Seminar Aikido Yoshinobu Takeda Shihan

April 10, 2008

Editorial April’08

“Edisi Terakhir Bulletin Inside Aiki”

Hukum alam menyatakan apapun yang ber-awal maka akan ber-akhir. Setelah dua tahun merintis  jalan untuk dapat menjadi media informasi seputar aiki-kenkyukai dan aikido, Bulletin Inside Aiki akan menyelesaikan misinya di bulan April ini, tetapi ini bukan berarti semangat berbagi kebaikan yang diusung bulletin kita selama ini akan padam, melainkan diharapkan semakin berkobar dengan rencana beralihnya Inside Aiki ke format yang lebih baik.
Sehubungan dengan hal ini, ada beberapa hal yang akan saya sampaikan selaku editor, pertama, sejak edisi ini hingga nanti edisi pertama Inside Aiki minimag diterbitkan akan ada kevakuman dari redaksi Inside Aiki yang dimaksudkan untuk menyiapkan edisi pertama Inside Aiki yang baru dengan matang.
Kedua, dari sekarang, Inside Aiki membuka kesempatan bagi siapapun anggota aiki-kenkyukai yang memiliki keinginan untuk melatih dirinya di bidang jurnalistik, entah itu menulis, fotografi, desain lay-out ataupun reportase untuk bergabung dengan redaksi Inside Aiki. Inside Aiki sebagaimana juga Aiki-Kenkyukai memiliki semangat untuk terus belajar dan mengkaji, oleh karena itu Inside Aiki tidak mengutamakan keahlian ataupun kemahiran dalam perekrutan anggota redaksi ini, melainkan semangat untuk berkomitmen, belajar dan berjuang bersama untuk kebaikan banyak orang. Jadi sekali lagi, bagi siapapun anggota Aiki-Kenkyukai (ataupun aikido enthusiast yang sejalan dengan semangat aiki-kenkyukai) yang merasa mau berkomitmen,bersedia belajar dan memiliki ilmu (meskipun sedikit) di bidang penulisan, fotografi, desain lay-out dan reportase, kami membuka kesempatan untuk bergabung dan berkembang bersama dalam keluarga redaksi Inside Aiki.
Ketiga dan terakhir, selaku editor, saya berterimakasih yang sebesar-besarnya kepada Hakim Sensei, segenap keluarga besar aiki-kenkyukai dan para aikido enthusiasts lainnya yang telah mendukung Inside Aiki selama ini, merupakan kehormatan bagi saya telah dipercaya untuk merintis, berkembang bersama, dan belajar banyak dari InsideAiki.
Tak lupa saya juga memohon maaf atas kesalahan dan keterbatasan saya dan seluruh kru Inside Aiki selama ini baik dalam penulisan, pengeditan, penyajian tampilan dan lain-lain yang tidak berkenan di hati semua pembaca.
Akhir kata, kalau ada sumur diladang boleh kita menumpang mandi, kalo Inside Aiki baru dah datang, boleh kita berjumpa lagi, Tetap Semangat Berlatih, Sampai Jumpa Lagi..!

Untuk yang berminat bergabung dengan redaksi Inside Aiki dapat menghubungi via:
1.    email: insideaiki@yahoo.co.id
2.    Mobile: 0811810361 (Yosy), 02198079611 (Sekretariat)

Popularity: 14% [?]

March 18, 2008

Editorial Maret’08

“Rencana Peningkatan Kualitas Inside Aiki”

Pembaca Inside Aiki yang setia, hampir 2 tahun kami berusaha untuk menjadi media untuk pengembangan Aikido secara umum dan khususnya komunitas Aiki Kenkyukai, dan selama hampir 2 tahun ini pula dukungan dari seluruh pihak telah membuat Inside Aiki berfungsi dengan baik dan semakin matang. Kedepannya, ada rencana untuk Inside Aiki dikembangkan menjadi sebuah majalah kecil (minimag) dengan artikel yang lebih banyak dan beragam, dengan tampilan yang lebih menarik lagi, dan juga memperluas lingkup pembaca Inside Aiki kalau bisa hingga mencapai khalayak umum (diluar aiki kenkyukai).

