Fenomena Ujian, SKS & Budo
Pada akhir Juli lalu, warga Aiki Kenkyukai baru saja mengadakan ujian kenaikan untuk tingkat kyu. Redaksi mengucapkan selamat bagi yang lulus, dan sekadar mengingatkan, bahwa lulus ujian bukan lah tujuan akhir melainkan pintu pertama dari sebuah babak perjuangan yang lebih berat, tanggung jawab yang lebih besar, dan tentunya pencarian tentang esensi aikido yang lebih dalam dan luas didalam latihan dan kehidupan kita. Sehubungan dengan event ujian kemarin, ada bahasan menarik yang saya jadikan judul editorial kali ini.
Ujian adalah sebuah proses penilaian kelayakan seseorang atas predikat tertentu. Sebagai contoh, bila seseorang ingin memiliki gelar sarjana maka salah satu syaratnya adalah lulus ujian skripsi S1. Dalam dunia beladiri misalnya, bila seseorang ingin menyandang sabuk hitam tentunya orang tersebut harus melalui suatu ujian tertentu tergantung dari beladiri yang ditekuninya. Berhak atau tidaknya seseorang menyandang suatu predikat tergantung dari berhasil atau tidaknya orang tersebut lulus dari ujian yang diberikan.
Oleh karena itu, wajar apabila kemudian dalam menghadapi ujian, seseorang ingin mempersiapkan dirinya dengan baik sehingga dapat lulus ujian tersebut dengan nilai memuaskan. Atas dasar alasan yang sama pula-lah, sistem ujian didalam suatu institusi formal, atau sistem pertandingan dalam beladiri sport, selalu terjadwal dengan rapi, dan dijadikan agenda rutin.
Namun fenomena yang kita lihat sering terjadi adalah ada individu yang bersikap lalai dan memanfaatkan sistem ujian yang terjadwal dengan rapi ini dengan kemudian mempersiapkan diri hanya pada saat telah dekat ujian. Biasa kita sebut SKS atau Sistem Kebut Semalam, (Sistem Kebut Sehari, Seminggu, Sebulan, sama saja). Memang, untuk kasus-kasus tertentu kadang SKS ini efektif untuk “lolos†ujian. Sehingga bagi sebagian orang, SKS menjadi kebiasaan (habit) bukan hanya saat menghadapi ujian formal, tapi juga dalam sikap hidup.
Jika kita sama-sama kaji dari sisi Budo, Budo adalah jalan hidup sebagai seorang ksatria, dan ujian dalam hidup tidak kenal jadwal. Kapanpun, dimanapun kita harus siap menghadapi ujian hidup. Tidak ada rampok yang bikin appointment dulu sebelum menyatroni rumah anda. Tidak ada gempa yang menyebarkan surat edaran akan mengguncang kota anu tanggal sekian. Bahkan business opportunity –pun kadang kala datang mendadak dan apabila kita tidak selalu dalam keadaan siap memberikan yang terbaik maka kesempatan itu akan hilang.
Kita sebagai warga Aiki Kenkyukai yang konsisten menempa diri didalam Budo, tentunya dapat memiliki sikap yang lebih bijak dalam menghadapi setiap ujian didalam kehidupan kita. Jadikan setiap latihan sebagai kesempatan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi ujian kehidupan kapanpun, dimanapun, dalam keadaan apapun. Selalu berusaha memberikan yang terbaik dari diri kita dalam setiap langkah kehidupan terlepas dari ada atau tidaknya jadwal ujian, karena sekali lagi, ujian dalam hidup tidak kenal jadwal.
Popularity: 11% [?]