Editorial Juni’07

Iuran Sebagai Wujud Tanggung Jawab & Rela Berkorban

Dengan penuh rasa syukur saya sampaikan bahwa program kesekretariatan kita untuk membentuk dana abadi dan operasional Aiki Kenkyukai lewat iuran tahunan terbilang berjalan cukup lancar dan baik. Kelancaran dalam pelaksanaan program ini patut kita syukuri karena selain Aiki Kenkyukai akan memiliki dukungan dana yang lebih solid, yang lebih menggembirakan adalah hal ini dapat dikatakan sebuah bukti keberhasilan latihan yang dilakukan oleh tiap-tiap murid.

Di zaman sekarang dimana masyarakat umumnya menggunakan cara pandang materialistik dimana uang menjadi nilai tukar untuk apapun, bahkan ilmu dan kebaikan pun kadang diukur dengan uang, murid-murid Aiki Kenkyukai menunjukkan hasil penempaan diri mereka masing-masing di dalam Aikido sebagai Budo, dengan mensikapi iuran sebagai bentuk perwujudan kesadaran akan tanggung jawab sebagai murid untuk melindungi guru dan wadah berlatih mereka, juga sebagai sarana latihan rela berkorban untuk kebaikan.

Saya masih ingat ketika pernah suatu kali ada seseorang bertanya kepada saya berapa iuran yang harus dibayarkan untuk bisa berlatih didalam aiki kenkyukai, lalu setelah saya jelaskan, orang ini berkomentar “Mahal amat!? Emang diajarin apaan aja?” lalu saya kembali bertanya “jika dari hasil latihan itu kita jadi menjadi tenang dalam menghadapi hidup, berapa kira-kira harga yang pantas untuk ketenangan hidup? Jika dari hasil latihan kemudian kita memiliki kesempatan yang lebih besar untuk selamat pada saat harus menghadapi serangan orang lain, berapa uang yang rela kita keluarkan untuk mendapatkan kesempatan itu? Jika dari hasil latihan kemudian kita mendapatkan kebahagiaan dapat berbagi kebaikan dengan orang lain, apakah ada jumlah uang yang cukup untuk menggantikan kebahagiaan?” lalu orang tersebut terdiam. Tidak semua hal dapat diukur dan terbeli dengan uang, sedihnya, masyarakat kita pada umumnya belum memiliki cara pandang seperti ini.

Berbagai fenomena yang terjadi didalam Aiki Kenkyukai selama proses pengumpulan dana iuran tahunan ini berlangsung. Ada sebagian murid yang memberikan jauh lebih diatas jumlah yang ditentukan, sebaliknya juga ada sebagian murid yang datang dan mengatakan boleh tidak jika kami mencicil/ menyumbang semampu kami?, karena berat bagi kami untuk langsung mengeluarkan dana sebesar itu, saya yakin ini bukan didasarkan pada keinginan menyombongkan diri atau ketidak-relaan justru sebaliknya setiap murid mengusahakan jalan yang terbaik yang mereka mampu berdasarkan kesadaran untuk melindungi guru & wadah berlatih mereka serta kerelaan berkorban. Itulah sebabnya tidak ada kata lain selain bersyukur bahwa apa yang kita latih bersama selama ini telah membentuk kita semua menjadi pribadi yang memiliki sikap & perilaku para ksatria yang bertanggung jawab dan rela berkorban untuk kebaikan.

Popularity: 85% [?]

About the Author