Dengan niat awal seperti diatas ada beberapa rencana perubahan didalam tubuh Inside Aiki. Dari segi tampilan luar, Inside Aiki yang baru nanti akan berformat minimag (A4) full color (jumlah halaman akan ditentukan pada rapat bulan April nanti).Untuk menjaga kualitas artikel-artikel yang ditampilkan dalam tiap edisi-nya, Inside Aiki yang baru nanti akan terbit 3 bulan sekali, dengan begini diharapkan persiapan dari mulai proses pengumpulan bahan artikel, foto, iklan dsb, editing, hingga desain dapat diselesaikan lebih matang.

Selain itu, jika selama ini artikel-artikel Inside Aiki lebih sering diisi oleh tulisan para kontributor yang bersifat relawan, Inside Aiki yang baru akan memiliki kontributor tetap untuk tiap-tiap rubrik yang akan rutin muncul, kontributor-kontributor ini akan terdiri dari penulis artikel, fotografer dan reporter. Berkenaan dengan masalah kontributor tetap diatas, nantinya pada rapat tentang Inside Aiki di bulan April nanti, Hakim Sensei akan meng-amanatkan langsung kepada siapa-siapa yang akan menjadi kontributor tetap tersebut. Meskipun nantinya telah memiliki kontributor tetap, Inside Aiki tetap menerima tulisan-tulisan, foto, atau reportase dari relawan yang bersedia menyumbangkan karyanya untuk di muat di Inside Aiki.

Perubahan lain nya adalah Inside Aiki yang baru nanti tidak lagi bersifat free, melainkan minimag yang dapat dibeli di dojo-dojo Aiki Kenyukai dan outlet-outlet lain yang bekerja sama dengan Aiki Kenkyukai, tentunya dengan harga yang terjangkau apalagi untuk anggota Aiki Kenkyukai akan ada harga khusus anggota. Perubahan dalam hal ini berdasarkan pertimbangan beberapa hal antara lain, biaya produksi yang otomatis meningkat, kemudian ini juga menjadi sarana belajar bagi kita semua untuk lebih menghargai hasil karya orang lain dan diharapkan langkah ini dapat menjadi batu pertama untuk nantinya Inside Aiki dapat dikelola secara professional dan menjadi salah satu steady income bagi pengembangan perguruan Aiki Kenkyukai.

Semoga rencana pengembangan Inside Aiki ini tetap mendapat dukungan dari para pembaca setia sebagaimana yang telah diberikan selama ini dan pada akhirnya akan membawa kebaikan untuk kita semua.

Popularity: 18% [?]

