March 3, 2007
Aiki Q&A
Q: Dodi M <dody.last@yahoo.com> wrote:
Wah saya senang bgt ada Rubrik Aiki Q&A, yang bisa menjawab keingintahuan saya sebagai beginner di aikido.
Begini sensei, kalo saya liat hampir semua sensei (gak semuanya) saat latihan & melakukan tehnik gak pernah kehabisan nafas & nafasnya stabil. Gimana sih sensei cara atau tehnik melatih pernafasan? Sehingga saya memulai aikido dengan benar dan punya dasar aikido yg solid. Karena kalo gak salah, pernafasan termasuk salah satu kunci di aikido.
Selama ini jawaban yang saya terima masih kurang memuaskan, biasanya jawabannya kira2 seperti ini ?tergantung jam terbang kita berlatih?, atau ?sering2 aja latihan, nanti juga ketemu sendiri?. Tanpa mengurangi hormat saya atas jawaban mereka, saya juga tau kita gak akan dapat itu secara instant dan juga bukan maksud saya buat dapetin secara instant. Tapi krn saya melihat masih ada yg sudah bertahun2 berlatih aikido tp nafasnya masih ngos-ngosan. Jadi saya ingin tau tehnik apa aja buat melatih pernafasan yg gak salah walau belum tentu benar 100%. (umur saya 21th, main basket rutin dari smp, trus berenti pas awal kuliah. Tapi skrg abis latihan aikido kok nafas masih ngos2an :p)
Terima kasih sensei,
A: Buat Dodi,
Betul, napas adalah salah satu yang paling esensial dari aikido.
kalo kamu baca artikel kihon genri (prinsip dasar) tentang Kokyu (di www.aiki-kenkyukai.com di rubrik technique) mungkin akan lebih jelas gambaran tentang napas ini. secara teknis, napas supaya tidak ngos-ngosan:
1. berlatihlah untuk selalu bernapas panjang dan dalam, konsentrasi pada center, tarik napas panjang hingga ki sampai ke center (hingga yang mengembang diaphragma dibawah pusar), jangan bernapas hanya menggunakan paru-paru (yang mengembang dada) baik dalam keseharian maupun pada saat latihan.
2. Latihlah mengatur ritme napas sedemikian rupa sehingga 1 gerakan teknik dari awal hingga selesai hanya memerlukan 1 siklus napas (sekali tarik, sekali buang).baik pada saat menjadi nage maupun uke.
3. Secapek apapun, JANGAN bernapas menggunakan mulut, tarik napas tetap lewat hidung,dan tetap usahakan hingga napas mencapai diapraghma dibawah pusar.
4. Jangan lupa maintain rileks & joyful spirit.
Q: BEGINI SENSEI, DI ARTIKEL AIKI KENKYUKAI MENGENAI KIHON GERI ADA CHUSIN ATAU CENTER LINE YANG LEBIH KURANGNYA MENGATAKAN KALAU KITA YELAH MENGUASAI CENTER LINE KITA MAKA OTOMATIS UKE AKAN TERTARIK DENGAN CHUSIN KITA DAN KEHILANGAN KESEIMBANGAN ATAU KUSUZHI, DAN CENTER LINE JUGA MERUPAKAN JEMBATAN DAN SEKALIGUS MENGIKAT KI ANTARA NAGE DAN UKE YANG MERUPAKAN MUSUBI, SEDANG ENSHIN ATAU CIRCULAR MOTION MERUPAKAN PENGEJAWANTAHAN DARI AWASE DAN NAGARE, BETUL TIDAK SENSEI?
PERTANYAAN KE DUA, PADA WAKTU LATIHAN DASAR SEPERTI IRIMI DAN TENKAN, MENGAPA LEBIH DITEKANKAN GERAKAN IRIMI DARIPADA TENKAN? SEPERTI IRIMI KATATE DORI IKKYO, NIKYO BAGAIMANA DENGAN TENKAN KATATEDORI KOTEGAESHI?
SEKIAN TERIMA KASIH ATAS KESEDIAAN SENSEI.
A: Kihon Genri (Prinsip Dasar) adalah hal2 yang menjadi dasar dari setiap teknik aikido, simplenya Kihon Genri ini adalah hal2 yang harus terwujud didalam setiap teknik yang kita lakukan.
