<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: AIKI Q&amp;A November&#8217;08</title>
	<atom:link href="http://www.aiki-kenkyukai.com/2008/11/22/aiki-qa-november08/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2008/11/22/aiki-qa-november08/</link>
	<description>Pusat Pendidikan Seni Bela Diri Aikido</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Jun 2010 02:46:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: irwan</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2008/11/22/aiki-qa-november08/comment-page-1/#comment-89</link>
		<dc:creator>irwan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 06:30:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aiki-kenkyukai.com/2008/11/22/aiki-qa-november08/#comment-89</guid>
		<description>ma&#039;af sensei, ada yang tertinggal.
Waktu saya melakukan pegangan katatedori dan morotedori,rekan saya itu belum melakukan teknik apapun, tetapi tenaga saya sudah kosong, sehingga dia dengan mudah membawa badan saya.Terimakasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ma&#8217;af sensei, ada yang tertinggal.<br />
Waktu saya melakukan pegangan katatedori dan morotedori,rekan saya itu belum melakukan teknik apapun, tetapi tenaga saya sudah kosong, sehingga dia dengan mudah membawa badan saya.Terimakasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: irwan</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2008/11/22/aiki-qa-november08/comment-page-1/#comment-88</link>
		<dc:creator>irwan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 05:49:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aiki-kenkyukai.com/2008/11/22/aiki-qa-november08/#comment-88</guid>
		<description>Sensei Hakim,mohon ijin ikut sharing pengalaman
Nama saya Irwan,dari Dojo Gelanggang Taruna Bandung.Ikut berlatih Aikido sejak tahun 1991 dibawah Sensei Gustiana.Sensei,kita sebenarnya pernah bertemu waktu Sensei jadi penguji di Bandung sekitar th 1996-1997.
Sejak saya berlatih Aikido sampai saat ini, yang namanya AIKI itu sangat susah untuk diterangkan.Tiap orang juga pasti akan menjawab berbeda atas pertanyaan ini.Yang menarik,setelah belasan tahun berlatih Aikido, saya  merasakan bgmn AIKI itu dan mempraktekannya hanya dalam hitungan menit.Saya mendapatkan hal itu dari rekan Aikido saya dan dia mendapatkannya justru bukan dari orang yang belajar Aikido secara resmi.Yang saya rasakan ketika itu, ketika saya melakukan Katatedori dan morote dori thd rekan saya itu, saya nerasakan seolah-olah tenaga saya hilang tersedot, dan saya ikut kemana rekan saya itu mengarahkan badan saya.Apakah memang rasanya AIKI seperti itu?Mohon penjelasannya,Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sensei Hakim,mohon ijin ikut sharing pengalaman<br />
Nama saya Irwan,dari Dojo Gelanggang Taruna Bandung.Ikut berlatih Aikido sejak tahun 1991 dibawah Sensei Gustiana.Sensei,kita sebenarnya pernah bertemu waktu Sensei jadi penguji di Bandung sekitar th 1996-1997.<br />
Sejak saya berlatih Aikido sampai saat ini, yang namanya AIKI itu sangat susah untuk diterangkan.Tiap orang juga pasti akan menjawab berbeda atas pertanyaan ini.Yang menarik,setelah belasan tahun berlatih Aikido, saya  merasakan bgmn AIKI itu dan mempraktekannya hanya dalam hitungan menit.Saya mendapatkan hal itu dari rekan Aikido saya dan dia mendapatkannya justru bukan dari orang yang belajar Aikido secara resmi.Yang saya rasakan ketika itu, ketika saya melakukan Katatedori dan morote dori thd rekan saya itu, saya nerasakan seolah-olah tenaga saya hilang tersedot, dan saya ikut kemana rekan saya itu mengarahkan badan saya.Apakah memang rasanya AIKI seperti itu?Mohon penjelasannya,Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rio</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2008/11/22/aiki-qa-november08/comment-page-1/#comment-81</link>
		<dc:creator>Rio</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 03:10:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aiki-kenkyukai.com/2008/11/22/aiki-qa-november08/#comment-81</guid>
		<description>Dear Adi,

Lanjut ya..

Ketika misalnya katatetori atau ryokatate, &quot;perlakukan&quot; (mind setting) tangan kita yang dipegang itu sebagai &quot;kabel&quot; sebagai penghubung fisikal antara kita (nage) dan uke.

Hubungan itu sejatinya sudah ada di tataran ki bahkan sebelum uke memegang tangan kita, atau disebut ki no musubi. Ki no musubi adalah dari kita (nage), kita menerima bahwa segala sesuatu itu saling terhubung (interconnected). Secara sederhana bisa kita lihat dari oksigen yang sama-sama dihirup oleh nage dan uke, bumi yang dipijak oleh baik nage maupun uke, space/ruangan yang sama-sama ditempati oleh keduanya, semuanya terhubung.

Nage menerima ketersalingterhubungan ini dengan pikirannya, dan  terutama dengan hatinya (kokoro). 