February 4, 2008

Editorial Februari’08

Mempertanyakan Keberanian

Jalan beladiri menempa diri kita salah satunya untuk menjadi orang yang berani atau memiliki keberanian, tetapi apa sebenarnya definisi aplikatif dari berani? Bagaimana cerminan keberanian dalam keseharian seseorang? Sebagai ilustrasi, untuk mencapai rumahnya si A dapat memilih 2 jalan, satu jalan gelap yang sering ditongkrongi preman-preman yang sedang mabuk atau satu jalan lagi terang dan dekat dengan tempat ibadah, jika si A adalah seorang pemberani jalan mana yang akan dia pilih? Jika anda ditempatkan pada posisi si A, jalan mana yang anda pilih? Jika anda memilih jalan yang terang, apa kah otomatis anda tidak dapat dikategorikan sebagai seorang pemberani? Tentu kebanyakan dari anda tidak akan setuju dengan penilaian seperti ini. Begitu juga sebaliknya, jika anda memilih jalan yang gelap dan berbahaya, lalu katakanlah karena nasib, anda harus berkelahi dengan para preman tersebut sehingga mendapat luka, menurut anda tindakan seperti ini berani, atau malah (maaf,) bodoh?. Atau bagaimana jika jalan menuju rumah kita hanya satu, biasanya jalan tersebut aman-aman saja, tapi malam ini, jalan itu dipenuhi preman-preman bersenjata yang baru kalah judi (berhubung cuma ilustrasi sedikit ekstrim tak apalah), apa yang akan kita lakukan? Apa kita lihat dulu, berapa banyak premannya? 1, 2 orang kah? Kalo segitu, masih berani. Kalau 10 orang? Apa lalu kita memilih tidur di pos ronda dan meninggalkan keluarga kita dirumah khawatir?
Atau mari kita ambil contoh yang lain lebih mendekati kenyataan, jika anda telah melakukan kesalahan misalnya saja, melakukan pengeboran yang akhirnya mengakibatkan keluarnya isi bumi, lumpur beracun yang mengakibatkan ratusan bahkan ribuan warga sekitar kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian dan menimbulkan kesengsaraan yang kian hari makin parah, meluas dan tak terkendali. Anda sendiripun tidak tahu bagaimana menyelesaikan itu semua. Masih berani kah anda mengatakan “Ya, ini salah saya, dan saya akan bertanggung jawab menyelesaikan semua ini dengan jalan yang terbaik bagi semua” atau justru merasa lega ketika pemerintah mencabut semua tuntutan pada anda dan menyalahkan itu semua pada bencana alam?
Dari contoh ilustrasi diatas, pertanyaannya adalah apakah keberanian itu relatif? Apakah bersikap berani adalah sebuah pilihan yang kita tentukan?
Jawabannya: memang ada keberanian macam ini tapi ini adalah sebuah keberanian semu yang didasari ke-akuan.Oleh karena itu, didalam aplikasinya keberanian seperti ini masih didasari banyak pertimbangan, untung-rugi, jika pasti untung saya berani, jika kemungkinan besar rugi, saya tidak berani. Kalah-menang, jika pasti menang saya berani, jika kemungkinan besar kalah, saya tidak berani. Keberanian seperti ini bukanlah keberanian sejati.
Keberanian sejati adalah keberanian yang tidak bersifat relatif, karena dari awal keberanian sejati bukan muncul dari keinginan atau pilihan pribadi tetapi Ditanamkan oleh Yang Maha Kuasa karena kita berserah diri untuk alasan yang tepat, yaitu menegakkan kebenaran dan menjaga amanat. Kedua alasan tersebut tepat karena ia tidak bersifat egosentris, tidak ada keuntungan pribadi yang dapat kita ambil dari situ. Pada saat itu lah keberanian yang kita rasakan dalam diri kita tidak lagi bersifat meluap-luap seperti api yang siap membakar dan melahap semua yang ada dihadapannya, melainkan berbentuk ketenangan hati dan kesabaran untuk menghadapi apapun. Semoga latihan kita membawa kita menjadi orang-orang yang memiliki keberanian sejati…

Popularity: 25% [?]

January 7, 2008

Editorial Januari’08

Resolusi Tahun Baru: Menegakkan Nilai Lama

Tahun 2007 telah berganti menjadi 2008, begitu cepat terasa satu tahun berlalu, namun jika kita melakukan kilas balik, tahun kemarin kehidupan kita sebagai bangsa belum ada perubahan signifikan ke arah yang lebih baik. Bahkan momen-momen di sepanjang tahun kemarin lebih diwarnai oleh hal-hal yang sama seperti korupsi, ketidak-pedulian sosial, penderitaan dan kerusakan yang disebabkan oleh orang-orang yang semustinya menjaga amanah tetapi malah ingkar. Bahkan pada saat peringatan Yang Maha Kuasa datang bertubi-tubi, mereka seperti sengaja menutup mata dan telinga dan terus berusaha untuk memenuhi kepentingan pribadi.

Popularity: 44% [?]

