Seminar Aikido Yoshinobu Takeda Shihan

March 3, 2007

Editorial Maret’07

Manfaat Mushin Dalam Menghadapi Masa-masa Sulit

Bulan yang lalu warga Jakarta kembali mengalami banjir besar yang tidak hanya menimbulkan kerugian materi namun juga masalah kesehatan dan lain-lain. Tidak sedikit warga yang harus mengalami kehilangan, baik harta benda, tempat tinggal, bahkan nyawa sanak saudara. Anggota komunitas Aiki Kenkyukai yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya juga banyak yang mengalami masa-masa sulit pada saat banjir ini terjadi hinggga beberapa hari/ minggu setelahnya. Ada yang rumahnya terendam, kendaraannya rusak, tidak bisa masuk kerja, tidak bisa berdagang, sakit dan lain-lain.

Tidak ada dari kita yang berharap mendapatkan kesulitan didalam hidup, bahkan sering kita berdo’a untuk selalu dimudahkan urusan dan dijauhkan dari kesulitan meskipun begitu kesulitan dalam keseharian kita kadang datang tak dapat dicegah, jika sudah seperti ini tidak ada lagi yang dapat kita lakukan kecuali menghadapi dan menyelesaikannya. Namun cara bagaimana seseorang bersikap dan bertindak dalam menghadapi dan menyelesaikan kesulitan yang datang sangatlah bervariasi. Dari yang dapat bersikap tenang hingga panik atau kesal, ada yang bertindak sistematis dan terarah ada yang terburu-buru dan berantakan, dari sikap yang berbeda ini maka hasilnya ada masalah yang terselesaikan dengan baik, ada juga yang asal-asalan sehingga menimbulkan masalah baru.

Aikido didalam filosofinya menekankan prinsip “mushin” atau “no mind”. “Mu” berarti ketiadaan sedangkan “Shin” berarti hati atau jiwa. Mushin adalah suatu keadaan dimana hati manusia sudah memahami esensi kehidupan yaitu ketiadaan. Bahwa segala sesuatu berasal dari ketiadaan, dan hanya karena Yang Maha Ada berkehendak maka kita semua, seluruh alam ini, tercipta dari yang tadinya tiada. Jadi hanya karena NYA-lah kita hidup, hanya karena NYA-lah kita dapat menikmati segala sesuatu yang kita nikmati dalam hidup ini, semua terjadi atas kehendak NYA, segala sesuatu adalah milik NYA dan semua akan kembali pada NYA. Oleh karena itu, pada saat seseorang memahami sepenuhnya akan kenyataan ini, maka terlepaslah dia dari keterikatan diri dengan segala sesuatu yang sifatnya duniawi. Sehingga secara sederhana makna dari “mushin” adalah hati yang tidak terikat pada apapun kecuali kepada Yang Satu.

Dengan melatih diri kita untuk dapat menghidupkan prinsip “mushin” didalam hidup kita sehari-hari maka kita akan dapat memandang dan mensikapi kesulitan atau bahkan peristiwa kehilangan didalam hidup dengan lebih bijak, dapat lebih tenang dan tetap bertindak terarah untuk menjalani kehidupan kedepannya. Mudah-mudahan, tulisan ini dapat menjadi pengingat tentang apa yang kita pelajari didalam latihan aikido kita masing-masing dan betapa bermanfaatnya jika kita mau melatihnya didalam kehidupan sehari-hari.

Dan alangkah baiknya jika kita sisihkan waktu kita untuk mendo’akan saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa-masa sulit sekarang ini, semoga ditabahkan hatinya atas kehilangan yang diderita, cepat dimudahkan urusannya dan jika memang harus bertahan lebih lama didalam kesulitan maka dikuatkan keimanan-nya. Amin..

Popularity: 29% [?]

Harmoniskan dengan Komentar

   

Aikido Book Refference

 

Souvenirs