Seminar Aikido Yoshinobu Takeda Shihan

March 3, 2007

Sebuah Siraman Yang Menyegarkan

Saat mendengar tentang Aikido Kenkyukai saya sungguh tertarik, berminat untuk mempelajarinya. Berlatar belakang Yoga yang telah ditekuni lebih dari 2 dekade, membuat saya cukup akrab akan perihal body-mind-spirit; bahwa Spirit adalah kekuatan yang nyata, sejati; bahwa kehidupan manusia adalah proses panjang untuk kembali menyatu dengan Spirit of Love. Toh jiwa serasa melonjak penuh sukacita pada sesi pertama di Aiki Kenkyukai PT Surveyor Indonesia, dimana gurunya adalah Yosy Revaleo Sensei. Sudut pandang serta pengalaman melalui Aikido adalah unik .

Saya bagaikan melompat ke suatu dimensi baru. Pelaksanaan tehnik-tehnik self-defense nya, sementara secara simultan berada dalam keadaan rileks/harmoni melalui penyatuan tubuh dan spirit (ki), extending ki, visualisasi, blending with uke - merupakan pengalaman baru bagi saya. Saya terpesona bahwa kekuatan spirit dialami secara nyata dalam Aikido yang adalah sebuah seni beladiri. Aikido dilakukan dengan indah, lembut tetapi justru mengandung kekuatan yang besar. Dengan gerakan harmonis dan usaha otot minimal, konflik teratasi. Dengan sarana tehnik Aikido, kekuatan spirit dikembangkan. Yang menarik, saat Yosy R. Sensei menerangkan, dalam mental saya terpampang ‘gambaran’ aplikasinya dalam berelasi antar pribadi. Bagi saya belajar Aikido mempermudah proses tercapainya harmoni antar pribadi dengan ‘sketsa’ tehnik gerakannya.

Saya sadari, apa yang saya alami ini hanyalah sekelumit saja dari Aikido. Masih panjang jalan yang mesti dilalui untuk memahami dan melaksanakan ajaran Aikido.

Latihan-latihannya pun bukan mudah bagi saya. Berjalan sambil jongkok, ukemi, pelaksanaan tehnik-tehniknya – ini merupakan tantangan tersendiri! Tantangan untuk ‘stretch,’ dari seorang yang terbiasa dengan latihan Yoga dimana pose-posenya kebanyakan dilaksanakan sendiri menjadi seorang yang semakin mampu bergerak dinamis berinteraksi dengan yang lain dalam Aikido.

Satu kalinya saya menerima pengajaran dari Imanul Hakim Sensei, beliau berkata, belajar adalah bagaikan mendapat siraman air yang menyegarkan. Feeling awal saya tentang Aikido tidak keliru. Ada suatu kekayaan, keluasan, kedalaman, yang dapat diolah melalui Aikido. Saya mendapat siraman air kehidupan yang menyegarkan seluruh diri: body, mind, soul. Bagi saya Aikido Kenkyukai dan Yoga akan saling melengkapi, saling meneguhkan dalam proses pencerahan, self discovery. Syukur saya panjatkan kepada Allah yang Maha Kuasa. Semoga niat saya untuk terus belajar Aikido Kenkyukai dapat terlaksana.

Janet Widjaja, 57 tahun, menikah, 3 putera, 3 cucu

 

Popularity: 47% [?]

Harmoniskan dengan Komentar

   

Aikido Book Refference

 

Souvenirs