January 2, 2008

Editorial Desember’07

Semangat Ujian

“Persiapkan diri kamu sebaik mungkin, pada saat ujian nanti, berikan yang terbaik dan seberat apapun, jangan menyerah, kalau perlu mati berdiri, tapi jangan menyerah” seingat saya, begitulah ucapan Sensei saya pada saat saya akan menghadapi ujian kenaikan tingkat entah naik sabuk coklat atau hitam saya sendiri sudah lupa. Pada saat pertama kali mendengar itu, saya sempat terpana juga, seberat itukah? Apalagi begitu masuk ke tahap penyaringan (screening), screening Sensei saya rasakan begitu berat, hingga pada satu titik saya berpikir dalam hati, kalau penyaringannya saja seberat ini, macam mana pula ujiannya? Benar-benar bisa mati jangan-jangan.
Hingga tiba saat hari ujian, entah muncul dari rasa percaya diri karena sudah dibekali atau justru sudah pasrah karena demikian beratnya screening, saya datang ke tempat ujian dengan perasaan yang benar-benar di luar dugaan, tidak ada nervous, tidak ada khayalan bagaimana jika lulus nanti, yang ada hanya tekad, apapun yang saya harus jalani, saya akan lakukan yang terbaik, mati berdiri kalau perlu. Tanpa terasa, ujian selesai dan walaupun lelah secara fisik, tapi saya bersyukur semangat saya masih jauh dari menyerah.
Jika mengingat pengalaman itu, saya merasa apa yang Sensei saya berikan pada saat screening bukan lah semata-mata bekal kesiapan fisik, tapi yang lebih penting yaitu bekal semangat, saya terkondisikan untuk memupuk semangat “selalu memberikan yang terbaik bahkan pada saat harus berhadapan dengan kemungkinan terburuk”. Semangat seperti ini menurut saya membuat kita terpusat pada apa yang harus kita kerjakan dan melepaskan keterikatan kita pada ketakutan-ketakutan akan kegagalan dan harapan-harapan semu tentang keberhasilan. Semangat seperti inilah yang saya rasa justru sangat berguna bagi kita dalam kehidupan.
Mengingat akan diadakan ujian dan inisiasi sabuk coklat di bulan Desember ini, saya merasa ada baiknya berbagi pengalaman saya yang satu ini, mudah-mudahan buat para murid dan kohai yang akan menempuh ujian mendapatkan manfaat dari sini. Selamat Menempuh Ujian.

Baca Artikel lainnya di:
http://www.aiki-kenkyukai.com/category/inside-aiki/artikel/

Baca Editorial edisi lainnya di:
http://www.aiki-kenkyukai.com/category/inside-aiki/editorial/

Baca Testimonial di:
http://www.aiki-kenkyukai.com/category/inside-aiki/testimonial/

Tanya Jawab tentang Aikido di:
http://www.aiki-kenkyukai.com/category/inside-aiki/questions-answer/

Popularity: 44% [?]

November 13, 2007

Editorial November’07

Aikido, Beladiri Yang Mengajarkan Mengikat Tali Kasih Sayang

Awal November kemarin, Komunitas Aiki Kenkyukai mengadakan acara Halal BiHalal di dojo pusat sportmall kelapa gading, anggota dari berbagai dojo datang, latihan bersama, dan setelah itu saling bersilaturahmi satu sama lain. Suasana yang dipenuhi dengan kehangatan, keakraban diantara para murid dan guru-guru baik sesama dojo dan antar dojo yang lain. Ini suatu pemandangan yang menurut saya jarang dapat ditemukan di kalangan beladiri yang sering kali di identikkan dengan kekerasan, pencapaian prestasi dan gelar “si nomor wahid”. Kalaupun ada keakraban seringkali terbatas pada kawan-kawan satu dojo, ini pun kadang sulit terjadi dengan adanya perasaan bersaing atau senioritas.
Seperti yang disampaikan O’Sensei tentang jiwa dari Aikido yaitu “Ban Yu Ai Go” yaitu jiwa/semangat untuk mencintai dan melindungi semua mahluk dan ciptaan-Nya. Didalam latihan pun, semangat yang harus kita kembangkan adalah semangat seperti ini. Dan dari latihan, kita terapkan filosofi tersebut hingga menjiwai kehidupan kita sehari-hari. Ini akan membentuk seorang aiki bushi (the warrior of aiki), menjadi pribadi yang berjuang di jalan kedamaian, kasih sayang dan cinta yang universal atau jika boleh meminjam istilah yang umum dewasa ini, Agent Of Peace. Dimanapun seorang Aiki Bushi berada dia senantiasa memancarkan cahaya kedamaian dan kasih sayang kepada setiap orang dan lingkungannya. Sehingga lingkungannya tergerak untuk berubah ke arah yang lebih baik sesuai yang digariskan-Nya.
Alangkah baiknya jika beladiri yang kita latih membentuk kita menjadi pribadi yang demikian, Aikido dengan filosofi yang didasari cinta universal sudah merupakan sarana yang tepat. Tinggal pertanyaannya, mau kah kita berjuang ke arah sana?

