Awase: Menyatukan Diri Dengan Segala Sesuatu

“Awase: Menyatukan Diri Dengan Segala Sesuatu”

Tujuan dari aikido adalah harmonisasi. Harmonisasi adalah suatu keadaan dimana segala sesuatu merupakan bagian dari satu kesatuan besar yang setiap bagiannya berjalan selaras, sesuai peran masing-masing, tanpa konflik. Melalui latihan, saya menyadari bahwa untuk dapat mewujudkan keharmonisan yang dimaksud didalam teknik dan kehidupan maka pintu pertama yang harus dilalui adalah mengerti tentang awase.

Awase atau blending atau didalam pengertian bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai suatu proses menyatukan dua hal atau lebih sehingga tidak lagi terpisah melainkan menjadi suatu kesatuan yang terikat satu sama lain. Didalam konteks aikido, awase mengacu pada proses menyatukan diri dengan segala hal yang harus dihadapi. Alasan yang menjadikan awase atau proses penyatuan ini menjadi penting adalah karena dengan menyatukan diri, dalam hal ini menyatukan diri kita dengan masalah yang kita hadapi akan menjadikan diri kita mampu mengerti dan memahami tentang apa yang kita hadapi dengan lebih menyeluruh yang pada akhirnya berdampak pada kemampuan kita untuk memposisikan diri secara lebih baik dan memecahkan masalah dengan lebih bijak tanpa perlu konflik dan adu tenaga.

Praktek awase baik didalam teknik maupun kehidupan dimulai dari hati. Kita harus senantiasa menkondisikan hati untuk tenang dan tidak mempersepsikan apapun sebagai konflik sehingga hati kita akan mampu menerima dan menyatu bahkan dengan hal yang buruk sekalipun. Contoh praktek awase didalam teknik dapat saya jabarkan seperti ini: ketika uke melakukan serangan, shomen-uchi misalnya maka bahkan sebelum shomen itu terjadi, proses awase telah dilakukan oleh nage yaitu dengan berdiri dalam posisi kamae yang solid, hati yang tenang, pikiran yang terfokus untuk menerima dan menyatukan diri dengan apapun yang akan dihadapi. Awalan seperti ini akan mempermudah nage untuk kemudian menyatu dengan serangan uke dengan cara irimi (entering) lalu dilanjutkan dengan memposisikan dirinya pada posisi yang tidak konflik dengan uke yaitu diposisi shikaku (blindspot) tanpa harus menangkis serangan tersebut. Setelah itu, dikarenakan kondisi nage dan uke yang sudah menyatu maka nage dapat dengan mudah mengarahkan badan uke kebawah tanpa harus menggunakan paksaan secara fisik (shomen-uchi irimi nage).

Didalam kehidupan, konsep awase dapat dipraktekkan dalam menghadapi masalah yang harus dihadapi sehari-hari. Seseorang umumnya pada saat menghadapi masalah terutama yang tidak diduga akan bereaksi panik, takut, mencoba lari atau mencoba menghilangkan masalah secara paksa. Namun dengan mempraktekkan awase, maka dengan tenang kita dapat menganalisa secara menyeluruh masalah tersebut terlebih dahulu layaknya menyatukan diri kita dan menjadikan masalah tersebut bagian dari diri kita. Setelah mengerti dan paham maka dengan tenang pula kita dapat memposisikan diri kita dengan baik dan mengatasi masalah tersebut melalui jalan terbaik tanpa harus ada pihak yang dirugikan, sebuah win-win solution.

This entry was posted in Artikel, Technique. Bookmark the permalink.

One Response to Awase: Menyatukan Diri Dengan Segala Sesuatu

  1. sumarman says:

    Saya seorang Muslim, konsep awase pada Aikido dalam agama Islam biasanya kami sebut Tauhid. Namun, sedikit sekali yang dapat memahami konsep tauhid dalam kehidupan, karena sebagian besar memahami bahwa konsep tauhid hanya berkaitan dengan Allah (Tuhan Yang Maha Esa), padahal sudah jelas bahwa Tauhid berasal dari kata Wahhada yang berarti penyatuan, bagaimana Allah menyatukan siang dan malam, langit dan bumi, daratan dan lautan, air tawar dan air asin, hewan dan tumbuhan, dst. Keseimbangan hanya dapat tercipta jika semuanya mau manahan diri untuk ANTRI dan menunggu gilirannya dengan sabar dan tenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>