Yang pertama, Chushin, atau centerline, artinya disetiap teknik aikido ada yang bisa disebut sebagai pusat dari gerakan, makanya kenapa kita harus menjaga center kita supaya kita-lah yang menjadi pusat gerakan dan menghasilkan gerakan yang stabil. kalimat “KALAU KITA YELAH MENGUASAI CENTER LINE KITA MAKA OTOMATIS UKE AKAN TERTARIK DENGAN CHUSIN KITA DAN KEHILANGAN KESEIMBANGAN ATAU KUSUZHI” ini dapat digambarkan seperti pusaran air, kalo kita bisa jadi pusat pusaran tersebut maka serangan uke yang mengarah ke kita layaknya pasir yang hanyut tersedot tak berdaya kearah tengah mengikuti energi pusat pusaran.
Dan betul juga kalo kita menjaga koneksitas antara center kita dengan center uke maka ini adalah cikal bakal dari belajar tentang menjaga ikatan atau musubi.
Enshin adalah kihon genri yang kedua, artinya semua gerakan aikido harus berdasarkan pada gerakan melingkar,memang betul, dikarenakan karakteristik dari lingkaran (circle) yang tidak bersudut/patah/terputus-putus, maka konsep Awase & Nagare dapat diaplikasikan dengan lebih baik pada bentuk gerakan yang melingkar (enshin). tapi yang harus diingat adalah awase dan nagare adalah fenomena psikofisik sehingga kita tidak dapat HANYA mengandalkan pada gerakan memutar untuk dapat mewujudkan awase dan nagare tanpa terlebih dahulu mengerti RASA , keadaan pikiran dan hati kita yang dibutuhkan untuk melakukan awase dan nagare itu sendiri baru mengaplikasikannya dalam gerakan.
Sebetulnya irimi dan tenkan sama pentingnya karena inti dari kedua bentuk tai-sabaki (body movement) tersebut adalah positioning, jalan kita memposisikan diri, menyesuaikan diri dengan apa yang datang, sehingga menyatu (awase) dengan lawan dan tidak terjadi bentrok (konflik). memang jika tidak dikaji lebih dalam, tenkan terlihat lebih mudah dibandingkan irimi karena tenkan berkesan escape sedangkan irimi terkesan frontal, namun sekali lagi kita harus memahami bahwa keduanya secara spirit sama yaitu awase (blending) bukan escape atau frontal , irimi dari asal kata iri (masuk) mi (tubuh) atau artian bebasnya kira2 entering (masuk kedalam) ini juga harus dilakukan dengan semangat layaknya menyambut sesuatu dengan baik dan bukan dihadang frontal, begitu juga dengan tenkan walaupun terlihat memposisikan diri disamping uke, bukan berarti kita mengelak dari serangan melainkan menyatukan diri sehingga energi yang diberikan uke tidak bentrok dengan kita dan kita kemudian dapat bergerak dari posisi itu secara mengalir sebagai satu kesatuan (nagare)
mudah2an bermanfaat dan selamat berlatih!
Q: Ass.Wr.Wb
Saya termasuk orang yang ikut dalam gasuku di ciloto. memang sebelumnya saya sudah pernah bertemu dengan sensei2 aikikekyukai khususnya Sensei Imanul Hakim. saya salut dengan berbagai macam pemahaman beliau. dengan segala kebaikan mau berbagi ilmu yang sangat sulit di dapat di luaran sana. tapi setelah saya mendapatkan banyak pemahaman saya makin bingung.
kenapa masih banyak aikido yang melakukan tekniknya secara kasar dan seperti terlihat ingin menyakiti uke? padahal uke itu atau musuh kita sekalipun bukan berarti harus disakiti (menurut saya) untuk memperlihatkan teknik kita efektif atau benar.
yang kedua alhamdulillah saya sudah bisa melakukan teknik dengan menggunakan ki, tapi yang bisa saya lakukan hanya jenis teknik extend ke atas. dan itu hanya terbatas pada orang2 tertentu. sedangkan teknik ki yang lain saya tidak bisa. kenapa begitu. pada saat eksten ki ke atas saya mengerti, hara dan seluruh center menjadi satu dan terhubung dengan hara uke. tapi bagaimana dengan jenis ki yang menurut sensei imanul hakim ada tujuh (kalo tidak salah)?. bagaimana pergerakan hara kita?.mungkin saya terlihat terburu-buru menanyakan yang ini lebih jauh, tapi ini didasari pada keingintahuan saya yang besar.