Popularity: 62% [?]

October 1, 2007

editorial Oktober’07

“Merayakan Kemenangan Atas Ujian”

“Lebaran sebentar lagi…” lirik lagu ini demikian akrab ditelinga di saat menjelang hari besar umat Muslim ini. Dan bagi kita yang menjalani puasa Ramadhan, lagu ini juga kadang mengingatkan kita akan lebaran yang terasa seperti sebuah akhir yang menyenangkan dari sebuah perjuangan panjang selama satu bulan penuh. Saat dimana kita merayakan kemenangan atas ujian yang diberikan-NYA.
Wajar memang jika dalam suasana suka cita menyambut kemenangan, kelulusan, keberhasilan menjalani ujian-ujian didalam hidup kita merasa lega, gembira dan ingin merayakan. Tapi seperti yang saya alami sendiri, entah berapa kali saat lebaran saya mengalami sakit perut lantaran kekenyangan, entah berapa kali saat setelah lulus ujian kenaikan sabuk, saya menjadi sombong dan malas latihan, entah berapa kali nilai-nilai pelajaran saya jatuh setelah lulus mendapat ranking tinggi. Entah berapa kali sudah saya terlena dalam perayaan kemenangan yang kemudian membuat saya lupa, bahwa yang saya baru saja lalui adalah sebuah ujian.
Syukur, Yang Maha Kuasa masih menyadarkan saya lewat kata-kata Sensei saya, “Lulus ujian bukanlah akhir dari perjalanan melainkan awal sebuah babak baru perjuangan dan tanggung jawab yang lebih besar, perjalanan kita baru berakhir pada saat Yang Maha Kuasa memanggil kita”. Seseorang ketika lulus ujian, maka ia ditempatkan di tingkat yang lebih tinggi, yang juga berarti ia dianggap telah mampu untuk mengemban tugas dan tanggung jawab yang lebih besar.
Jika kita lulus ujian SMA, maka kita duduk di bangku kuliah yang metode belajarnya membutuhkan pemikiran lebih kritis dan kematangan emosional, dan sebaiknya tidak lagi berperilaku layaknya anak SD yang masih kucing-kucing-an dengan guru karena tidak buat PR. Jika kita lulus ujian sabuk coklat, maka seyogyanya kita kenakan sabuk hitam kita dengan sikap amanat, bukan justru menepuk dada, bertinggi hati dan makin menjauh dari ajaran Sensei kita. Jika kita berhasil berpuasa dengan baik di bulan Ramadhan, maka setelah lebaran, kita adalah hamba ALLAH yang ditinggikan derajatnya oleh Yang Maha Tinggi tentunya sebisa mungkin kita berusaha isi buku amal kita yang baru dengan amalan sebaik saat kita berpuasa, dan tidak lalai atas karunia-NYA dan mencorat-coret buku amal baru kita dengan dosa dan berharap dibersihkan lagi di tahun depan.
Akhir kata, atas nama segenap kru Inside Aiki saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidin Wal Faidzin bagi yang merayakan, serta mengucapkan Mohon Maaf Lahir Bathin & Happy Holidays pada semua…

Popularity: 76% [?]

September 7, 2007

Editorial September’07

Tauladan Bagi Kita Semua

Pada saat mengikuti seminar Ikuhiro Kubota Shihan kemarin, saya seperti kembali diingatkan pada kata-kata Hakim Sensei ketika beliau berbicara pada saya beberapa tahun lalu ketika saya baru mulai diamanatkan untuk mengajar. Hakim Sensei pernah berkata “Sebagai guru, kita tidak mengajar apa yang kita ingin ajarkan, melainkan apa yang murid perlukan”. Dan melihat bagaimana Kubota Shihan memberikan pengajaran pada dua hari seminar kemarin (1 & 2 September’07), kita semua seperti  diperlihatkan sebuah contoh konkrit bagaimana seorang guru seharusnya mengajar seperti yang dikatakan Hakim Sensei.

