May 10, 2007
Angin Barat & Angin Timur
Sebagai orang yang mempelajari beladiri seringkali kita kesulitan oleh apa yang kita pelajari. Maksudnya ada saat-saat dimana kita terbebani oleh keinginan untuk cepat-cepat menguasai apa yang kita pelajari. Namun kita lebih sering menemui kegagalan dan semakin kita berusaha sekuat mungkin, semakin kita merasa tidak mengerti dan tidak memahami. Akhirnya banyak diantara kita yang putus asa dan tidak ingin melanjutkan apa yang sudah kita mulai.
Saya teringat sebuah cerita tentang angin barat dan angin timur yang sedang menguji kemampuan mereka dengan berusaha menjatuhkan seorang laki-laki yang gagah dan kuat dari atas pohon kelapa. Saat angin barat meniupkan angin dengan sekuat-kuatnya untuk menjatuhkan laki-laki tersebut, semakin erat dan semakin kuat dekapannya di pohon kelapa tersebut, ketika angin barat meniupkan angin yang lebih kuat lagi, maka si laki-laki tersebut semakin mengerahkan kekuatannya agar tidak terjatuh. Begitu terus menerus hingga akhirnya angin barat pun putus asa dan menyerah. Lalu ketika giliran angin timur, si angin timur hanya meniupkan angin sepoi- sepoi yang menyejukan. Karena merasakan angin sejuk dan menyegarkan maka laki-laki gagah inipun merasa nyaman, hingga akhirnya dia mengantuk dan angin timur meniupkan anginnya lebih semilir lagi hingga laki-laki gagah itu tidak tahan menahan kantuknya dan terjatuh.
Mungkin, itu memang hanya sekelumit kisah. tapi kita bisa sedikit belajar. Kadang saat kita terlalu berambisi, semakin kita tidak mendapatkan apa yang kita harapkan, hingga kita merasa lelah dan bosan sendiri. Semakin kita keras semakin berat terasa, semakin kuat kita berusaha semakin goyah keteguhan kita. Tapi, mungkin diantara kita ada yang bertanya, apakah berarti kita tidak boleh berusaha? Dan mungkin saja si angin timur kurang berusaha. Bagaimana kalau dia meniupkan angin badai?
Sebenarnya jika si angin timur meniupakn angin badai, maka bukan hanya orang tersebut akan jatuh, tapi pohon kelapanya juga akan tumbang dan bukan tidak mungkin bahkan pohon-pohon di sekitarnyapun akan porak poranda dan sekelilingnya akan hancur lebur. Dan maka apa yang menjadi tujuan kita mungkin tercapai, tapi berapa banyak orang yang kita sakiti dan kita lukai, mereka menjadi korban atas ambisi kita. mungkin kita berhasil mewujudkan impian dan harapan tapi berapa banyak orang yang mendendam atau setidak-tidaknya merasa tidak nyaman disisi kita.
Tetap berusaha dan sabar mungkin adalah jalan terbaik agar kita tidak mudah putus asa. Tetap berada di jalan yang kita tuju dengan sikap proporsional mungkin adalah cara yang mudah agar kita tidak menguras banyak energi. Ambisi yang berlebihan membuat kita semakin sulit berada dalam kendali, dan lepas kontrol adalah situasi sulit untuk kembali.
Angin timur bukannya tidak meniupkan anginnya sama sekali, dia hanya meniup tapi tidak berlebihan, dan tidak pernah berhenti meniup hanya tidak pernah memaksakan keinginannya. Belajar memang sulit tapi berhenti belajar lebih sulit lagi. Karena pada akhirnya tidak ada yang bisa kita mengerti, tidak ada yang bisa kita pahami. Satu-satunya jalan adalah dengan tetap belajar. Walau dengan kesulitan- untuk mencapai kemudahan.
Iwan deh,
Kelapa gading dojo
Popularity: 92% [?]

Menarik, ambisi yang berlebihan memang kadang justru hasilnya nggak maksimal. Katanya berlatih itu seperti memegang pasir, semakin digenggam kuat justru semakin sedikit pasir yang ada di tangan kita. Atau seperti stem gitar,terlalu kencang dawainya, maka akan putus. Terlalu longgar, bunyinya juga tidak nyaring. Ketika mengusai sesuatu dijadikan tujuan maka prosesnya menjadi terlupakan. Padahal, justru prosesnya itu yang banyak memberikan pelajaran. Semoga kita semua diberi kesabaran, dan pada akhirnya diberikan kebaikan.
Salam
Comment by arahat — May 14, 2007 @ 1:06 pm