saya mengucapkan terima kasih atas kemurahan memberikan pengertian kepada saya yang masih banyak ketidaktahuan tentang aikido.
hormat saya,
A1: Sebelumnya saya minta maaf jika tidak dapat menjawab kenapa masih ada orang yang berlatih aikido dengan niat menyakiti lawan hanya karena ingin terlihat tekniknya efektif, pertanyaan seperti ini lebih tepat anda tanyakan kepada yang anda rasa masih melakukan teknik aikido dengan cara ini, tapi mungkin saya akan jawab kenapa untuk sebuah teknik dalam aikido dapat efektif, lawan tidak perlu disakiti, bahkan kita sebagai nage tidak perlu memiliki niat menyakiti lawan.
Ini disebabkan inti dari latihan aikido adalah mempelajari dan memahami tentang apa yang disebut harmonisasi. Seperti yang mas Rizki rasakan pada saat gashuku di ciloto,(jika anda sempat menjadi uke Hakim Sensei, atau berpasangan dengan Sensei-sensei dari aikikenkyukai yang lain) mungkin anda dapat merasakan bahwa dari pertama kali anda menyerang hingga teknik selesai, tidak ada yang harus dipaksa, disakiti dan semacamnya. anda akan merasakan suatu ketidakberdayaan (ini disebut kuzushi dalam aikido) yang merupakan efek dari tercapainya keadaan awase (blending/menyatu) antara nage dengan uke, sehingga kemudian yang terjadi,nage dapat dengan mudah bergerak dan uke terbawa tanpa daya sampai teknik selesai.
A2: mungkin akan lebih mudah jika saya paparkan terlebih dahulu pemahaman dasarnya sebelum saya menjawab pertanyaan mas Rizki,
pertama-tama, 7 karakteristik Ki yang disampaikan oleh Hakim Sensei itu tidak terikat pada teknik, seperti karakteristik “ekstending” dapat terarah keatas, kebawah, kedepan dan kesemua arah yang sifatnya keluar/memancar dari tubuh kita, dan ini tidak semata-mata harus dilakukan lewat pergelangan tangan, jadi sekali lagi yang harus anda mengerti dan pahami adalah rasa dari karakteristik Ki itu sendiri lewat teknik yang anda lakukan dan bukan terjebak pada mempelajari teknik untuk memancarkan Ki.
teknik didalam aikido adalah sarana untuk mengerti tentang esensi, alat yang memudahkan kita mengerti akan hal yang sifatnya abstrak, Ki adalah energi yang nyata/ada namun tidak berwujud, oleh karena itu didalam aikido kita mempelajarinya lewat hal yang paling sederhana dan tidak dapat disangkal yaitu fenomena fisik (lewat teknik).
Jujur saja, jika ingin menjelaskan tentang Ki, kata-kata saja akan sangat memiliki keterbatasan untuk mencapai pemahaman, seperti yang kita tekankan dalam latihan kita di AikiKenkyukai, dalam mempelajari Fenomena Aiki kita harus lewat 3 pendekatan, Perhatikan (Lihat), Dengarkan (penjelasannya), Rasakan (tekniknya).
Jadi lewat jawaban tulisan ini saya hanya dapat memberikan tips-tipsnya saja, tetap anda harus berlatih dan merasakan dari yang mengerti tentang aiki, sehingga anda dapat merasakan seperti apa sebenarnya.
Tips yang saya bisa kasih untuk Mas Rizki antara lain, pada saat berlatih, jangan terjebak pada keyakinan bahwa teknik-lah senjata anda,aikido bukanlah teknik irimi nage, kotegaeshi, shiho-nage dll. karena seperti yang kita ketahui, teknik-teknik ini pun tidak eksklusif hanya milik aikido. Jujutsu, kempo, judo, memiliki teknik yang kurang lebih sama. yang membedakan adalah pemahaman yang kita gunakan pada saat mengeksekusi teknik tersebut, jadi tips saya selanjutnya adalah hidupkan filosofi didalam setiap teknik anda, lakukan semua teknik dengan pemahaman yang berdasarkan filosofi aikido yang diajarkan oleh O’Sensei.