Popularity: 79% [?]

August 11, 2007

Editorial Agustus ‘07

Tingkatan Sabuk & Tanggung Jawab

Saya ingat suatu ketika saat  usai latihan, seorang kohai saya bertanya pada Hakim Sensei, “Sensei, saya kapan ujian naik tingkatnya?, ujian nanti boleh ikut ngga?” dan kontan pertanyaan ini direspon dengan senyuman dari sempai-sempainya termasuk saya, dan Hakim Sensei hanya menjawab “kamu tidak perlu pikir kapan ujian, yang penting fokus latihan saja.”.
Memang untuk orang awam mungkin akan bertanya-tanya apa salahnya mempertanyakan hal seperti diatas, bukankah wajar saja jika seseorang ingin tahu sejauh mana hasil latihan/belajar nya selama ini? memang tidak ada salah nya, tapi didalam Budo ujian bukan hanya sekedar sarana tolok ukur hasil latihan melainkan juga sebuah upacara pengukuhan bahwa seorang murid telah dianggap mampu oleh sang guru untuk mengemban tanggung jawab yang lebih berat yaitu sebagai seorang sempai (kakak dalam perguruan), jadi konsekuensi dari lulus ujian dan mengenakan sabuk yang lebih tinggi bukan hanya berarti dinyatakan kompeten dari segi teknis, tapi juga idealnya mampu mengemban tanggung jawab yang diamanatkan oleh Sensei-nya.
Semakin tinggi tingkatan sabuk seseorang dalam pendidikan Budo menandakan bahwa tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya oleh sang Sensei semakin besar, salah satunya adalah menjadi contoh bagi kohai-kohainya. Seorang sempai diharapkan untuk mampu menjadi contoh bagi kohainya paling tidak dari segi teknis namun tanggung jawab seorang sempai didalam pendidikan Budo tidak berhenti sampai disitu, Budo adalah sebuah jalan hidup, oleh karena itu seorang sempai dalam pendidikan Budo seharusnya dapat menjadi tauladan bagi kohai-kohainya didalam meniti jalan hidup sebagai seorang ksatria.
Selain itu semakin tinggi tingkatan sabuk seseorang dalam pendidikan Budo maka diharapkan makin mengerti apa esensi dari yang diajarkan oleh Sensei-nya dan memiliki rasa tanggung jawab dan rela berkorban untuk mendukung dan menjaga apa yang diperjuangkan oleh sang Sensei. Kontribusi paling kecil seorang murid kepada gurunya adalah menjaga hirarki keilmuan yang diterima ketika ia menyampaikannya kepada orang lain. Seorang sempai akan mengajarkan kepada kohainya apa yang dia dapatkan  dari Sensei-nya sebagaimana ia diajarkan, paling tidak secara esensial.
Inilah sebabnya didalam Aiki Kenkyukai murid yang ikut ujian terpilih dengan cara ditunjuk dan bukan mengajukan diri.

Sebagai penutup, saya ingin berbagi sebuah pernyataan yang Hakim Sensei sampaikan kepada saya “Didalam Budo, jangan sekali-kali meminta untuk diberi tanggung jawab (amanah), tapi jika amanah itu sudah diberikan kepada kamu, jangan sekali-kali melepaskannya, bahkan pada saat kamu tahu memegang teguh amanah tersebut layaknya menggenggam bara dengan tangan telanjang, jangan lepaskan.”

Popularity: 82% [?]

July 12, 2007

Editorial Juli’07

“Laporan Iuran Tahunan 2007”

Untuk edisi ini akan kami khususkan untuk pelaporan hasil pengumpulan iuran tahunan yang dilaksanakan mulai april hingga akhir juni kemarin, laporan ini mencakup jumlah dana yang terkumpul sejak april hingga akhir juni kemarin, pengeluaran rutin yang sudah dapat diprediksi jumlahnya, serta daftar nama murid yang sudah mendaftarkan diri sejak april hingga akhir juni, adapun dana & daftar nama murid yang mendaftarkan diri setelah akhir juni tidak akan tercantum namun bukan berarti tidak terdaftar, begitu juga penggunaan dana setelah akhir juni belum dapat  ditentukan dari sekarang oleh sekretariat namun semua akan dipertanggung-jawabkan oleh sekretariat dan kami laporkan pada laporan tutup buku kemungkinan besar sebelum akan diadakan daftar ulang kembali di bulan Mei tahun 2008.

