Editorial September’06

MERDEKA ATAU MATI!

Meskipun peringatan hari kemerdekaan sudah satu bulan berlalu mudah-mudahan semangat untuk menghayati arti kemerdekaan bagi kita belum luntur dan ikut berlalu. Editorial kali ini bertajuk “Merdeka atau Mati!”, kita bangsa Indonesia sudah sangat akrab dengan slogan yang diserukan para pahlawan kita zaman perjuangan kemerdekaan dulu. Walau sudah acap kali terdengar, pernahkah sekali waktu kita merenung tentang makna slogan tersebut? Apa arti slogan tersebut bagi mereka yang mendengarnya langsung pada saat hendak menghadapi pertempuran, dan bagaimana efek seruan tersebut pada kalbu masing-masing pahlawan kita pada saat itu?

Dapat kita bayangkan ketika seruan itu dikumandang-kan dihadapan sejumlah pasukan pejuang. Baik yang muda maupun yang tua, yang laki-laki maupun perempuan, terlepas dari perbandingan kekuatan dengan lawan yang tak terukur, terlepas dari hasil pertempuran yang tak dapat dipastikan, setiap hati yang mendengar seruan itu kemudian menjadi teguh dalam satu tujuan yaitu berjuang untuk merdeka sampai titik darah penghabisan.

Para pahlawan kita bukan bertempur untuk sebuah kemenangan, bukan juga bertempur untuk mengalahkan penjajah tetapi bertempur untuk memperjuangkan nilai-nilai yang dipegang teguh, nilai-nilai yang dicita-citakan yaitu kemerdekaan. Selama kemerdekaan belum tercapai tidak alasan untuk berhenti berjuang, tidak karena kekuatan lawan yang jauh lebih besar, tidak pula karena nyawa sudah terancam, tidak karena apapun. Inilah esensi dari slogan “Merdeka atau Mati”.

Kita sebagai bangsa Indonesia, terlebih lagi yang belajar tentang Budo, meski kita hidup di zaman yang relatif tentram, aman dan damai, alangkah baiknya jika tetap menanamkan semangat slogan “Merdeka atau Mati” dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan dalam kehidupan kita tetaplah teguh dalam berjuang. Bukan masalah berapa banyak kegagalan yang telah menimpa, bukan masalah berapa banyak keberhasilan yang harus dicapai, bukan masalah berapa besar kesulitan yang dihadapi, bukan masalah seberapa memadai sarana yang kita miliki untuk mencapai tujuan, yang terpenting adalah berdo’a dan senantiasa memberikan yang terbaik dari kita.

Popularity: 11% [?]

About the Author