Kemudian uke datang, memegang tangan kita (pegangan tangan adalah simulasi konflik), uke ingin mendominasi nage, mengintimidasi nage. 

Lah yang dilakukan uke ini adalah suatu ilusi, karena yang saling terhubung tidak bisa saling mendominasi, konflik akan ter-adjust oleh harmony. 

Ketika uke memegang tangan nage, maka uke justru meng-iya-kan apa yang ada di mind set nage, bahwa semua terhubung. Jadi nage tidak perlu &quot;ngapa-ngapain&quot; lagi, mushin, nggak perlu ada keinginan mengalahkan uke, melempar uke, menjatuhkan uke, hanya ber-ada saja, keberadaan dengan penerimaan akan saling terhubungnya satu sama lain (ki no musubi).

Tangan yang terpegang adalah kabel, adalah penghubung fisikal antara nage dan uke,yang mana itu juga sebenarnya &quot;tidak perlu&quot; wong secara ki sudah terhubung kok (ki no musubi). Sehingga tidak perlu otot, tidak perlu maksa. 

Ki digerakkan oleh mind. Tubuh fisik uke ya ki, tubuh fisik nage ya ki, di antara nage dan uke ya ada ki juga. Analogi : di paru-paru uke ada oksigen, lah di paru-paru nage juga ada oksigen dan diantara nage dan uke ya ada oksigen juga.

Selanjutnya ya tinggal move in harmony, drop hara, maju, mundur, ke kanan atau ke kiri. 

Moving in harmony itu tidak boleh ada niat/keinginan si nage, misalnya &quot;saya ingin menurunkan/mendorong si uke&quot;. Adanya keinginan (saya/nage) akan langsung memisahkan nage dari uke.

Lalu ? ya praktek, seperti kata Sensei Hakim, mesti dilakukan, teori mungkin bisa menolong sampai tingkatan tertentu, tapi merasakan adalah segalanya :-)

Cheers,
Rio</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Adi,</p>
<p>Lanjut ya..</p>
<p>Ketika misalnya katatetori atau ryokatate, &#8220;perlakukan&#8221; (mind setting) tangan kita yang dipegang itu sebagai &#8220;kabel&#8221; sebagai penghubung fisikal antara kita (nage) dan uke.</p>
<p>Hubungan itu sejatinya sudah ada di tataran ki bahkan sebelum uke memegang tangan kita, atau disebut ki no musubi. Ki no musubi adalah dari kita (nage), kita menerima bahwa segala sesuatu itu saling terhubung (interconnected). Secara sederhana bisa kita lihat dari oksigen yang sama-sama dihirup oleh nage dan uke, bumi yang dipijak oleh baik nage maupun uke, space/ruangan yang sama-sama ditempati oleh keduanya, semuanya terhubung.</p>
<p>Nage menerima ketersalingterhubungan ini dengan pikirannya, dan  terutama dengan hatinya (kokoro). </p>
<p>Kemudian uke datang, memegang tangan kita (pegangan tangan adalah simulasi konflik), uke ingin mendominasi nage, mengintimidasi nage. </p>
<p>Lah yang dilakukan uke ini adalah suatu ilusi, karena yang saling terhubung tidak bisa saling mendominasi, konflik akan ter-adjust oleh harmony. </p>
<p>Ketika uke memegang tangan nage, maka uke justru meng-iya-kan apa yang ada di mind set nage, bahwa semua terhubung. Jadi nage tidak perlu &#8220;ngapa-ngapain&#8221; lagi, mushin, nggak perlu ada keinginan mengalahkan uke, melempar uke, menjatuhkan uke, hanya ber-ada saja, keberadaan dengan penerimaan akan saling terhubungnya satu sama lain (ki no musubi).</p>
<p>Tangan yang terpegang adalah kabel, adalah penghubung fisikal antara nage dan uke,yang mana itu juga sebenarnya &#8220;tidak perlu&#8221; wong secara ki sudah terhubung kok (ki no musubi). Sehingga tidak perlu otot, tidak perlu maksa. </p>
<p>Ki digerakkan oleh mind. Tubuh fisik uke ya ki, tubuh fisik nage ya ki, di antara nage dan uke ya ada ki juga. Analogi : di paru-paru uke ada oksigen, lah di paru-paru nage juga ada oksigen dan diantara nage dan uke ya ada oksigen juga.</p>
<p>Selanjutnya ya tinggal move in harmony, drop hara, maju, mundur, ke kanan atau ke kiri. </p>
<p>Moving in harmony itu tidak boleh ada niat/keinginan si nage, misalnya &#8220;saya ingin menurunkan/mendorong si uke&#8221;. Adanya keinginan (saya/nage) akan langsung memisahkan nage dari uke.</p>
<p>Lalu ? ya praktek, seperti kata Sensei Hakim, mesti dilakukan, teori mungkin bisa menolong sampai tingkatan tertentu, tapi merasakan adalah segalanya <img src='http://www.aiki-kenkyukai.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Cheers,<br />
Rio</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rio</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2008/11/22/aiki-qa-november08/comment-page-1/#comment-80</link>
		<dc:creator>Rio</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 02:03:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aiki-kenkyukai.com/2008/11/22/aiki-qa-november08/#comment-80</guid>
		<description>Adi :
bagaimana cara melatihnya, sehingga seperti yang pernah saya dapat aikido tidak menggunakan otot, kenyataannya saya masih menggunakan otot, kadang kalau saya sebagai nage dan ukenya agak menahan gerakan saya, saya masih menggunakan otot/tenaga.
--------------------------

Rio :
Ikutan ya .... 