Daftar nama murid yang sudah mendaftar kami ikut sertakan didalam laporan sebagai sarana kroscek tiap murid dan dojo-cho. Jika diantara murid atau dojo-cho menemukan kesalahan, mohon diberitahukan ke sekretariat lewat nomor telp 021-98079611, atau email ke insideaiki@yahoo.co.id atau info@aiki-kenkyukai.com.
Bagi para pembaca diluar aiki-kenkyukai kami mohon maaf jika edisi ini lebih kami fokuskan untuk informasi internal karena Inside Aiki sebagai sarana informasi komunitas Aiki Kenkyukai memiliki tanggung jawab utama sebagai sarana informasi bagi semua anggota komunitas Aiki Kenkyukai.

Popularity: 84% [?]

June 11, 2007

Editorial Juni’07

Iuran Sebagai Wujud Tanggung Jawab & Rela Berkorban

Dengan penuh rasa syukur saya sampaikan bahwa program kesekretariatan kita untuk membentuk dana abadi dan operasional Aiki Kenkyukai lewat iuran tahunan terbilang berjalan cukup lancar dan baik. Kelancaran dalam pelaksanaan program ini patut kita syukuri karena selain Aiki Kenkyukai akan memiliki dukungan dana yang lebih solid, yang lebih menggembirakan adalah hal ini dapat dikatakan sebuah bukti keberhasilan latihan yang dilakukan oleh tiap-tiap murid.

Popularity: 85% [?]

May 10, 2007

Editorial mei’07

Kisah Kepompong & Kupu-kupu

Alkisah ada seorang anak yang tinggal disebuah perkebunan bunga yang banyak sekali terdapat kupu-kupu. Anak ini sering melihat kupu-kupu yang keluar dari kepompong dan terbang dengan anggun menggunakan kedua sayap indahnya. Anak ini juga memperhatikan bahwa sebelum kupu-kupu itu dapat keluar dan terbang, mereka harus berjuang siang dan malam untuk merobek dinding kepompong, bahkan 2 hingga 3 hari, kupu-kupu itu seperti terkurung dan tersiksa, bergulat sana-sini dengan susah payah didalam kepompong berusaha untuk keluar.

Popularity: 87% [?]

March 31, 2007

Editorial April’07

Sistem Organisasi VS Sistem Dojo

Bertepatan dengan akan diadakannya pembenahan secara internal didalam tubuh Aiki Kenkyukai,pas rasanya jika kita membahas tentang organisasi dari sisi Budo. Didalam Budo,contoh sebuah organisasi adalah Dojo. Perbedaan mendasar antara Dojo dengan organisasi konvensional adalah pada sistem yang berlaku didalam. Organisasi konvensional beroperasi berdasar sistem kewenangan (kekuasaan) sedangkan dojo beroperasi berdasarkan sistem tanggung-jawab (amanah).

Popularity: 89% [?]

March 3, 2007

Editorial Maret’07

Manfaat Mushin Dalam Menghadapi Masa-masa Sulit

Popularity: 30% [?]

Editorial Februari’07

Memaksimalkan Manfaat Seminar

Popularity: 28% [?]

Editorial Januari’07

Selamat Tahun Baru

Popularity: 16% [?]

Editorial Desember’06

Buka Hati, Buka Pikiran, Belajar Menerima

Popularity: 16% [?]

Editorial November’06

Budo dalam Pekerjaan

Popularity: 16% [?]

Editorial Oktober’06

Makna Ramadhan & Aikido

Popularity: 16% [?]

Editorial September’06

MERDEKA ATAU MATI!

Popularity: 14% [?]

Editorial Agustus’06

Fenomena Ujian, SKS & Budo

Popularity: 14% [?]

Editorial Juli’06

Nen

Popularity: 14% [?]

