March 3, 2007
Editorial Desember’06
Buka Hati, Buka Pikiran, Belajar Menerima
Dalam keseharian kita, umumnya kita senang bila menerima sesuatu. Karena biasanya kita menerima pada saat sesuatu itu bersifat hadiah, pemberian, atau informasi yang kita inginkan atau menyenangkan. Lawan dari kata menerima adalah menolak, pada saat sesuatu bersifat tidak kita inginkan atau tidak menyenangkan maka kecenderungan kita adalah untuk menolak hadiah, pemberian atau informasi tersebut. Penerimaan dan penolakan ini didalam keseharian kita dapat muncul dalam berbagai bentuk, ada yang menunjukkan dalam bentuk perilaku konkrit, ada pula yang dalam bentuk sikap, bahkan ada yang hanya di hati.
Awal Desember lalu Donovan Waite Shihan memberikan seminarnya di Jakarta dengan topik yang menekankan salah satunya pada ukemi. Ukemi itu sendiri berarti menerima dengan tubuh atau tubuh yang mampu menerima. Didalam aikido seperti yang kita semua ketahui, tubuh hanyalah salah satu dari elemen yang terdapat dalam diri manusia dan untuk dapat berfungsi dengan baik dan benar haruslah disatukan dengan elemen-elemen lain yaitu pikiran dan hati. Dengan kata lain, idealnya pada saat kita belajar ukemi, bukan tubuh kita saja yang menerima teknik, namun pikiran dan hati kita pada saat itu pun juga sedang menjadi uke, yaitu menerima betul-betul keadaan yang sedang kita alami.
Fenomena menarik yang terjadi pada saat seminar kemarin salah satunya adalah pada saat berlatih bentuk-bentuk ukemi. Hampir semua peserta seminar pada saat diinstruksikan melakukan mae ukemi (forward roll) dan ushiro ukemi (backward roll) dapat dengan sempurna melakukannya. Namun pada saat diinstruksikan melakukan beberapa bentuk variasi dari ukemi yang biasa dilakukan seperti ushiro mae kaiten dan semacamnya, uniknya, kebanyakan dari peserta (bukan hanya sabuk putih) tetap melakukan mae ukemi atau ushiro ukemi. Sedangkan beberapa peserta yang lain (dan tidak hanya yang sabuk hitam) dapat melakukannya dengan cukup baik untuk ukuran orang yang baru hari itu belajar sesuatu yang belum pernah dilatih sebelumnya.
Kejadian ini kemungkinan besar bukan karena tidak mampu melakukan atau karena gerakannya lebih sulit, tapi lebih disebabkan kesulitan kita untuk membuka diri menerima sesuatu yang baru sehingga reaksi yang muncul adalah cara lama yang kita sudah latih lebih lama. Dan dari respon komentar yang dilontarkan peserta diantaranya adalah betapa sulitnya merubah kebiasaan lama atau bahkan ada yang menjadikan perbedaan style sebagai alasan. Ini sebenarnya sekali lagi merupakan pembenaran dari ketidakmampuan kita membuka diri untuk menerima sesuatu yang baru yang tentunya harus mulai kita koreksi dari sekarang. Karena jika kita ingat pesan yang dikatakan Donovan Shihan bahwa berlatih ukemi sama pentingnya dengan berlatih teknik maka berlatih aikido berarti juga belajar membuka hati, membuka pikiran kita dan belajar menerima sesuatu yang baru.
Popularity: 16% [?]