Saya bisa mengerti jika apa yang saya sampaikan ini mungkin tidak bisa menjawab secara jelas pertanyaan anda, oleh karena itu kami persilahkan anda datang ke dojo untuk bertamu dan berlatih bersama, pintu kami selalu terbuka untuk siapapun yang niat belajar, saya menangkap dari tulisan anda bahwa anda bukan anggota Aiki Kenkyukai, kami tidak mempermasalahkan hal ini, anda tetap dapat berstatus anggota dojo anda, jika anda ingin belajar lebih dalam tentang ini silahkan saja kapan-kapan “bertamu” ke dojo kami dan kita latihan bersama. Terimakasih…
Q: Sensei pernah bilang bahwa kunci dari latihan aikido terletak pada memahami filosofi nya dan pada nantinya kita bahkan tidak memerlukan teknik, apakah ini berarti seseorang bisa saja memfokuskan latihan hanya pada pemahaman filosofi dan tetap mendapatkan hasil yang sama?
A: Dalam Aikido, pemahaman filosofi seperti air minum yang bersih, sedangkan teknik seperti botol penyimpannya, pada saat haus, air tersebut dapat diminum dan menjadi kebaikan bagi diri kita, tapi apabila tidak ada wadahnya atau botol yang dipakai untuk menyimpan air bersih tersebut kotor atau bocor, tentu air didalamnya menjadi tidak bermanfaat dan tidak akan membawa kebaikan bagi kita.
Begitu juga sebaliknya, apabila kita terlalu sibuk menyiapkan botol yang terlihat cantik dari luar namun kita lupa mengisi botol tersebut dengan air yang bersih dan baik, apakah botol tersebut ada manfaatnya?
Q: Sensei, dalam beberapa tahun saya belajar aikido, saya melihat perubahan dalam bentuk teknik yang Sensei lakukan, meskipun itu teknik yang sama namun bentuknya berbeda-beda, manakah yang sebaiknya saya pelajari? Bagaimana kita bisa belajar sesuatu yang senantiasa berubah?
A: Berharap sesuatu untuk tidak berubah adalah sama dengan menyangkal hukum alam, segala sesuatu dalam alam ini bersifat dinamis, selalu mengalami perubahan. Namun esensi segala sesuatu tidak akan berubah. Seperti halnya manusia, dari mulai terlahir sebagai bayi, ia mulai mengalami perubahan menjadi dewasa, kemudian tua dan mati. Namun secara esensi dia tetap manusia, tidak berubah. Jangan terjebak oleh hal-hal yang berubah-ubah, ini hanya akan membuat kita bingung. Pelajarilah segala sesuatu mulai dari hal yang tidak berubah, hal yang senantiasa konstan, hal yang merupakan inti dari hal lain yang senantiasa berubah, pahamilah esensinya.
Q: Onegaishimasu, pertama2 saya ingin mengucapkan selamat untuk terbitnya bulletin Inside Aiki. Rubrik yg menurut saya paling menarik adalah Aikido Q & A. Pertanyaan saya apakah para pembaca boleh memberikan pertanya2an kepada Sensei.Thanks, btw redakturnya siapa ya?? Sensei Yosy ya?? keep up the good work!!
A: Rubrik Aiki Q&A diperuntukkan bagi siapa saja yang ingin menyampaikan pertanyaan seputar Aikido,silahkan email pertanyaan anda ke insideaiki@yahoo.co.id, jika lulus kriteria, pertanyaan anda kemudian akan dimuat dan dijawab di edisi inside aiki berikutnya & BUKAN di balas/dijawab melalui email, jadi bagi yang ingin mengetahui jawaban dari pertanyaan anda sebaiknya anda menghubungi dojo-dojo Aiki Kenkyukai terdekat untuk mendapatkan edisi inside aiki yang terbit setiap awal bulan secara GRATIS. Yang bertindak sebagai redaktur hingga edisi ini masih Yosy.
Q: Dengan hormat, saya pria usia 50 tahun, berkacamata, gemar olahraga, tinggal di Kelapa Gading, tertarik dengan Aikido. Mengingat usia saya apakah masih dapat diterima untuk ikut belajar ditempat anda dan apakah ada kelas khusus untuk pemula seusia sekitar saya.Terima kasih.