Editorial Juni’06

Makna Mengenakan Hakama

Sejak pertengahan Mei lalu, Aiki Kenkyukai Cho, Imanul Hakim Sensei memberikan pengumuman bahwa diwajibkan bagi setiap murid untuk mengenakan hakama pada saat latihan di dojo Aiki Kenkyukai, untuk yang pria mulai dari sabuk coklat (kyu 3), sedangkan yang wanita mengenakan hakama mulai dari sabuk putih (kyu 6). Ini tentunya adalah berita baik tetapi juga sebuah tanggung jawab besar.

Popularity: 11% [?]

Editorial Mei’06

“Inside Aiki”

Pertama-tama, mari kita bersama-sama mengucap syukur kepada NYA atas izin yang diberikan sehingga niat baik untuk menciptakan suatu sarana informasi bagi kalangan aikido-ka khususnya dan bagi pribadi-pribadi yang mendambakan masyarakat harmonis secara umum, dapat terwujud dalam bentuk bulletin yang anda baca sekarang ini.

Inside Aiki dimaksudkan untuk dapat menjadi wadah yang informatif, edukatif, sekaligus interaktif, sekali lagi, tidak hanya untuk kalangan aikido-ka tapi untuk siapapun yang mengharapkan terwujudnya suatu masyarakat yang harmonis didalam semua aspek kehidupannya baik fisik, mental dan spiritual. Terbitnya Inside Aiki juga tidak terlepas dari usaha untuk menjawab aspirasi yang selama ini beredar bahwa kebijaksanaan tentang hidup yang muncul dalam bentuk diskusi/ceramah didalam dojo dirasakan sangat bermanfaat oleh murid yang hadir dan mendengarkan, dan tidak sedikit yang berpendapat bahwa kebijaksanaan seperti ini akan bermanfaat bagi banyak orang terlepas dari status aikido-ka atau bukan. Sayangnya, tiap orang walaupun ingin berbagi, kadang terbentur keterbatasan masing-masing untuk menyampaikan kepada orang lain. Sehingga Inside Aiki terbit dengan harapan untuk dapat berbagi kebaikan dan kebahagiaan yang dirasakan para murid tersebut kepada lebih banyak orang.

Secara substansi, Inside Aiki akan membahas hal-hal menyangkut aikido, baik filosofi, teknis, maupun aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Selain rubrik-rubrik informasi, dalam tiap edisinya Inside Aiki menyediakan rubrik yang dapat digunakan oleh para pembaca untuk berinteraksi, baik dalam bentuk pertanyaan, berbagi pengalaman, maupun silaturahmi.

Terbitnya Inside Aiki secara teknis didukung secara internal oleh beberapa dojo aikido dan perusahaan-perusahaan milik para murid aikido sendiri, mulai dari redaksi Inside Aiki hingga ongkos produksi. Untuk perkembangan bulletin kita ke depannya, redaksi Inside Aiki membuka diri kepada seluruh elemen, baik pembaca, dojo-dojo aikido, murid-murid dan guru-guru aikido, juga para aikido enthusiasts yang ingin memberikan kontribusi dalam bentuk apapun, misalnya dalam bentuk menjadi responden tulisan lepas karena seperti yang kita ketahui orang-orang yang belajar aikido datang dari latar belakang lingkungan, pendidikan, pekerjaan yang berbeda-beda dan tentunya akan menarik untuk membahas aplikasi aikido dari berbagai sudut pandang. Sesuai tujuan lainnnya dari Inside Aiki yaitu untuk mempererat tali silaturahmi diantara para pembacanya maka redaksi mempersilahkan bagi murid/ pembaca yang memiliki usaha dan ingin beriklan, dapat menjadikan Inside Aiki sebagai sarana promosi di kalangan kawan-kawan aikido.

Akhir kata, hanya dengan izin NYA dan dukungan dari diri kita masing-masing, Inside Aiki dapat menjadi awal yang sukses dari tujuan kita mencapai masyarakat yang harmonis dalam segala aspek kehidupan. Segenap kerabat kerja redaksi berharap Inside Aiki dapat bermanfaat bagi seluruh pembacanya.

Popularity: 11% [?]

Aikido Book Refference

 

Souvenirs