March 3, 2007
Aikido dalam Pekerjaan
Sebagai penggemar beladiri saya menyadari memasuki usia diatas 40 tahun, faktor stamina dan speed sudah tidak terlalu mendukung lagi oleh sebab itu sejak beberapa tahun yang lalu saya telah mulai mencari alternatif beladiri yang sekiranya bisa saya tekuni setelah saya berumur lebih dari 40 tahun. Dari seorang teman, saya disarankan untuk mempelajari aikido, akan tetapi saya tidak langsung tertarik, karena dengan latar belakang beladiri keras, saya rasakan aikido kurang gagah dan sejujurnya kurang masuk akal.
Sampai suatu hari di akhir tahun 1999, saya berkesempatan bertemu dengan Sensei Hakim di dojo PIK (Pantai Indah Kapuk), kesan dan pandangan saya terhadap aikido berubah total. Dibawah bimbingan Sensei Hakim,saya mulai menyadari bahwa ternyata aikido adalah seni beladiri yang unik yang saya cari selama ini yakni beladiri yang bisa ditekuni tanpa batas usia karena tidak mengandalkan power dan speed dan memiliki filosofi yang sangat dalam dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun pekerjaan. Bahkan pemahaman akan filosofi aikido akan semakin berkembang sejalan dengan pertambahan usia dan pengalaman hidup aikidoka itu sendiri.
Dalam kesempatan ini, saya ingin berbagi pengalaman saya mengenai filosofi aikido dalam hubungannya dengan pekerjaan saya. Perusahaan kami bergerak dibidang distribusi produk konsumsi dan industri yang tentunya selalu berhubungan dengan banyak orang, baik itu pelanggan, maupun karyawan kami sendiri (staff & salesman).
Disini saya merasakan bahwa sesuai dengan namanya AIKIDO yang kalau diterjemahkan berarti ajaran/jalan menuju harmoni ternyata sesuai dengan prinsip perusahaan kami yang harus berinteraksi dengan banyak orang. Sebagai contoh, dimana saya harus bisa menerima dan mengarahkan staff dan salesman kami yang terdiri dari sifat dan latar belakang yang berbeda-beda. Harmoni dalam hal ini adalah bisa menyatukan perbedaan diatas didalam satu tim yang solid sehingga memiliki visi yang sama sehingga mereka dengan senang hati bergerak mencapi visi perusahaan.
Didalam aikido kita selalu belajar bagaimana mengharmoniskan dan mengarahkan energi yang datang. Didalam pekerjaan saya juga dituntut untuk bisa mengharmoniskan emosi, pendapat, ide dan karakter dari anggota tim untuk diarahkan menjadi energi atau semangat untuk mencapai target/tujuan.
Contoh lain, adalah misalnya dalam menghadapi negosiasi manfaat berlatih aikido sangat membantu saya dalam menghadapi situasi dalam tekanan, mengetahui need/kebutuhan lawan terutama dari bahasa tubuhnya, sehingga bisa mengarahkan mereka untuk mencapai solusi yang bisa disepakati bersama, menurut saya dalam bernegosiasi, yang terbaik adalah bilamana kita juga bisa melakukan awase (blending), menempatkan masalah kita dan lawan negosiasi kita dalam satu kepentingan yang sama, sehingga kita bisa menghasilkan solusi yang bisa diterima oleh kedua pihak.
Contoh diatas tentunya hanya berdasarkan pemahaman saya yang masih sederhana terhadap aikido, tanpa bermaksud menggurui, saya hanya berusaha untuk lebih memahami aikido lewat pekerjaan saya sehari-hari. Tentunya manfaat terbesar yang akan didapat oleh aikidoka bilamana berlatih secara rutin adalah kesehatan dan ketenangan pikiran sehingga kita bisa berprestasi lebih maksimal dikantor. Selamat Berlatih.
Jodi H. Susanto
Director Of PT. EKAMANT INDONESIA
Popularity: 47% [?]