A: Tidak ada batasan maksimal usia ataupun kriteria fisik tertentu untuk seseorang belajar Aikido, walaupun bila bicara tingkatan sabuk, tentunya ada kriteria-kriteria tertentu untuk seseorang dinyatakan mampu menyandang sabuk tertentu. Tapi didalam Aikido ditekankan untuk tidak mengejar pengakuan dalam bentuk sabuk hitam ataupun hakama,melainkan untuk terus menempa diri secara fisik, mental dan spiritual demi mencapai tujuan dari latihan aikido itu sendiri yaitu memahami konsep harmonisasi.
Q: Sensei, bagaimana cara berlatih agar dapat tenang menghadapi serangan?
A: Jadilah seperti air yang mengalir dari pegunungan menuju lautan. Air yang mengalir dari hulu memiliki satu tujuan, mencapai lautan. Dalam perjalanannya, air melewati sungai. Layaknya sebuah sungai, ada bagian-bagian sepanjang sungai yang berbatu. Saat air itu mengalir melalui bebatuan disungai, pernahkah kita melihat air yang mengalir berhenti sejenak sebelum melewati bebatuan itu? Atau pernahkah air tersebut sudah berbelok sebelum menyentuh permukaan batu? Kalaupun pernah, tentunya itu adalah suatu peristiwa diluar kebiasaan yang hanya terjadi karena Tuhan menghendaki. Tapi biasanya air akan langsung berbelok menyesuaikan diri tepat pada saat menyentuh permukaan batu dengan tenang dan mengalir apa adanya. Begitulah sebaiknya kita menyikapi apapun yang harus kita hadapi, baik itu serangan atau masalah dalam kehidupan sehari-hari. Tetapkan hati kepada tujuan yang tidak bertentangan dengan ketentuan Tuhan, kemudian menerima dengan sepenuh hati apapun yang harus kita hadapi, & lakukanlah apa yang harus dilakukan pada saat harus melakukannya. Tidak kurang, tidak lebih.
Q: Sensei, bagaimana seorang aikidoka seharusnya bersikap terhadap musuhnya?
A: Musuh itu ada karena ada Ego (ke-aku-an), tidak akan ada musuh bila tidak ada Ego. Musuh hanyalah sebutan yang kita berikan kepada seseorang atau sesuatu yang pada saat itu berada berlawanan dengan kita. Dengan meniadakan ego, kita dapat melihat keadaan itu bukan sesuatu yang mengancam atau sesuatu yang harus kita kalahkan dan hancurkan tapi apa adanya yaitu bagian dari keharmonisan seperti Yin dan Yang.
Q: Sensei, kenapa kalo liat Sensei melakukan teknik kok enak banget? Kayak ngga pake tenaga? Kalo saya latihan teknik dasar kok kadang berhasil, kadang stuck?
A: Latihan aikido itu seperti masak sop buntut, kalo kamu liat saya melakukan teknik aikido seperti kamu liat saya sudah lagi makan sop buntut nya, pasti kamu bilang enak, semua orang kalau dikasih sop buntutnya pasti suka, tapi kalau kamu latihan aikido, kamu seperti minta diajarkan masak sop buntut, saya kasih wortel mentah, buntut mentah, merica, garam, bumbu-bumbu yang lain, kalo kamu coba rasakan pada saat masih mentah dan terpisah-pisah, kamu mungkin akan bilang ngga enak dan ngga percaya kalau itu semua adalah bahan sop buntut, tapi kalau kamu lihat sop buntut yang sudah jadi, kamu akan lihat semua bahan itu ada didalamnya dan rasanya sudah menyatu jadi sedap. Supaya rasanya menyatu jadi sedap, kamu harus masak dulu dengan api yang sesuai, terlalu kecil, sop buntutnya ngga matang-matang, terlalu besar, hangus semua. Dalam latihan, api ini adalah semangat latihan kamu, kamu latihan dengan semangat yang kecil, ogah-ogahan, setengah hati, kamu sulit untuk memahami aikido, tapi terlalu ambisius, terlalu bernafsu untuk berhasil, kamu akan buang energi percuma. Kalau dalam latihan teknik masih on and off itu wajar, ini berarti kamu belum paham, belum tentu berarti teknik yang kamu lakukan salah, oleh karena itu selalu minta petunjuk kepada Sensei yang mengajar atau kepada Sempai yang latihan bersama, jika teknik dasar yang diajarkan sudah kamu lakukan dengan persis sama tapi kadang masih stuck juga, itu tandanya kamu tinggal latih sampai paham, karena pemahaman itu datangnya tidak diduga-duga, sampai suatu hari nanti pikiran kamu, hati kamu, tubuh kamu akan merasakan kalau kamu sudah mengerti tentang teknik itu, jadi jangan menyerah!!.
