Seminar Aikido Yoshinobu Takeda Shihan

October 1, 2007

Pengalaman Berlatih Aikido

Terus terang ketertarikan saya pada Aikido bertambah besar ketika saya membaca beberapa deskripsi tentang pengalaman spiritual O Sensei yang mendasari munculnya Aikido sebagai suatu seni bela diri plus-plus yang tidak hanya menempa tubuh fisik, melainkan juga jiwa (pikiran dan hati). Sebelumnya pengenalan saya terhadap Aikido hanyalah sebatas teknik bela diri yang menurut mama saya merupakan tingkat pelatihan lanjutan dari Jujutsu dan bahkan Judo. Kebetulan beliau menyandang Dan 1 Judo namun sayangnya ilmu beliau tidak diturunkan ke saya, hehe…

Popularity: 78% [?]

August 11, 2007

“Pengalaman Mengembangkan Aikido di Kalimantan Barat”

Dalam usaha saya mengembangkan aikido di kalimantan barat,ternyata sangat sulit. Banyak orang yang tertarik masuk dan berlatih aikido apalagi setelah mendengar beladiri steven seagal. Tetapi setelah 2 atau 3 kali berlatih, mereka akan berhenti. Saya juga bingung. Tidak seperti ketika saya mengembangkan karate terasa sangat mudah. Saya bisa dirikan belasan dojo tapi aikido sangat sulit. Alhasil hanya 1 club yang bisa berdiri ternyata aikido adalah beladiri yang unik.
Ketika saya mengenalkan aikido, ada seorang instruktur tae kwon do yang ingin mencoba teknik aikido. Saya tunjukkan beberapa teknik. Ketika teknik dai ikyo saya tunjukkan kepada dia, ternyata saat tangannya dipegang, dia melawan sekuat tenaga untuk membuktikan teknik aikido, ada saat itu saya tidak ada keinginan apapun untuk menyakiti dia hanya ingin mengenalkan teknik aikido hasilnya dia jatuh ke lantai dan tidak dapat bangun lagi, bahkan tangannya keseleo, terpaksa habis itu cari tukang urut. Saya nasehatkan dia untuk membuang egonya dan hasilnya tentu saja dia tidak jadi masuk aikido, mungkin malu.
Armansyah,
Kalimantan Barat Aiki Kenkyukai Club

Popularity: 83% [?]

July 12, 2007

Manfaat Aikido Bagi Saya

Sejak kelas 6 SD, saya sudah menekuni beladiri. Timbulnya keinginan berlatih beladiri, karena seringnya saya diganggu anak-anak yang lebih besar. Beladiri yang saya tekuni adalah karate dan jiu jitsu. Tapi setelah sekian lama saya berlatih, saya merasa tidak pernah merasakan ketenangan dalam seni beladiri. Hanya konflik internal saja yang saya rasa. Tidak pernah ada yang mau mengajarkan sisi rohani dari beladiri, hanya kepentingan kompetisi, kekuasaan yang diutamakan, sehingga kemajuan dalam seni terasa lambat.
Ketika mendapat informasi tentang aikido dari majalah jurus, saya cukup kaget, ketika Sensei Hakim berkenan mengijinkan saya mengenal aikido. Saya pikir saya akan masuk dalam lingkungan beladiri seperti yang lain, ternyata tidak. Sensei Hakim tidak hanya mengajarkan sisi teknik, tapi juga sisi filosofi / rohani, sehingga pengembangan jasmani dan rohani menjadi seimbang.                 Banyak hal berubah dari diri saya sejak mengenal aikido. Bahkan saya mengalami perkembangan yang lebih baik dalam beladiri karate dan jiu jitsu juga.
Tapi yang lebih utama, aikido mengajarkan ketenangan lewat konsep harmonisasinya. Kita dapat lebih mendengarkan suara hati kita yang sering tidak terdengar. Kita akan lebih menghargai sesama, menekan egoisme, lebih berani karena kita dapat merasakan keberadaan dan keagungan Sang Pencipta.

Armansyah,
Kalimantan Barat Aiki Kenkyukai Aikido Club

Popularity: 85% [?]

June 11, 2007

“Saya Beri Nama Anak Saya: Aiki”

Ketika anak saya lahir, saya bingung untuk memberinya nama. Berbagai tawaran nama saya terima, tetapi tidak ada yang cocok. Akhirnya saya berdoa kepada ALLAH, minta petunjuk-NYA melalui cara yang dikehendaki NYA, dan hasilnya saya bermimpi melakukan latihan aikido. Padahal waktu itu, saya belum latihan aikido, baru kenal dengan Sensei Hakim. Setelah saya pahami arti kata aikido, akhirnya saya beri nama anak saya “Aiki” dengan harapan akan membawa keharmonisan walaupun terasa aneh bagi yang tidak terbiasa mendengar, ternyata nama itu cocok dengan anak saya. Semoga setelah dewasa, dia dapat menjadi aikidoka yang baik.