Kalau dari bagian tulisan Adi di atas maka jawabnya ..ya dilatihlah jangan pakai otot :-).Berhentilah menggunakan otot !. :-) 

Namun demikian, kalau masih pakai otot di awal2 latihan ya nggak papa juga, otot toh ki juga,  nanti perlahan-lahan belajar &quot;meninggalkan&quot;  ketergantungan pada otot. 

Kalau tertahan sama uke,  &#039;nggak usah dipaksakan, nggak usah cari-cari &quot;celah&quot;, mencari kelemahan uke artinya mencari salah benar, alias keterpisahan, nggak usah juga mikirin diri sendiri, cari-cari apa yang salah pada diri sendiri (&quot;gw salah apa ya ?&quot;), mikirin diri sendiri ya keterpisahan juga. 

Lakukan satu hal, yakni semakin embrace uke, semakin menyatu dengan uke, terima uke dengan segala keinginannya (megang tangan kita/konflik dengan kita), ikatkan diri, serahkan diri sepenuhnya pada uke, dan beradalah (be in) harmony, mushin, nggak usah mikirin yang nggak harus dipikirin, and then ...move in harmony. 

Cheers,
Rio</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Adi :<br />
bagaimana cara melatihnya, sehingga seperti yang pernah saya dapat aikido tidak menggunakan otot, kenyataannya saya masih menggunakan otot, kadang kalau saya sebagai nage dan ukenya agak menahan gerakan saya, saya masih menggunakan otot/tenaga.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Rio :<br />
Ikutan ya &#8230;. </p>
<p>Kalau dari bagian tulisan Adi di atas maka jawabnya ..ya dilatihlah jangan pakai otot <img src='http://www.aiki-kenkyukai.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> .Berhentilah menggunakan otot !. <img src='http://www.aiki-kenkyukai.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  </p>
<p>Namun demikian, kalau masih pakai otot di awal2 latihan ya nggak papa juga, otot toh ki juga,  nanti perlahan-lahan belajar &#8220;meninggalkan&#8221;  ketergantungan pada otot. </p>
<p>Kalau tertahan sama uke,  &#8216;nggak usah dipaksakan, nggak usah cari-cari &#8220;celah&#8221;, mencari kelemahan uke artinya mencari salah benar, alias keterpisahan, nggak usah juga mikirin diri sendiri, cari-cari apa yang salah pada diri sendiri (&#8220;gw salah apa ya ?&#8221;), mikirin diri sendiri ya keterpisahan juga. </p>
<p>Lakukan satu hal, yakni semakin embrace uke, semakin menyatu dengan uke, terima uke dengan segala keinginannya (megang tangan kita/konflik dengan kita), ikatkan diri, serahkan diri sepenuhnya pada uke, dan beradalah (be in) harmony, mushin, nggak usah mikirin yang nggak harus dipikirin, and then &#8230;move in harmony. </p>
<p>Cheers,<br />
Rio</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sayid andri</title>
		<link>http://www.aiki-kenkyukai.com/2008/11/22/aiki-qa-november08/comment-page-1/#comment-77</link>
		<dc:creator>sayid andri</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 03:23:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aiki-kenkyukai.com/2008/11/22/aiki-qa-november08/#comment-77</guid>
		<description>salam...
saya ingin menambahkan penjelasan dari sensei, dalam memahami Aiki kita juga harus selalu &quot;open mind&quot; dalam belajar dari senpai atau sensei untuk memahami esensi Aiki, artinya selama Anda, saya, atau siapa saja yang ingin belajar bagaimana memahami Aiki selalu berfikir positif dan mengharapkan yang terbaik. bagaimanapun dalam belajar kita pasti akan menemukan kebingungan(saya pertama kali juga begitu), namun seiring dengan berjalannya waktu dan seringnya kita berlatih saya yakin kita akan memahami apa itu Aiki.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam&#8230;<br />
saya ingin menambahkan penjelasan dari sensei, dalam memahami Aiki kita juga harus selalu &#8220;open mind&#8221; dalam belajar dari senpai atau sensei untuk memahami esensi Aiki, artinya selama Anda, saya, atau siapa saja yang ingin belajar bagaimana memahami Aiki selalu berfikir positif dan mengharapkan yang terbaik. bagaimanapun dalam belajar kita pasti akan menemukan kebingungan(saya pertama kali juga begitu), namun seiring dengan berjalannya waktu dan seringnya kita berlatih saya yakin kita akan memahami apa itu Aiki.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