Q: Sensei, kenapa pada saat latihan teknik dasar lebih banyak di-pegang? Kalau kasus dijalan-kan lawan biasanya langsung menyerang dengan pukulan atau tendangan?
A: Latihan dasar ditujukan untuk melatih pemahaman tentang apa yang menjadi dasar dari Aikido, hal yang mendasar dari latihan aikido adalah kita mempelajari bagaimana mengharmoniskan diri sendiri dan juga orang lain. Didalam proses mengharmoniskan diri sendiri dengan orang lain, kita membutuhkan hati yang tenang dan tidak terbebani serta pikiran yang mampu berpikir jernih. Jika kemudian seorang pemula memulai latihannya dari bentuk serangan yang ekstrim seperti pukulan atau tendangan maka akan sangat sulit untuk menjaga ketenangan hati dan kejernihan pikiran sehingga latihan yang dilakukan tidak akan memupuk dasar yang kuat. Dengan memulai latihan dasar dari teknik pegang-an yang tekanan psikologisnya relatif lebih rendah dibandingkan pukulan atau tendangan, maka seorang pemula dapat lebih mudah berlatih menjaga ketenangan hati dan kejernihan pikirannya pada saat menghadapi suatu serangan/tekanan.
Q: Sensei, mengapa kita harus “mengalahkan diri sendiri” atau “true victory is victory over the self”? Jika masih ada kalah atau menang even over yourself, apakah tidak bertentangan dengan prinsip harmonisasi yang selalu ditekankan dalam aikido? Arigato Gozaimas
A: Segala sesuatu di alam ini adalah maha karya Sang Maha Pencipta. Mari kita bahas hal ini menggunakan analogi. Berabad-abad yang lalu tidak ada permainan catur. Sampai satu waktu sang pencipta catur memutuskan untuk menciptakan permainan catur. Maka mulailah ia dari sebuah papan kosong. Dengan sebuah papan kosong maka tidak banyak yang bisa dilakukan, maka kemudian diciptakan lah bidak-bidak catur. Namun walaupun sudah ada papan dan bidak, namun tetap belum ada cerita. Oleh karena itu, papan mulai di cat hitam dan putih, begitu pula bidak-bidak yang tadinya tidak berwarna kini dibedakan dengan warna hitam dan putih, siapa yang menentukan bidak mana yang putih, bidak mana yang diwarnai hitam? Tentunya sang pencipta permainan catur tersebut. Lalu? Bila sudah diberi warna dan dibedakan, bagaimana mereka harus berinteraksi? Maka diciptakan lah aturan-aturan dan fungsi-fungsi tiap bidak dan papan tersebut. Bagaimana sebuah benteng harus bergerak, bagaimana seorang menteri, raja, ratu, pion harus bergerak, semua ditentukan oleh sang pencipta permainan catur tersebut. Kemudian permainan belum dapat dimulai jika belum ada tujuan akhir. Maka kemudian, hak eksklusif sang pencipta permainanlah untuk menentukan kepada bidak yang mana ia berpihak, bidak mana yang kemudian ia pilih sebagai pemenang. Begitu juga dengan alam semesta ini, layaknya sebuah papan catur, kejahatan dan kebaikan adalah hitam dan putih dalam tersebut. Dan manusia adalah bidak-bidak catur. Dan dalam “permainan catur” maha sempurna ini, sebagaimana kita telah diberitahu melalui agama yang diturunkan-NYA, Sang Maha Pencipta telah menentukan bahwa pada akhir cerita, pemenangnya adalah kebaikan. Sebagai bidak dari sebuah “permainan catur” maha sempurna ini, kita manusia diberikan satu keistimewaan, yaitu kita diberi izin untuk memilih warna kita, walaupun kita tetap tidak memiliki kuasa untuk menentukan hasil akhir permainan. Oleh karena itu, kita manusia dibekali kedua potensi kebaikan dan kejahatan. Berdasarkan pemahaman tentang konsep diatas, maka kita akan bahas tentang pengertian harmonis. Harmonis adalah suatu keadaan dimana segala sesuatu berjalan sesuai fungsi yang sudah digariskan oleh Sang Maha Pencipta. Jangan disalah artikan harmonis sebagai sebuah keadaan dimana tidak ada menang dan kalah, semua seimbang dalam arti 50:50, stale-mate, karena keadaan ini adalah sebuah keadaan statis yang tidak akan menghasilkan apa-apa. Menang kalah harus tetap ada. Pihak yang akan menang telah ditentukan. Namun tetap kita diberi kemampuan memilih untuk berpihak ke salah satu. Dan kemenangan pertama dimulai atas diri sendiri. Mudah-mudahan ini dapat sedikit memuaskan keingin tahuan anda.. jika belum, mari berbincang dan membahas hal ini lebih dalam pada saat bertemu setelah latihan atau kesempatan lain.
