Seminar Aikido Yoshinobu Takeda Shihan

March 3, 2007

Tahap -Tahap Harmonisasi

( lanjutan artikel Ai “Harmonisasi” )
Setelah kita memahami tentang konsep harmonisasi, pertanyaan yang umumnya muncul adalah “Bagaimana?”. Bagaimana kita melatih harmonisasi? Bagaimana kita mengadaptasi pemahaman konsep kepada aplikasi sehari-hari? Untuk menjawab ini, aikido yang saya pelajari mem-breakdown harmonisasi menjadi beberapa tahap yang masing-masing tahap bersifat hirarki dimana pemahaman tentang tahap berikutnya sangat tergantung penguasaan kita pada tahap yang lebih rendah. Tahap pertama, seperti juga banyak hal lain dalam hidup kita, mulai dari diri sendiri.

5a. Harmonisasi dengan Diri Sendiri.
Ini sebuah contoh kejadian. Tuan X sedang mengendarai mobilnya menuju kantor, selama perjalanan pikiran Tuan X disibukkan oleh semua rencana untuk meng-gol kan proyeknya, disisi lain hati Tuan X juga masih kesal karena bangun kesiangan dan terkena macet. Ketika sibuk melamun, Tuan X tidak menyadari ada kendaraan lain yang mengambil jalannya dan Tuan X terlambat menge-rem sehingga terjadi tabrakan. Contoh kejadian seperti diatas adalah gambaran yang sudah sangat umum kita temui dalam kehidupan sehari-hari, bahkan untuk sebagian kita, mungkin kejadian serupa merupakan pengalaman pribadi.

Diri manusia terdiri dari 3 elemen, pikiran, hati dan tubuh. Cerita diatas adalah contoh keadaan dimana ketiga elemen ini terpencar dan tidak harmonis satu sama lain. Pada saat ketiga elemen diri manusia ini tidak dalam satu kesatuan, manusia dalam keadaan tidak waspada, lemah, lamban bereaksi, baik secara fisik maupun mental sehingga kemampuan mengambil keputusan yang baik secara cepat & tepat pun sangat berkurang. Begitu juga sebaliknya pada saat manusia mengharmoniskan semua elemen dalam dirinya maka manusia tersebut akan lebih menyadari keberadaan dirinya dan lingkungan sekitarnya, sehingga kapanpun diperlukan, manusia tersebut dapat memanfaatkan potensi dirinya baik fisik maupun mental secara lebih optimal. Bagi saya pernyataan ini adalah sebuah kenyataan yang dapat dibuktikan diluar maupun didalam dojo.

Salah satu shihan yang belajar langsung dari O-Sensei pernah berkata ”In order to harmonize others, you must first, harmonize yourself.”. Untuk kita yang berniat belajar dan berlatih aikido, pernyataan diatas harus kita jadikan pemahaman dasar dalam berlatih. Harmoniskan diri sendiri terlebih dahulu, baru bicara tentang mengharmoniskan diri dengan orang lain.

Sebagaimana saat awal-awal latihan, saya belum mendasari latihan saya dengan pemahaman tersebut, walhasil eksekusi teknik demi teknik adalah sebuah pergulatan konstan antara keinginan saya menjatuhkan lawan, dengan ketakutan saya akan kehilangan keseimbangan. Teknik menjadi tidak efektif, eksekusi teknik lebih sering berhenti ditengah jalan karena tubuh saya tidak solid dan mudah goyah, satu-satunya lawan yang bisa saya jatuhkan adalah lawan yang lebih kecil dari saya. Teknik aikido saya mulai mengalami perubahan ke arah yang lebih baik pada saat saya mulai merubah niat dalam berlatih saya dari niat melatih teknik untuk menjatuhkan lawan, menjadi berlatih mengharmoniskan diri sendiri. (Bersambung)

Popularity: 89% [?]

Dalam Islam, seorang manusia terdiri dari 3 (tiga) unsur, yaitu jasad (hardware), roh (software) dan jiwa (brainware). Manusia hidup (bergerak dengan sadar) jika ketiga unsur tersebut menyatu; manusia tidur (tidak sadar) ketika jiwanya diambil oleh Allah SWT (Al-Qur’an Surah Az-Zumar ayat 42); dan manusia mati ketika Allah memisahkan ketiganya (Al-Qur’an Surah As-Sajdah ayat 11).
Dengan demikian, jelaslah bahwa yang dimaksud dengan pengendalian diri adalah MELATIH JIWA sehingga dapat menjadi jiwa yang tenang, dan hanya jiwa yang tenang yang akan masuk ke dalam Surga Allah; dan untuk bisa tenang adalah dengan selalu ingat kepada Allah (dengan memikirkan alam semesta).

Comment by sumarman — April 23, 2008 @ 2:49 am

Harmoniskan dengan Komentar

   

Aikido Book Refference

 

Souvenirs