ketiga, jikalau saat seminar kita menyaksikan suatu gerakan,teknik atau apapun yang luar biasa dan berkesan bagi kita, sadarilah, bahwa apapun yang diberikan oleh Sensei atau Shihan pada saat seminar adalah hasil penempaan beliau selama bertahun-tahun, jadi hampir mustahil untuk dapat kita tiru dalam waktu sekejap. Akan lebih bermanfaat jika kita belajar memahami esensi dari gerakan sang Sensei atau Shihan tersebut, atau paling tidak menarik benang merah, persamaan dengan apa yang menjadi referensi latihan kita selama ini, tentunya dengan catatan bahwa selama ini apa yang kita latih sudah mengacu pada referensi yang benar.
Terakhir, mempelajari aikido memerlukan 3 pendekatan, yaitu melihat, mendengar dan merasakan. Oleh karena itu, pada saat seminar, jangan hanya melihat Sensei atau Shihan-nya dari jauh, lalu kemudian mencoba mempraktekkan bersama kawan yang juga sama bingungnya dengan kita, perhatikan dari dekat, dengarkan baik-baik penjelasannya, kemudian berlatih lah dengan Senseinya langsung (jika memungkinkan), atau paling tidak berlatihlah dengan Sempai yang dapat kita mintai penjelasan yang lebih gamblang.
Jika semua yang diatas sudah kita lakukan, kita tinggal siapkan mental pantang menyerah untuk suatu waktu nanti kita akan memetik manfaat dari hasil latihan dan seminar kita. Yang penting, terus teliti dan pelajari… Kenkyu, kenkyu, kenkyu!
Popularity: 27% [?]