Q: Mohon informasi tentang Aiki Kenyukai, apa bedanya dengan YIA (Yayasan Indonesia Aikikai), KBAI (Keluarga Besar Aikido Indonesia) dan IAI (Institut Aikido Indonesia), mengapa di dojo Aiki Kenkyukai (di kelapa gading) terpampang 2 lambang? Aiki Kenkyukai dan YIA? Saya juga melihat ada perbedaan pada saat latihan, apakah ini aliran aikido yang lain lagi? Terimakasih.
A: Aiki Kenkyukai adalah komunitas aikidoka dan dojo-dojo aikido atau lebih tepatnya disebut perguruan Aikido yang dikepalai oleh Imanul Hakim Sensei. Aiki Kenkyukai bukanlah organisasi independen seperti KBAI atau IAI. Secara organisasi, Aiki Kenkyukai bernaung dibawah YIA sehingga seluruh anggota Aiki Kenkyukai adalah anggota YIA. Ini menjelaskan mengapa di dojo pusat kelapa gading terpampang 2 lambang, Aiki Kenkyukai dan YIA. Secara aliran, Aiki Kenkyukai menganut aliran yang sama dengan YIA yaitu Aikikai yang berafiliasi kepada Aikikai Hombu Dojo di Shinjuku,
Q: Saya baru belajar aikido, tapi menghafal nama-nama jurusnya susah! Bagaimana caranya supaya nanti waktu ujian saya bisa ingat nama jurusnya? Terimakasih Sensei…
A: Sebetulnya tidak perlu dihafal, karena pada dasarnya teknik aikido tidak terlalu banyak dan jika kita rajin latihan, teknik itu akan diulang-ulang dan otomatis kita akan mudah mengingatnya. Tapi ada sedikit tips untuk mudah menangkap dan mengingat nama-nama teknik tersebut. Nama teknik selalu dibagi menjadi tiga penggalan kata, contohnya Shomen-uchi /Ikyo /Omote atau Katate-tori/Shiho-nage/Ura. Penggalan kata pertama menunjukkan serangan yang dilakukan oleh Uke, (Shomen-uchi,Yokomen-uchi, Katate-tori, dsb), lalu penggalan kata kedua menunjukkan teknik yang dieksekusi oleh Nage (Irimi-nage, Kote-gaeshi, Shiho-nage,dsb), penggalan kata ketiga menunjukkan ke arah mana Nage mengeksekusi teknik tersebut “Omote” berarti kedepan Uke, “Ura” berarti kebelakang Uke. Patokan ini berlaku untuk hampir semua nama teknik (waza), kecuali “kaiten nage” biasanya penggalan kata ketiganya bukan omote atau ura, melainkan uchi (dalam) dan shoto (luar) contoh; Shomen-uchi/Kaiten-nage/Uchi. Mudah-mudahan dapat membantu kamu mengingat nama-nama tekniknya ya? Selamat Berlatih…
Popularity: 33% [?]

Sensei, saya bersedia kosongkan cangkir saya yang penuh ini. Tolong berikan nasihat untuk melatih Aikido yang baik!
Terima Kasih
Comment by alex — March 6, 2008 @ 8:19 pm