Armansyah,
Aiki Kenkyukai Club Kalimantan Barat

Popularity: 86% [?]

May 10, 2007

Aikido Makes A Better Me

Sejak kecil saya sudah menekuni berbagai ilmu bela diri, dimana latihan
yang
saya dapatkan lebih menekankan kepada mengalahkan bahkan menyakiti
lawan.

Sifat saya yang keras didukung bela diri yang saya tekuni menjadikan
saya
murid yang suka berkelahi baik dengan teman maupun guru di sekolah.
Latihan
bela diri seakan menjadi pembenaran atas kelakuan saya.

Setelah mengenal Aikido dibawah bimbingan Yosy Sensei, saya mulai
menyadari
bahwa kekuatan itu tidak identik dengan kekerasan.  Saya mulai belajar
untuk
mengajak damai kepada teman yang menantang berkelahi.

Sering dalam menyelesaikan masalah saya masih menggunakan pola pikir
lama
yang bertentangan dengan harmonisasi ajaran Sensei. Selain itu
banyaknya
ulangan dan tugas di sekolah membuat saya kadang tidak dapat datang ke
dojo.
Pada saat latihan pun kadang saya sering kesal karena kesulitan
memahami
esensi atau teknik yang diajarkan.  Walaupun demikian saya akan terus
berlatih karena saya percaya Aikido yang saya tekuni sekarang akan
selalu
membimbing saya dan Sensei akan selalu menuntun serta memberi contoh
yang
baik untuk saya.  Aikido makes a better me.

William Wardoyo (grade 8)

Popularity: 87% [?]

March 31, 2007

Dunia Nyata dan Lingkungan Dojo.

Sewaktu kuliah (kalau tidak salah antara smester 3 atau 4), seorang senior menghampiri saya. Ia bilang bahwa dia tidak suka dengan prilaku saya yang menurut dia “petantang-petenteng” kayak jagoan.

Popularity: 91% [?]

March 3, 2007

Sebuah Siraman Yang Menyegarkan

Saat mendengar tentang Aikido Kenkyukai saya sungguh tertarik, berminat untuk mempelajarinya. Berlatar belakang Yoga yang telah ditekuni lebih dari 2 dekade, membuat saya cukup akrab akan perihal body-mind-spirit; bahwa Spirit adalah kekuatan yang nyata, sejati; bahwa kehidupan manusia adalah proses panjang untuk kembali menyatu dengan Spirit of Love. Toh jiwa serasa melonjak penuh sukacita pada sesi pertama di Aiki Kenkyukai PT Surveyor Indonesia, dimana gurunya adalah Yosy Revaleo Sensei. Sudut pandang serta pengalaman melalui Aikido adalah unik .

Popularity: 49% [?]

Aikido dalam Pekerjaan

Sebagai penggemar beladiri saya menyadari memasuki usia diatas 40 tahun, faktor stamina dan speed sudah tidak terlalu mendukung lagi oleh sebab itu sejak beberapa tahun yang lalu saya telah mulai mencari alternatif beladiri yang sekiranya bisa saya tekuni setelah saya berumur lebih dari 40 tahun. Dari seorang teman, saya disarankan untuk mempelajari aikido, akan tetapi saya tidak langsung tertarik, karena dengan latar belakang beladiri keras, saya rasakan aikido kurang gagah dan sejujurnya kurang masuk akal.

Popularity: 49% [?]

Praktek Awase

Saya berbagi pengalaman ini di ilhami tulisan di Inside Aiki beberapa edisi yang lalu tentang awase, penyatuan dengan segala sesuatu. Pada saat saya kuliah dulu, ada seorang pegawai Tata Usaha di kampus saya yang terkenal orangnya sangat judes & tidak bersahabat, sehingga urusan administrasi selalu terkesan hal yang merepotkan untuk teman-teman saya mahasiswa yang lain, sampai menurut cerita ada mahasiswa yang sampai marah-marah dan gebrak meja di ruang TU karena berurusan dengan orang tersebut sebut saja Nn. X,saya sebut Nona karena walaupun sudah berumur tapi (lagi- lagi menurut cerita teman-teman saya) belum menikah.

Popularity: 32% [?]

Awal Sebuah Perjalanan

Saya akan bercerita sedikit tentang kehidupan remaja saya. Seperti kebanyakan orang, saya pada dasarnya tidak menyukai konflik, namun bila konflik itu muncul, saya percaya yang kuat lah yang menang, akibatnya saya mengembangkan sebuah kebiasaan buruk: ingin menjadi kuat dan membuktikannya dengan mengalahkan orang lain..

Popularity: 32% [?]

Aikido Book Refference

 

Souvenirs